Ulasan

Surat Kecil Untuk Tuhan: Janji dan Misteri di Balik Persahabatan

Surat Kecil Untuk Tuhan: Janji dan Misteri di Balik Persahabatan
Surat Kecil Untuk Tuhan #3 Teruntuk Yudha karya Agnes Davonar. (Gramedia)

Siapa yang tidak mengenal seri Surat Kecil untuk Tuhan? Karya fenomenal Agnes Davonar ini telah menjadi bagian dari budaya populer Indonesia, bahkan sukses diadaptasi ke layar lebar. Kini, seri ketiganya hadir membawa angin segar melalui kisah persahabatan yang mendalam antara dua remaja, Angel dan Yudha.

Angel digambarkan sebagai gadis tomboi yang cenderung apatis terhadap lingkungan sekitarnya. Karakteristik ini muncul bukan tanpa alasan; sebagai anak seorang dokter militer, Angel sering kali harus berpindah sekolah mengikuti tugas sang ayah. Hal ini membuatnya sulit membangun ikatan emosional dengan teman sebaya, hingga akhirnya takdir membawanya ke SMA Angkasa di Malang. Di sekolah inilah, dinding pertahanan Angel perlahan runtuh saat ia bertemu dengan Yudha.

Isi Buku: Sosok Unik di Balik Pesan Anti-Kekerasan

Yudha bukanlah remaja laki-laki biasa. Di mata Angel, Yudha adalah sosok unik yang mampu melihat melampaui sikap tomboi yang ia tunjukkan. Saat semua orang menjauh, Yudha justru menjadi satu-satunya orang yang bersedia menjalin persahabatan dengan tulus. Namun, daya tarik utama Yudha terletak pada prinsip hidupnya yang sangat membenci kekerasan.

Sebagai seorang gadis yang memiliki kemampuan bela diri, Angel sering kali terpancing untuk menggunakan fisiknya. Di sinilah Yudha hadir sebagai penyeimbang. Sebagaimana tertulis di halaman 85, Yudha berpesan: "Jangan pernah menggunakan seni bela diri kamu untuk melukai orang lain. Itu tidak baik." Pesan ini menjadi benang merah yang menguji kedalaman persahabatan mereka di kemudian hari.

Alur cerita mulai memanas ketika isu senioritas muncul. Angel menyaksikan Yudha dan Hendra dikeroyok oleh kakak kelas, sebuah peristiwa yang memaksa mereka untuk bersepakat menjaga rahasia. Namun, sebuah janji di antara Angel dan Yudha akhirnya terlanggar, memicu rasa bersalah yang teramat dalam pada diri Angel.

Hilangnya Yudha secara misterius setelah pelanggaran janji tersebut membuat narasi novel ini terasa seperti sebuah teka-teki yang menuntut untuk segera diselesaikan. Pertemuan kembali mereka di lokasi yang sangat akrab justru menjadi titik balik yang menghancurkan hati. Kepergian Yudha yang berulang kali menciptakan tensi dramatis yang membuat pembaca bertanya-tanya: apa sebenarnya yang disembunyikan oleh Yudha? Dan mengapa takdir seolah terus memisahkan mereka?

Kelebihan 

Penggunaan sudut pandang orang pertama dalam novel ini adalah pilihan yang cerdas. Sebagai pembaca, saya merasa seolah masuk ke dalam pikiran Angel dan ikut merasakan denyut emosinya secara langsung.

Gaya bahasa Agnes Davonar yang sederhana dan lugas membuat buku ini sangat mudah dicerna, meskipun terkadang saya masih menemukan beberapa kalimat yang kurang tepat secara struktur. Namun, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kekuatan cerita yang ditawarkan.

Pesan moral dalam buku ini sangat relevan untuk dibahas, terutama mengenai pentingnya kehadiran seorang sahabat sejati dan bagaimana kita harus menyikapi kekerasan dengan cara yang lebih bijak. Salah satu kalimat yang paling membekas dalam ingatan saya adalah: "Tak ada yang mustahil di dunia ini selama Tuhan merestui" (hal. 182). Sebuah kutipan yang memberikan harapan di tengah keputusasaan.

Kesimpulan

Surat Kecil Untuk Tuhan #3: Teruntuk Yudha adalah sebuah kisah yang manis sekaligus getir. Ia mengajarkan kita bahwa persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa lama kita saling mengenal, melainkan dari seberapa besar kita mampu menjaga janji dan menghargai prinsip satu sama lain. Bagi Anda yang mencari bacaan ringan namun sarat makna emosional, novel ini adalah pilihan yang tepat. Siapkan hati Anda untuk akhir yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya.

Identitas Buku:

  • Judul: Surat Kecil Untuk Tuhan #3: Teruntuk Yudha
  • Penulis: Agnes Davonar
  • Penerbit: Falcon Publishing
  • Tahun Terbit: 2018 (berdasarkan data katalog perpustakaan)
  • ISBN: 978-602-6714-28-2
  • Tebal Halaman: 186 Halaman
  • Ukuran: 20 cm
  • Genre: Fiksi / Drama Persahabatan 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda