Ulasan

Review Film Enola Holmes 2: Petualangan Menegangkan Gadis Cerdas di London

Review Film Enola Holmes 2: Petualangan Menegangkan Gadis Cerdas di London
Poster film Enola Holmes 2 (IMDb)

Enola Holmes 2, yang dirilis pada 4 November 2022 secara eksklusif di Netflix, merupakan sekuel yang sukses dari film pertama tahun 2020. Disutradarai oleh Harry Bradbeer dan dibintangi Millie Bobby Brown sebagai Enola Holmes, film ini memperluas dunia detektif muda yang penuh semangat tersebut dengan elemen misteri yang lebih matang, aksi dinamis, dan tema sosial yang relevan. Dengan durasi 129 menit, film ini berhasil menggabungkan petualangan, romansa, dan kritik terhadap ketidakadilan sosial di era Victoria, sekaligus mempertahankan pesona ringan yang membuatnya cocok untuk penonton keluarga.

Aksi Seru Kakak Beradik Holmes Pecahkan Misteri

Salah satu adegan di film Enola Holmes 2 (IMDb)
Salah satu adegan di film Enola Holmes 2 (IMDb)

Plot film dimulai dengan Enola yang baru saja mendirikan agensi detektif pribadinya sendiri di London. Berbeda dengan saudaranya yang terkenal, Sherlock Holmes (Henry Cavill), Enola kesulitan mendapatkan klien karena usia dan gender-nya. Saat ia hampir menyerah, seorang gadis miskin bernama Bessie Chapman (Serrana Su-Ling Bliss) datang meminta bantuan untuk mencari kakaknya, Sarah Chapman (Hannah Dodd), yang hilang. Kasus sederhana ini segera berkembang menjadi konspirasi besar yang melibatkan pabrik korek api Bryant & May, di mana para pekerja wanita menderita keracunan fosfor akibat kondisi kerja yang buruk—sebuah referensi nyata terhadap pemogokan matchgirls tahun 1888.

Enola menyelidiki pabrik yang suram, teater musik yang hidup, hingga kalangan atas masyarakat. Ia bertemu kembali dengan teman-temannya, termasuk Lord Tewkesbury (Louis Partridge) yang kini lebih terlibat secara romantis, serta ibunya Eudoria (Helena Bonham Carter) yang tetap menjadi inspirasi feminis. Sherlock pun ikut terlibat ketika kasus Enola bersinggungan dengan penyelidikannya sendiri tentang skema pemerasan yang melibatkan seorang jenius kriminal bernama Mira Troy (Sharon Duncan-Brewster), yang merupakan interpretasi unik dari sosok Moriarty. Cerita bergerak cepat dengan twist yang cerdas, aksi kejar-kejaran yang mendebarkan, dan klimaks yang memuaskan di mana Enola membuktikan kemampuannya sebagai detektif independen.

Review Film Enola Holmes 2

Salah satu adegan di film Enola Holmes 2 (IMDb)
Salah satu adegan di film Enola Holmes 2 (IMDb)

Dari segi akting, Millie Bobby Brown kembali menjadi bintang utama. Ia memerankan Enola dengan karisma yang kuat—campuran antara kecerdasan tajam, kerapuhan remaja, dan tekad baja. Interaksi fourth-wall breaking-nya tetap menghibur, meski agak kaku. Henry Cavill memberikan kedalaman emosional pada Sherlock, menunjukkan sisi saudara yang peduli di balik kepribadiannya yang logis. Louis Partridge menyumbang chemistry romantis yang manis dengan Enola, sementara Helena Bonham Carter dan David Thewlis (sebagai Superintendent Grail) memberikan penampilan pendukung yang kuat. Visual film indah dengan set period yang detail, kostum elegan, dan sinematografi yang hidup, terutama dalam adegan teater dan pabrik.

Film ini unggul dalam menyampaikan pesan pemberdayaan perempuan dan pentingnya solidaritas. Enola belajar bahwa meski mandiri, ia tetap membutuhkan dukungan orang lain. Tema ini terasa autentik dan menginspirasi, terutama untuk penonton muda. Skor musik dan koreografi tarian juga menjadi highlight, menambah nuansa menyenangkan di tengah ketegangan misteri.

Film Enola Holmes 2 telah tersedia untuk streaming di Netflix Indonesia sejak tanggal rilis globalnya, yaitu 4 November 2022. Hingga saat ini, film ini masih dapat ditonton secara lengkap di platform tersebut, termasuk opsi download untuk offline. Tidak ada indikasi penghapusan, sehingga mudah diakses oleh pelanggan Netflix di Indonesia.

Salah satu adegan paling emosional adalah pertemuan dan percakapan antara Enola dengan ibunya, Eudoria. Di tengah kekacauan konspirasi, Eudoria menasihati putrinya tentang keseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan pada orang lain. Kata-kata seperti “Sometimes you’ll stumble… if you stay true to yourself, the path will always find you again” disampaikan dengan intensitas mendalam oleh Helena Bonham Carter, membuatku merasakan ikatan ibu-anak yang kuat sekaligus perjuangan Enola sebagai wanita muda di masyarakat patriarkal. Adegan ini menyentuh hati karena menggabungkan kerentanan Enola dengan kekuatan yang ia warisi dari ibunya.

Kalau adegan yang paling kuingat saat nonton film ini adalah adegan latihan dansa antara Enola dan Tewkesbury. Dalam persiapan untuk menyusup ke acara sosial, Tewkesbury mengajari Enola menari dengan penuh kesabaran dan kelembutan. Adegan ini romantis, lucu, dan penuh chemistry, menonjolkan perkembangan hubungan mereka dari teman menjadi pasangan. Gerakan dansa yang canggung Enola berubah menjadi momen intim yang manis, menjadi highlight romansa yang manis. Selain itu, klimaks aksi di pabrik dengan Enola melawan antagonis utama juga sangat memorable karena intensitas dan pesan keadilan sosialnya.

Pada akhirnya, Enola Holmes 2 adalah sekuel yang lebih baik dari pendahulunya. Film ini menawarkan hiburan berkualitas yang cerdas, menghibur, dan bermakna. Meski ada sedikit kelemahan dalam pacing beberapa bagian, kekuatan akting, cerita, dan nilai produksinya membuatnya layak ditonton berulang kali. Aku rekomendasikan bagi penggemar misteri, petualangan, dan cerita pemberdayaan. Rating pribadi: 7.8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda