Ulasan

Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu

Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu
Chicken Tokio Goulash Zenbu. (Dok Pribadi/Tarassa Q)

Kalau berbicara soal Zenbu, saya termasuk pelanggan yang sudah punya menu favorit. Hampir setiap kali berkunjung, pilihan saya tidak jauh dari Mozaru yang terkenal dengan lelehan kejunya, sushi, atau semangkuk ramen. Karena sudah merasa nyaman dengan menu-menu tersebut, saya hampir tidak pernah melirik hidangan lain. Namun, pada kunjungan terakhir, perhatian saya tertuju pada salah satu menu baru mereka, yaitu Chicken Tokio Goulash.

Sejujurnya, saat pertama kali melihatnya, saya sempat ragu. Dalam benak saya, datang ke restoran Jepang biasanya identik dengan sushi, donburi, atau ramen, bukan nasi goreng. Saya bahkan tidak pernah terpikir akan memesan nasi goreng di restoran Jepang. Meski begitu, rasa penasaran akhirnya mengalahkan keraguan. Dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi, saya memutuskan untuk mencobanya.

Ternyata, gigitan pertama langsung membuat saya berubah pikiran.

Chicken Tokio Goulash terdiri dari garlic fried rice atau nasi goreng bawang putih yang dimasak di atas hot plate dan disiram saus goulash, kemudian dipadukan dengan kare Jepang yang kental. Kombinasi ini terdengar tidak biasa, tetapi justru menghasilkan perpaduan rasa yang sangat harmonis. Garlic fried rice-nya memiliki cita rasa gurih dengan tingkat kepedasan yang cukup terasa, sementara saus goulash dan kare Jepang memberikan rasa yang kaya, creamy, sekaligus sedikit manis khas kari Jepang.

Yang paling membuat saya terkejut adalah kualitas karenya. Teksturnya benar-benar kental dan melapisi nasi dengan sempurna sehingga setiap suapan terasa penuh rasa. Potongan daging ayamnya juga cukup banyak dan ukurannya memuaskan, sehingga tidak terasa pelit isian. Porsi nasinya pun menurut saya sangat pas untuk makan siang, mengenyangkan tanpa terasa berlebihan.

Untuk melengkapi hidangan, saya memilih tambahan telur setengah matang. Saat kuning telurnya bercampur dengan kare dan nasi, rasanya menjadi semakin creamy dan nikmat. Namun, bagi yang kurang menyukai telur setengah matang, tidak perlu khawatir karena pengunjung juga bisa meminta telur yang dimasak hingga matang.

Hal lain yang saya sukai adalah penyajiannya menggunakan hot plate. Hidangan tetap panas hingga suapan terakhir, sehingga rasa dan aromanya tetap terjaga. Sensasi mendengar bunyi desisan saat makanan datang ke meja juga membuat pengalaman makan terasa lebih menggugah selera.

Sebagai penggemar keju, saya juga menambahkan topping mozzarella di atas Chicken Tokio Goulash. Keju yang meleleh berpadu dengan kare menghasilkan rasa yang semakin gurih dan creamy tanpa terasa berlebihan. Dengan tambahan mozzarella tersebut, harga menu yang saya bayar menjadi Rp79.000, dan menurut saya masih sepadan dengan rasa serta porsinya.

Selain menu utama, saya juga memesan beberapa pendamping berupa miso soup, edamame, serta segelas teh ocha yang bisa diisi ulang. Keseluruhan menu tersebut membuat makan siang terasa lengkap. Total yang saya keluarkan untuk makan sendiri mencapai Rp139.000, sudah termasuk pajak dan biaya servis.

Menariknya, Chicken Tokio Goulash tidak hanya tersedia dalam varian ayam. Zenbu juga menghadirkan tiga pilihan lainnya, yaitu Hokube Beef, Truffle Wagyu, dan Seafood. Dengan pengalaman yang sangat memuaskan pada varian ayam, saya jadi penasaran untuk mencoba varian lainnya pada kunjungan berikutnya.

Bagi saya, Chicken Tokio Goulash menjadi salah satu kejutan paling menyenangkan dari menu baru yang pernah saya coba. Berangkat dengan ekspektasi yang rendah karena menganggap nasi goreng bukan pilihan yang menarik di restoran Jepang, saya justru menemukan salah satu hidangan yang rasanya sangat berkesan. Perpaduan garlic fried rice yang pedas, kare Jepang yang kental, potongan ayam yang melimpah, serta tambahan mozzarella benar-benar membuat menu ini layak dicoba.

Jika kembali makan di Zenbu, saya hampir bisa memastikan Chicken Tokio Goulash akan masuk dalam daftar pesanan saya lagi. Untuk rasa, porsi, dan pengalaman bersantap secara keseluruhan, saya memberikan nilai 9/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda