Ulasan

Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup

Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup
Menjauh - Official Visualizer (Youtube/Vanessa Zee)

Belum lama ini Vanessa Zee, penyanyi pendatang baru jebolan Indonesian Idol season XIII merilis single terbarunya yang berjudul Menjauh. Sebuah lagu yang menggambarkan perpisahan dua orang dengan cara yang berbeda. Jika biasanya retaknya suatu hubungan diawali dengan pertengkaran, patah hati dalam lagu Menjauh ini digambarkan karena jarak yang muncul.

Kalau saya pahami, lagu Menjauh seolah sedang bercerita tentang dua orang yang awalnya saling mencintai. Namun, salah satunya perlahan mulai menjaga jarak tanpa alasan yang jelas. Sementara yang lain memilih bertahan, mencoba berkomunikasi, dan menganggap jarak itu sebagai jeda untuk saling memahami. Sayangnya, yang ia pikir sebagai proses memperbaiki hubungan ternyata justru menjadi cara pasangannya untuk menjauh dan pergi pelan-pelan dari kehidupannya.

Menjauh tanpa memberi kepastian sering kali menjadi bentuk perpisahan yang paling menyakitkan. Bukan karena ada pertengkaran besar, tetapi karena seseorang dibiarkan terus berharap pada hubungan yang sebenarnya sudah selesai di pihak lainnya. Jika saya bayangkan, ini seperti orang yang saling sayang, lalu berjarak, dan berakhir asing. Bagi pihak yang ditinggalkan perpisahan seperti ini meninggalkan luka yang jauh lebih dalam daripada perpisahan dengan kata “pamit”.

“Tak mau kah terus berusaha, bisa saja tidak akan sia-sia. Terlihat salah jika memaksa. Namun sulit untuk terus mengalah. Tentang akhir cerita, yang kau hindari sejak lama.”

Bait pembuka ini seolah menggambarkan tentang dilema orang yang ingin mempertahankan hubungan. Ada harapan kecil untuk memperjuangkan cinta, tapi di sisi lain ia pun tak ingin memaksa pasangannya untuk tetap tinggal. Sebenarnya dia belum siap untuk melepas dan merelakan, tapi masalahnya bertahan juga terasa seperti bukan jawaban.

“Kau menjauh, seakan tuk memahami. Kupikir kau sudah coba tuk mengerti. Ternyata itu jalanmu untuk pergi dan tak lagi peduli.”

Menurut saya, bagian reff ini menjadi bagian paling menyakitkan dari lagu Menjauh. Saat jarak mulai tercipta, ia mengira itu adalah jeda yang sengaja diambil untuk menenangkan diri dan mencoba memahami semuanya sebelum kembali. Namun, realitanya orang yang ia tunggu justru sedang menggunakan jarak itu untuk semakin menjauh dan tidak lagi peduli. Itulah mengapa, di awal saya bilang rasanya jauh lebih menyakitkan daripada sebuah pertengkaran yang menyebabkan hubungan berakhir.

“Bisakah kita berdebat biasa, tak diakhiri dengan terserah. Kuyakin pasti ada marah dan kecewa daripada kita harus berpisah. Masih adakah lain cara yang kau inginkan juga?”

Hubungan yang sehat bukan hubungan tanpa konflik. Seseorang kadang bisa saja berdebat dan beda pendapat dengan pasangannya. Namun, dari sana seharusnya itu menjadi ruang untuk keduanya berkomunikasi dan mencari jalan tengah. Bukan malah mengakhiri perdebatan dengan kata “terserah” yang sering kali jadi tanda seseorang yang sudah terlalu lelah dan enggan untuk terus memperjuangkan hubungan. Pertanyaan yang menutup bait ini rasanya seperti usaha terakhir yang dipilih seseorang untuk mendengarkan keinginan pasangannya.

Sebenarnya dia masih berharap, tetapi pengulangan reff di sini seolah menunjukkan jika harapan yang ada kian menipis. Hubungan yang dia kira masih bisa dipertahankan justru malah semakin terasa berjarak. Ia memang belum menyerah, tetapi mulai berusaha menerima jika jarak itu telah berubah menjadi tanda bahwa seseorang memang memilih pergi.

“Hati-hati ku berbicara. Dalam memilih kata-kata. Kucoba jadi yang lebih dewasa.”

Ia sebenarnya sudah melakukan banyak usaha untuk memperbaiki hubungan. Menjaga ucapan, mengendalikan emosi, hingga belajar menjadi lebih dewasa. Semua ia coba lakukan sebab percaya hubungannya masih bisa diselamatkan jika ia berubah. Namun, ternyata persoalannya tidak sesederhana tentang benar dan salah atau siapa yang bersedia mengalah.

“Kini ku lelah berusaha, kini ku terima terserah. Kubiarkan kau memilih akhirnya. Kau tetap menjauh, semakin menjauh.”

Puncaknya, ia merasa seluruh usahanya sia-sia. Ia menyerah, energinya untuk berusaha sudah mencapai batas. Dia sadar, sebanyak apapun upayanya, hubungan tetap tidak bisa diperjuangkan jika hanya satu pihak saja yang ingin bertahan. Sementara yang lain tetap menjauh. Dan akhirnya, mereka tetap berpisah.

Secara keseluruhan, lagu Menjauh menjelaskan bahwa terkadang hubungan tidak berakhir karena adanya pertengkaran besar antara dua orang. Ada hubungan yang selesai karena satu pihak sudah berhenti berusaha, sedangkan pihak lain masih terus berharap. Dari lagu ini kita belajar bahwa mempertahankan hubungan butuh usaha dari dua orang. Dan kadang, ketika bertahan terasa terlalu menyakitkan, merelakan menjadi cara terakhir untuk mencintai. Sebab hubungan memang tidak akan bisa dipertahankan jika hanya satu pihak yang berjuang.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda