Ulasan

Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!

Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
Poster film Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil (IMDb)

Film Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil (judul Jepang: Eiga Doraemon Shin Nobita no Kaiteiki Ganj) merupakan film ke-45 dalam seri film Doraemon yang dirilis pada tahun 2026.

Film ini merupakan remake dari film klasik tahun 1983 berjudul Doraemon: Nobita and the Castle of the Undersea Devil, yang diadaptasi dari cerita panjang karya Fujiko F. Fujio.

Disutradarai oleh Tetsuo Yajima dengan skenario oleh Isao Murayama, film ini menghadirkan petualangan bawah laut yang penuh imajinasi, persahabatan, dan pesan moral khas Doraemon.

Dengan durasi sekitar 102 menit, film ini menggabungkan elemen fantasi ilmiah dengan visual animasi yang memukau, menjadikannya tontonan yang cocok untuk seluruh keluarga.

Nobita dan El: Bersatunya Dua Peradaban demi Menjaga Kedamaian Semesta

Tangkapan layar adegan di film Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil (IMDb)
Tangkapan layar adegan di film Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil (IMDb)

Cerita bermula saat Nobita, Shizuka, Gian, Suneo, dan Doraemon tidak sepakat mengenai lokasi liburan musim panas. Doraemon mengusulkan berkemah di tengah lautan menggunakan gadget ajaib seperti Underwater Buggy (sebuah kendaraan bawah air yang memiliki kepribadian) dan Tekio Light (lampu adaptasi yang memungkinkan mereka bernapas dan bergerak di bawah air).

Petualangan mereka berubah dramatis setelah menemukan kapal karam dan bertemu dengan El, seorang pemuda misterius dari Federasi Mu, sebuah peradaban bawah laut yang mendiami lautan luas.

Penduduk Mu awalnya tidak mempercayai manusia daratan, tetapi ancaman dari Castle of the Undersea Devil mkn (Lau Dai Iblis Bawah Laut) memaksa mereka bekerja sama.

Kastil tersebut ternyata terkait dengan Atlantis yang dikuasai robot, yang mengancam kehancuran Bumi akibat kesalahpahaman atas letusan gunung berapi.

Review Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil

Tangkapan layar adegan di film Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil (IMDb)
Tangkapan layar adegan di film Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil (IMDb)

Film ini berhasil merevitalisasi cerita klasik dengan sentuhan modern. Visual bawah laut yang indah, termasuk pertemuan dengan makhluk laut raksasa dan kota-kota bawah air yang megah, menjadi daya tarik utama.

Karakter Buggy, kendaraan yang sempat dianggap remeh, berkembang menjadi anggota kelompok yang penuh emosi dan humor.

El juga hadir sebagai karakter baru yang karismatik, memperkaya dinamika kelompok. Tema utama film ini adalah kepercayaan, persahabatan lintas budaya, dan pentingnya memahami perspektif orang lain.

Nobita, meski sering digambarkan ceroboh, menunjukkan keberanian dan empati yang menginspirasi, sementara Shizuka berperan penting dalam menjembatani konflik.

Film ini tayang perdana di Jepang pada 27 Februari 2026 dan mencapai kesuksesan komersial dengan menduduki peringkat pertama box office selama beberapa minggu. Di Indonesia, film ini dirilis pada 15 Juli 2026 oleh distributor seperti CBI Pictures, tayang di jaringan bioskop besar seperti CGV, Cinema XXI, Cinépolis, dan lainnya dalam format 2D reguler serta 4DX.

Penayangan ini memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menikmati petualangan segar Doraemon di layar lebar, terutama bagi generasi muda yang mungkin belum familiar dengan versi 1983.

Salah satu adegan paling emosional terjadi pada klimaks cerita, ketika situasi tampak putus asa. Para karakter utama ditangkap, dan Doraemon berada dalam kondisi kritis.

Shizuka, yang biasanya tenang, menangis di atas Doraemon. Air matanya secara tak sengaja membangunkan Buggy dari kantong ajaib Doraemon.

Buggy, yang telah mengalami perkembangan emosional sepanjang film, kemudian melakukan pengorbanan heroik dengan menyerang musuh utama untuk menyelamatkan teman-temannya.

Adegan ini menyentuh hati karena menggambarkan ikatan persahabatan yang melampaui batas, di mana bahkan sebuah mesin pun bisa belajar tentang cinta dan pengorbanan. Suara tangis Shizuka dan animasi ekspresi Buggy yang penuh tekad menciptakan momen yang mengharukan, mengingatkanku akan nilai kesetiaan sejati.

Adegan paling berkesan setelah menonton adalah saat kelompok Nobita akhirnya dianggap sebagai pahlawan oleh penduduk Mu. Setelah mengalahkan ancaman kastil iblis, mereka kembali ke permukaan dengan membawa pelajaran berharga tentang kepercayaan dan harmoni antara manusia daratan dan bawah laut.

Adegan penutup ini, diiringi musik uplifting dan visual laut yang tenang, meninggalkan kesan mendalam tentang harapan untuk perdamaian. Buggy yang hidup kembali atau kenangan akan perjalanannya juga menambah lapisan emosional. Adegan ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengajakku dan penonton yang lain merefleksikan pentingnya menjaga lingkungan laut dan menghargai perbedaan.

Jadi bisa kusimpulkan, Doraemon the Movie: New Nobita and the Castle of the Undersea Devil adalah remake yang sukses. Film ini mempertahankan pesona klasik sambil menambahkan elemen visual dan emosional yang lebih kaya.

Dengan cerita yang ringan namun bermakna, serta humor khas Doraemon, film ini layak ditonton oleh penggemar lama maupun baru.

Ia mengingatkan kita bahwa petualangan sejati dimulai dari keberanian untuk memahami dan bekerja sama. Rekomendasi tinggi untuk keluarga yang mencari hiburan berkualitas. Rating pribadi: 7.8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda