Ulasan

Mati Berkali-kali, Tetap Harus Masuk Kerja: Dilema Eksistensi dalam Mickey7

Mati Berkali-kali, Tetap Harus Masuk Kerja: Dilema Eksistensi dalam Mickey7
Mickey7 (Dok. Pribadi/Oktavia)

Masuk nominasi buku scifi favorit di goodreads, buku ini juga diadaptasi sebagai film. Di dunia fiksi ilmiah, tema tentang kloning manusia sebenarnya bukan hal baru. Namun, Mickey7 karya Edward Ashton berhasil mengolah gagasan tersebut menjadi sesuatu yang segar, lucu, sekaligus mendebarkan.

Novel ini menggabungkan petualangan luar angkasa, humor satir, filsafat identitas, dan kritik sosial dalam satu cerita yang sulit dilepaskan. Popularitasnya membuat novel ini diadaptasi ke layar lebar oleh Bong Joon-ho dengan jajaran pemain seperti Robert Pattinson, Mark Ruffalo, dan Steven Yeun.

Premis Mickey7 terdengar sederhana tetapi langsung memancing rasa penasaran. Bagaimana jika seseorang bisa dicetak ulang setiap kali mati? Apakah ia masih orang yang sama?

Sinopsis Novel

Tokoh utama novel ini adalah Mickey Barnes, seorang pria biasa yang melarikan diri dari masalah hidupnya dengan bergabung dalam ekspedisi kolonisasi manusia menuju planet es bernama Niflheim. Karena tidak memiliki keahlian khusus, Mickey menerima pekerjaan yang nyaris tidak diinginkan siapa pun: menjadi seorang Expendable.

Istilah itu terdengar menyeramkan, sehingga pihak perekrut memilih menyebutnya sebagai “Immortal”. Kedengarannya memang lebih keren. Namun kenyataannya jauh lebih mengerikan. Seorang Expendable bertugas menjalankan pekerjaan paling berbahaya yang kemungkinan besar berujung kematian.

Jika mati karena radiasi, virus asing, kecelakaan, atau eksperimen berbahaya, tubuh baru akan dicetak menggunakan data DNA yang tersimpan. Memori, kepribadian, dan pengalaman terbaru juga diunggah ke tubuh baru tersebut.

Secara teknis, Mickey hidup kembali. Atau setidaknya, itulah yang diyakini semua orang.

Saat cerita dimulai, Mickey sudah mati enam kali. Karena itu ia dikenal sebagai Mickey7. Ia sudah terbiasa menghadapi berbagai kematian mengerikan. Namun sebuah insiden di Niflheim mengubah segalanya. Dalam sebuah misi eksplorasi, Mickey7 terjatuh ke wilayah makhluk asli planet tersebut dan dianggap tewas oleh koloninya.

Masalah muncul ketika ia ternyata berhasil selamat dan kembali ke markas.

Sesampainya di sana, Mickey menemukan bahwa versi penggantinya sudah dicetak. Kini ada Mickey8.

Dalam aturan koloni, keberadaan dua Expendable sekaligus merupakan pelanggaran berat. Teknologi kloning ganda dianggap terlalu berbahaya karena dapat memicu konflik identitas dan penyalahgunaan kekuasaan. Hukuman bagi pelanggarannya sangat sederhana: didaur ulang menjadi protein untuk makanan koloni.

Dari sinilah novel berubah menjadi kisah yang penuh ketegangan sekaligus humor. Mickey7 dan Mickey8 harus menyembunyikan keberadaan mereka dari seluruh penghuni koloni.

Menariknya, kedua Mickey ini tidak sepenuhnya sama. Meskipun memiliki memori yang identik hingga titik tertentu, pengalaman berbeda yang mereka alami membuat kepribadian mereka berkembang ke arah yang berbeda pula.

Kelebihan dan Kekurangan

Edward Ashton tidak sekadar menulis cerita petualangan luar angkasa. Ia mengajak pembaca memikirkan pertanyaan filosofis yang sudah diperdebatkan selama berabad-abad. Apa yang sebenarnya membuat seseorang tetap menjadi dirinya?

Novel ini bahkan menyinggung paradoks klasik Kapal Theseus. Jika seluruh bagian sebuah kapal diganti satu per satu hingga tidak ada bagian asli yang tersisa, apakah kapal itu masih kapal yang sama?

Pertanyaan serupa berlaku pada Mickey. Jika tubuhnya terus diganti dan kematiannya berulang kali terjadi, apakah Mickey8 masih Mickey yang sama dengan Mickey1?

Meski mengangkat tema berat, novel ini tidak pernah terasa membebani pembaca. Narasi Mickey dipenuhi humor sarkastik dan komentar-komentar jenaka yang membuat cerita tetap ringan. Karakter Mickey sendiri sangat mudah disukai karena ia bukan pahlawan sempurna. Ia canggung, sering panik, dan lebih sering bertahan hidup karena keberuntungan daripada kecerdasan.

Pesan Moral

Selain membahas identitas manusia, Mickey7 juga mengkritik cara masyarakat memperlakukan individu yang dianggap “sekadar alat”. Status Expendable membuat nyawa Mickey dipandang lebih murah dibanding anggota koloni lainnya. Ia menjadi simbol pekerja yang terus dikorbankan demi kepentingan sistem yang lebih besar.

Pada akhirnya, Mickey7 adalah novel fiksi ilmiah yang berhasil memadukan hiburan dan pemikiran mendalam. Di balik petualangan seru, kloning manusia, dan dunia es yang mematikan, tersimpan pertanyaan yang sangat manusiawi. Jika suatu hari kita bisa hidup kembali setelah mati, apakah kita benar-benar masih menjadi diri kita yang sama?

Pertanyaan itulah yang membuat Mickey7 jauh lebih berkesan daripada sekadar kisah luar angkasa biasa. Novel ini lucu, cerdas, menegangkan, dan sesekali membuat pembaca merenungkan makna kehidupan, kematian, serta identitas manusia itu sendiri.

Identitas Buku

  • Judul: Mickey7
  • Penulis: Edward Ashton
  • Tahun Terbit: 01 Mei 2024
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • ISBN: 9786020675831
  • Genre: Fiksi Ilmiah (Sci-Fi)
  • Tebal: 419 halaman

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda