Ulasan
Review We Are All Trying Here: Merasa Tertinggal Bukan Berarti Terlambat
Ada banyak drama yang menawarkan konflik besar, plot twist mengejutkan, atau kisah cinta yang membuat penonton berdebar. Namun ada juga drama yang justru terasa membekas karena ceritanya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Drama Korea We Are All Trying Here adalah salah satunya.
Drama ini tidak memiliki konflik yang terlalu berat atau penuh intrik. Namun justru karena itulah ceritanya terasa menyentuh. Ia seperti cermin yang diam-diam memantulkan kegelisahan banyak orang dewasa yang sedang berjuang menjalani hidup.
Jika kamu pernah merasa tertinggal ketika melihat teman-temanmu sudah menemukan jalan hidupnya, sudah meraih kesuksesan, atau terlihat tahu apa yang mereka inginkan sementara dirimu masih mencari arah, maka kemungkinan besar kamu akan sangat relate dengan drama ini.
Hwang Dong Man dan Ketakutan Menjadi Orang yang Gagal

Karakter Hwang Dong Man yang diperankan Koo Kyo Hwan mungkin akan terasa menyebalkan pada beberapa episode awal.
Ia cerewet, mudah mengeluh, banyak berkomentar, dan sering kali membuat orang-orang di sekitarnya kesal. Dibanding teman-temannya yang terlihat lebih tenang dan dewasa, Dong Man tampak seperti orang yang tidak pernah bisa mengendalikan emosinya.
Namun semakin lama mengikuti ceritanya, semakin terlihat bahwa semua itu hanyalah bentuk pertahanan diri. Dong Man bukan orang jahat. Ia juga bukan sosok yang iri melihat kesuksesan orang lain. Ia hanya seseorang yang sedang berusaha keras terlihat baik-baik saja ketika hidupnya tidak berjalan sesuai rencana.
Selama dua puluh tahun ia berada di industri film. Angka yang sangat panjang untuk sebuah mimpi yang belum terwujud.
Di saat teman-temannya sudah menjadi sutradara terkenal, produser sukses, atau memiliki karya yang diakui banyak orang, Dong Man masih berdiri di tempat yang sama. Ia bahkan sering dipandang sebelah mata karena belum memiliki karya yang bisa ditunjukkan kepada dunia.
Yang paling menyakitkan adalah ketika pendapatnya tidak dianggap hanya karena ia belum sukses. Seolah nilai seseorang hanya ditentukan oleh pencapaiannya.
Padahal bagaimana seseorang bisa membuktikan kemampuannya jika dunia bahkan tidak memberi kesempatan untuk menunjukkan apa yang ia miliki?
Di Balik Sifat Menyebalkan, Dong Man Hanya Ingin Diakui
Ada satu hal yang membuat karakter Dong Man terasa begitu manusiawi. Ia tidak pernah berpura-pura. Ia mengeluh di depan orangnya langsung. Ia marah secara terbuka. Ia tidak menyimpan dendam di belakang. Ironisnya, justru orang-orang yang terlihat lebih dewasa sering membicarakannya diam-diam.
Di balik semua keluhannya, Dong Man sebenarnya hanya menyimpan satu ketakutan besar. Ia takut menjadi memalukan. Takut hidupnya berakhir tanpa pernah berhasil melakukan sesuatu yang selama ini ia perjuangkan.
Ketakutan seperti ini mungkin sangat familiar bagi banyak orang dewasa. Karena terkadang yang paling menyakitkan bukan kegagalan itu sendiri, melainkan perasaan bahwa waktu terus berjalan sementara kita masih berada di tempat yang sama.
Byeon Eun A dan Luka Karena Tidak Pernah Dipilih

Di tengah perjalanan hidupnya, Dong Man bertemu dengan Byeon Eun A yang diperankan Go Youn Jung. Eun A adalah produser yang dikenal kritis terhadap naskah. Ia tidak mudah terkesan dan tidak mudah memberikan pujian.
Namun justru Eun A menjadi orang pertama yang benar-benar melihat karya Dong Man. Bukan melihat kegagalannya. Bukan melihat usianya. Bukan melihat fakta bahwa ia belum pernah debut. Tetapi melihat isi naskah yang selama ini berusaha ia perjuangkan.
Pertemuan itu terasa penting karena Eun A sendiri juga membawa luka yang tidak kalah dalam. Ia ditinggalkan ibunya sejak kecil setelah konflik keluarga yang menghancurkan hidup mereka. Bertahun-tahun kemudian, ibunya justru menjadi aktris terkenal yang dicintai publik karena citra keibuannya.
Bagi banyak orang, wanita itu mungkin sosok yang sempurna. Namun bagi Eun A, ia adalah orang yang pergi. Luka itu membuat Eun A tumbuh menjadi seseorang yang mengandalkan dirinya sendiri. Ia takut berharap kepada orang lain karena takut kembali kecewa.
Namun bukan berarti ia kehilangan empati. Justru karena pernah merasa tidak dipilih, ia mampu melihat rasa sakit yang disembunyikan Dong Man.
Ketika Dua Orang yang Ingin Diakui Saling Bertemu
Hubungan Dong Man dan Eun A terasa menarik bukan karena romansa semata. Yang membuat mereka terhubung adalah kesamaan luka.
Keduanya sama-sama ingin dianggap ada. Dong Man ingin dunia melihat karyanya. Eun A ingin seseorang melihat dirinya lebih dari sekadar luka masa lalu.
Saat semua orang menganggap Dong Man aneh dan terlalu berisik, Eun A justru menganggapnya normal. Karena ia memahami alasan di balik semua teriakan itu.
Jika Dong Man tidak bersuara, bagaimana dunia tahu bahwa ia ada?
Bagaimana orang tahu bahwa ia masih berjuang?
Bagaimana orang melihat mimpinya yang belum menyerah setelah dua puluh tahun?
Hidup Memang Tidak Selalu Sesuai Rencana

Salah satu hal paling menyentuh dari drama ini adalah pesannya yang sederhana. Bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai strategi yang sudah kita susun.
Kadang kita sudah membuat rencana terbaik. Sudah bekerja keras. Sudah bertahan lebih lama dari yang seharusnya. Tetapi hasilnya tetap tidak datang sesuai waktu yang kita harapkan.
Namun We Are All Trying Here menunjukkan bahwa keterlambatan bukanlah akhir. Persahabatan Dong Man dengan rekan-rekannya yang sempat retak akhirnya kembali pulih. Orang-orang yang dulu saling menyebalkan akhirnya belajar memahami satu sama lain.
Dan setelah dua dekade berjuang, Dong Man akhirnya berhasil debut sebagai sutradara dan meraih penghargaan. Bukan pidato kemenangannya yang paling membekas.
Melainkan saat ia menyapa kakaknya, Hwang Jin Man, dan keponakannya, Hwang Yeong Sil. Dengan sederhana ia mengatakan bahwa sekarang mereka sudah bisa mencari namanya di internet. Kalimat itu terdengar sederhana.
Namun di baliknya tersimpan dua puluh tahun perjuangan, penolakan, rasa malu, kegagalan, dan ketekunan yang akhirnya terbayar.
We Are All Trying Here mengingatkan bahwa terkadang hidup memang tidak membawa kita ke tempat yang sudah direncanakan. Namun selama kita terus belajar dan terus berjalan, bukan tidak mungkin hati kita justru menemukan tempat yang memang seharusnya dituju sejak awal.
Last but not least, hidup bukan hanya soal berhasil atau gagal. Hidup adalah tentang terus mencoba. Jadi kamu yang sedang memperjuangkan sesuatu sekarang, terus semangat, karena kesuksesan datang tanpa pemberitahuan.