Ulasan
Harimau Galak Pensiun Jadi Penjual Kue? Intip Menggemaskannya 'Mr. Tigers Snacks'
Ketika sedang scrolling platform Webtoon guna mencari komik-komik kece setelah terpingkal-pingkal dengan Kindergarten of Divine Beasts dan Dr. Kim’s Odd Creature, aku justru menemukan satu komik fabel berjudul Mr. Tiger’s Snacks.
Mengutip laman Mangaupdates, Mr. Tiger’s Snacks adalah manhwa karya Jeong Dawoon yang tayang sejak tahun 2024 di platform Naver series, termasuk Webtoon. Manhwa ini mengusung genre shounen, slice of life, dan kuliner yang dikemas dalam konsep cerita fabel, di mana para tokohnya adalah binatang. Manhwa ini juga memiliki judul alternatif, yakni Bungeoppang Ajeossi.
Harimau yang Tobat dan Menjadi Penjual Makanan
Mr. Tiger’s Snacks mengisahkan tentang Hoseok, seekor harimau yang memilih pensiun dini dari pekerjaannya di organisasi hitam underground. Perusahaannya mirip seperti perusahaan pinjaman dana, tetapi eksekusinya lebih sadis dan dipimpin oleh seekor harimau putih.
Masalahnya, Hoseok yang digadang-gadang bakal dijadikan pewaris perusahaan justru memiliki hati yang lembut layaknya hello kitty. Alih-alih meneruskan kekejaman duniawi, Hoseok memilih mundur guna mewujudkan mimpinya sebagai pengusaha penjual makanan.
Begitu lepas dari organisasi hitam tersebut, Hoseok bertemu dengan nenek kelinci penjual bungeoppang, yakni kue berbentuk ikan berisi selai kacang merah khas Korea. Sang nenek lantas mewariskan kedai kecilnya kepada Hoseok saat melihat ketulusan harimau tersebut. Tanpa disangka, nenek kelinci itu rupanya adalah seorang CEO yang menyamar, dan berjualan bungeoppang hanyalah hobinya semata. Berangkat dari kedai kecil itulah, petualangan Hoseok yang penuh perjuangan dan dinamika psikologis dimulai.
Kegigihan dan Ketelatenan yang Wajib Diilhami
Tadinya, aku mengeklik manhwa ini karena eksekusi fabelnya yang unik dan memadukan unsur makanan khas Korea. Dari situ, aku langsung suka dengan Hoseok, seekor harimau besar yang berhati hello kitty. Visualnya mirip dengan kucing oren yang bisa garang sekaligus imut. Pokoknya keren dan menggemaskan.
Namun, semakin membaca bab-bab lanjutan, aku justru dibuat terpukau dengan eksekusi cerita yang lebih dalam. Manhwa ini tidak hanya sekadar kisah binatang yang berlaku layaknya manusia, di mana mereka bersekolah, bekerja sebagai kuli, hingga menjadi penagih utang dan detektif. Manhwa ini menyajikan ritme duniawi yang lebih kompleks dan sangat relevan dengan kehidupan manusia itu sendiri.
Mr. Tiger’s Snacks memang fokus pada impian Hoseok dalam berjualan bungeoppang. Namun, justru di situlah letak permainan mentalnya. Para pembaca diajak menyaksikan kegigihan dan ketelatenan Hoseok dalam bisnisnya. Entah gangguan dari organisasi gelap tempatnya pernah bernaung, respons publik yang membenci harimau karena reputasinya, hingga keberadaan babi pengacau.
Terlepas dari alur kisahnya yang mengaduk perasaan, gaya seni Jeong Dawoon terasa hangat dan lucu. Binatang-binatang lansia didesain rapuh tetapi bijaksana, binatang anak-anak dibikin ceria penuh semangat, dan binatang dewasa digambar begitu prima dengan sifat yang mengadopsi karakter manusia usia 20-an hingga 30-an.
Menemukan Kehangatan yang Kian Lenyap
Saat membaca Mr. Tiger’s Snacks, aku merasa bahwa penyampaian maknanya lebih menyentuh hati ketimbang manhwa-manhwa bertema manusia pada umumnya. Mungkin karena penggunaan karakter seekor harimau yang sepintas garang, galak, dan mengerikan, ternyata memiliki kepribadian yang sopan, kalem, dan gigih dalam berusaha.
Hal ini sangat relevan di kehidupan bermasyarakat. Kita sering menghakimi orang dari penampilan luar tanpa mau tahu bagaimana kepribadian aslinya. Selain itu, kegagalan dan keberhasilan Hoseok sangat bisa dirasakan oleh para pelaku usaha. Ada kalanya pelanggan datang berjubel, ada kalanya sepi senyap bagaikan kuburan. Manhwa ini juga menunjukkan pentingnya semangat, gotong royong, dan menjadi diri sendiri. Ini bukan tipe cerita dramatis yang cengeng, melainkan menyajikan kehangatan sosial yang tampaknya mulai lenyap dari kehidupan manusia modern.
Catatan untuk Sebuah Karya Fiksi
Kendati manhwa ini menawarkan nilai-nilai kehangatan sosial dan kegigihan Hoseok dalam bisnis, Mr. Tiger’s Snacks juga menyuguhkan logika yang cukup unik. Oke, aku tahu kalau ini adalah cerita fabel dan merupakan karya fiksi yang harusnya tidak perlu didebat. Namun, logiskah jika harimau naksir rubah?
Di sini, Hoseok yang seorang harimau dikisahkan berhati lembut dan penyabar. Ada pula cacat logika lain di mana harimau bersahabat dengan binatang-binatang herbivora. Padahal, kita semua tahu bahwa di alam liar harimau adalah puncak rantai makanan.
Oleh karenanya, manhwa ini sebaiknya dibaca untuk kalangan 15 tahun ke atas mengingat adanya logika dunia fabel yang sengaja dibangun sedemikian rupa. Kalau dibandingkan dengan kisah Si Kancil, tentu pendekatannya berbeda. Si Kancil tetap mengedepankan kelogisan di mana harimau adalah predator ganas yang tidak bisa bersahabat dengan kelinci, kambing, atau domba. Meski begitu, Mr. Tiger’s Snacks tetap menawarkan permainan mental yang hangat dan interaksi para binatang yang lucu menggemaskan. Aku memberikan nilai 8/10 untuk manhwa ini.
Identitas Manhwa
- Judul: Mr. Tiger’s Snacks
- Judul Alternatif: Bungeoppang Ajeossi
- Penulis: Jeong Dawoon
- Genre: Shounen, slice of life, fabel
- Negara Asal: Korea Selatan
- Rilis: 2024
- Platform: Naver, Webtoon
- Status: On-going