Ulasan

Mirah Singa Betina dari Marunda: Perjuangan dan Welas Asih Pendekar Wanita

Mirah Singa Betina dari Marunda: Perjuangan dan Welas Asih Pendekar Wanita
Mirah Singa Betina dari Marunda (Belajar Dari Buku)

Sewaktu mengeksplorasi buku di rak perpustakaan SMP dulu, aku justru menemukan satu buku yang seakan bernyawa. Dari judulnya saja, aku menerka-nerka bakal sekeren apa isinya, sebab kisahnya menonjolkan esensi kekuatan kaum hawa yang masih relate hingga sekarang. Buku itu berjudul Mirah: Singa Betina dari Marunda.

Mirah: Singa Betina dari Marunda adalah satu buku cerpen singkat karya Yulia Sukadi yang diterbitkan oleh Nuansa Aulia pada tahun 2013. Buku ini mengangkat konsep emansipasi wanita dengan background masa lampau di tanah Betawi. Lewat 168 halaman saja, aku sungguh terpana dengan kegigihan Mirah yang bak Srikandi itu.

Singa Betina yang Dikalahkan Pendekar Baru

Kisahnya dibuka dengan satu perampokan di rumah Babah Yong, yang membunuh para centeng-centengnya. Sedangkan si tuan rumah babak belur. Oleh karenanya, Tuan Ruys yang merupakan penguasa daerah Kemayoran pun turun tangan. Dia mencurigai sosok pemuda bernama Asni, yang merupakan warga Betawi sekaligus penggiat bela diri. Dari kecurigaan itulah, Tuan Ruys bermaksud menjebloskan Asni ke penjara.

Namun, Asni langsung menolak karena ini bukanlah kelakuannya. Oleh karenanya, Tuan Ruys justru menugaskan Asni untuk memburu perampok tersebut.

Maka, berangkatlah Asni memulai pencariannya ke penjuru tanah Betawi. Hingga dia sampai di suatu desa di Marunda, dan terpaksa beradu silat dengan para pendekar di sana karena dituduh hendak berbuat onar. Sampailah dia berhadapan dengan Mirah–putri semata wayang Bang Bodong, sang guru tinggi bela diri di Marunda–yang terkenal akan kepiawaian bela dirinya.

Namun siapa sangka, bahwa sejak matanya bersinggungan dengan Mirah, sekian keajaiban, cobaan, sampai kejutan dan misteri diungkap dalam hidupnya. Apakah Mirah bisa dijadikan sekutu? Atau lawan yang seharusnya diburu?

Pendekar Wanita Mempesona

Selepas membaca buku ini, aku tertawa-tawa macam orang gila. Sebab, buku ini memiliki plot yang seru berbumbu misteri tipis yang candu, dan mengajak pembaca untuk berpikir bersama. Di satu sisi, buku ini menyajikan lanskap sosial masyarakat Jakarta tempo dulu, termasuk adanya kalangan Tionghoa, Belanda, dan Betawi yang dieksekusi dengan legit, tanpa rasisme. Di sisi lain, kisahnya mengangkat emansipasi wanita dan kekuatan kaum hawa yang diwakili oleh Mirah.

Meski hanya setebal 168 halaman saja, tetapi nyawanya hidup dengan esensi lokal dan perjuangan tempo dulu yang kuat. Bukan soal adu pistol atau duel sengit semata, tetapi ada indikasi strategi serangan yang detail. Pun keterlibatan Mirah sebagai wanita kian memberikan warna cerah untuk buku ini. Sosoknya tidaklah dieksploitasi demi hiburan singkat, melainkan dilibatkan langsung dalam peperangan mengingat background-nya sebagai pendekar wanita asal Marunda.

Gaya bahasa bukunya pun disesuaikan dengan background masing-masing karakter. Sebagaimana dialog Bang Bodong yang mengusung beberapa diksi Betawi, Babah Yong dengan diksi Tionghoa, dan Tuan Ruys dengan diksi Belanda. Sehingga, buku ini nggak hanya menyuguhkan bahasa inti yakni bahasa Indonesia semata, tetapi hembusan warna dari berbagai perbedaan yang ada.

Plot Hole, Atau Memang Kurang Penjabaran Semata?

Buku ini memang memiliki plot seru, sangar, dan kece dengan warna-warna budaya yang beragam. Pun terhadap hubungan Asni dan Mirah yang bak enemy to lovers tuh manisnya pas. Namun, buatku masih ada beberapa kejanggalan .

Pertama, saat Mirah dijodohkan dengan Asni oleh Bang Bodong setelah kalah berduel di Marunda, kok Mirah manut-manut saja? Tiba-tiba nurut begitu, lho. Maksudku, kok nggak ada mencak-mencaknya? Kan dia dinikahi sama lawan bertarung yang kuat, bahkan memiliki kemampuan jauh di atasnya? Egomu ke mana, mbak?

Kedua, soal misteri silsilah keluarga Asni dan Tirta setelah penumpasan kelompok perampok yang menyerang Babah Yong. Kalaulah Tirta tahu mereka masih keluarga, kenapa dipendam sendiri? Apakah memang didesain sebagai esensi misteri dan dramanya?

Ketiga, kenapa Asni dan Tirta nggak memiliki dialog dengan aksen? Maksudku, sebagaimana Bang Bodong yang memiliki beberapa penuturan diksi Betawi, atau Tuan Ruys yang memiki diksi bahasa Belanda. Tapi, mereka berdua murni menggunakan bahasa Indonesia tanpa campuran dialek daerah. Jadi, terkesan abu-abu ya.

Kekuatan Wanita Janganlah Dianggap Sepele

Esensi kehadiran Mirah memang khas pendekar petarung yang mirip dengan karakter Merida atau Mulan dari universe Disney. Namun sekalipun kekuatannya sanggup menumbangkan pendekar lelaki–kecuali Asni–dia nggak serta merta jadi pemimpin. Masih ada esensi nilai adat ketimuran, dan nilai moral tentang saling menghargai pasangan.

Sebagaimana Mirah yang menghormati Asni, begitupun sebaliknya. Buku ini nggak mengajarkan paham saling menang sendiri, melainkan esensi gotong royong dalam kesungguhan berumah tangga. Di mana lelaki nggak meremehkan wanita, dan wanita yang nggak merendahkan lelaki. Jatuhnya adalah hubungan yang adem ayem mencapai tujuan bersama.

Bisa dibilang, buku ini bisa dibaca seluruh usia, sebab nyaris sepanjang plot berisi amanat-amanat perihal kehidupan. Pun romansanya pun dieksekusi dengan nilai welas asih, kasih sayang murni, tanpa harassment sexual. Diksinya memang sederhana, tetapi sangat menyentuh karena nilai kemanusiaan yang mendalam sanubari.

Secara harfiah, buku ini mengajarkan prinsip perjuangan. Namun, kalau ditelaah lebih dalam, terdapat makna-makna kesetiaan, kejujuran, perjuangan, sampai welas asih yang nyata. So, aku memberikan nilai 9/10 untuk Mirah: Singa Betina dari Marunda.

Identitas Buku

  • Judul: Mirah Singa Betina dari Marunda
  • Penulis: Yulia Sukadi
  • ISBN/ISSN: 979-1272-76-X
  • Genre: crime, adventure, historical
  • Bahasa: Bahasa Indonesia
  • Penerbit: Nuansa Aulia
  • Tahun Terbit: 2013
  • Jumlah Halaman: 168

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda