Ulasan

Catatan Terakhir Sam Sebelum Kematian: Membaca Ways to Live Forever

Catatan Terakhir Sam Sebelum Kematian: Membaca Ways to Live Forever
Ways to Live Forever (Dok.Pribadi/Oktavia)

Bagaimana rasanya mengetahui bahwa hidup kita tidak akan berlangsung lama? Pertanyaan itulah yang menjadi jantung dari Ways to Live Forever, novel karya Sally Nicholls yang pertama kali terbit pada tahun 2008.

Di Indonesia, buku ini diterjemahkan dengan judul Setelah Aku Pergi dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Dengan ketebalan sekitar 220 halaman, novel ini berhasil menghadirkan kisah yang sederhana, menyentuh, sekaligus mengajak pembaca merenungkan makna hidup dan kematian.

Sinopsis Novel

Tokoh utama novel ini adalah Sam McQueen, anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengidap leukemia limfoblastik akut (Acute Lymphoblastic Leukemia/ALL), salah satu jenis kanker darah yang paling sering menyerang anak-anak.

Berbeda dengan banyak tokoh dalam cerita bertema penyakit terminal yang digambarkan penuh kesedihan, Sam justru tampil sebagai anak yang cerdas, penasaran, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia.

Sam menyukai fakta-fakta unik. Ia tertarik pada hantu, UFO, ilmuwan, film horor, balon Zeppelin, dan terutama kematian. Karena tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, ia ingin memahami segala sesuatu tentang kematian. Sayangnya, orang-orang dewasa di sekitarnya sering kali menghindari pertanyaan yang diajukannya. Mereka takut membicarakan kematian kepada seorang anak. Namun Sam tidak berhenti bertanya.

Novel ini disusun dalam bentuk buku harian yang tidak biasa. Isinya bukan hanya catatan harian, tetapi juga daftar-daftar keinginan, foto, gambar, cerita pendek, tiket, serta kumpulan pertanyaan yang ditulis Sam selama minggu-minggu terakhir hidupnya.

Format ini membuat pembaca merasa seolah sedang membaca scrapbook pribadi milik seorang anak yang berusaha memahami dunia sebelum ia meninggalkannya.

Salah satu kekuatan terbesar buku ini terletak pada cara Sally Nicholls menggambarkan kematian. Tidak ada dramatisasi berlebihan atau upaya memaksa pembaca menangis sejak halaman pertama. Sebaliknya, kematian hadir sebagai sesuatu yang nyata, dekat, dan tidak bisa dihindari.

Kelebihan dan Kekurangan

Melalui sudut pandang Sam, pembaca diajak melihat bahwa ketakutan terbesar manusia sering kali bukan kematian itu sendiri, melainkan ketidaktahuan tentang apa yang akan terjadi setelahnya.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Sam cukup mengusik pikiran. Apa yang terjadi setelah seseorang meninggal. Pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas dalam benak banyak orang, tetapi jarang dibahas secara terbuka. Melalui Sam, pembaca diajak menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa merasa digurui.

Tokoh lain yang menarik perhatian adalah Felix, sahabat Sam yang juga mengidap penyakit serius dan menggunakan kursi roda. Felix memiliki karakter unik, kritis, dan sering kali memancing perdebatan. Ia menjadi teman diskusi yang sempurna bagi Sam. Percakapan mereka tentang Tuhan, kehidupan, dan kematian menjadi beberapa bagian paling menarik dalam novel ini karena menunjukkan bagaimana anak-anak mampu memikirkan persoalan besar dengan cara yang jujur dan lugas.

Meski tema utamanya adalah kematian, Ways to Live Forever sesungguhnya adalah novel tentang kehidupan. Sam tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib. Ia tetap bertengkar dengan ibunya, bercanda dengan adiknya Ella, dan membuat daftar hal-hal yang ingin ia lakukan sebelum meninggal. Sikapnya yang keras kepala sekaligus berani membuat pembaca semakin terikat secara emosional.

Rekomendasi Pembaca

Bagian paling menyentuh dari buku ini adalah daftar-daftar yang ditulis Sam menjelang akhir hidupnya. Salah satu pesannya berbunyi, “Kalian boleh saja sedih, tapi tidak boleh terlalu sedih. Kalau kalian selalu sedih waktu memikirkan aku, bagaimana kalian bisa mengingat aku?” Kalimat sederhana itu merangkum keseluruhan pesan novel: bahwa cinta dan kenangan jauh lebih penting daripada kesedihan yang berkepanjangan.

Ways to Live Forever bukan sekadar novel anak-anak tentang kanker. Ini adalah kisah tentang keberanian menghadapi kenyataan, tentang keluarga, persahabatan, dan tentang bagaimana menghargai hidup meski waktunya terbatas. Sally Nicholls berhasil menulis cerita yang mengharukan tanpa menjadi murahan, filosofis tanpa terasa berat, dan menyedihkan tanpa kehilangan harapan.

Tak heran jika nanti kamu menutup halaman terakhir buku ini dengan mata sembap. Sebab pada akhirnya, Sam McQueen tidak hanya mengajarkan cara menghadapi kematian, tetapi juga mengajarkan cara hidup dengan lebih bermakna.

Identitas Buku

  • Judul Asli: Ways to Live Forever
  • Penulis: Sally Nicholls
  • Penerjemah: Tanti Lesmana
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 2008 
  • Tebal: 220 halaman
  • ISBN: 9789792236538
  • Kategori: Buku Anak

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda