Ulasan
Teropong Pendidikan Kita: Membaca Wajah Pendidikan Indonesia 2006-2007
Bagaimana wajah pendidikan Indonesia lebih dari satu dekade lalu? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui Teropong Pendidikan Kita: Antologi Artikel 2006–2007, sebuah buku yang menghimpun berbagai tulisan opini, artikel, dan pandangan para pakar serta pengamat pendidikan yang pernah dimuat di media massa.
Buku ini tidak sekadar menjadi kumpulan tulisan lama. Di dalamnya tersimpan potret pemikiran, kegelisahan, kritik, dan harapan terhadap dunia pendidikan Indonesia pada masa 2006–2007. Karena berbentuk antologi tulisan pendek, sampul depannya pun dibuat secara khas dengan menampilkan potongan-potongan judul artikel yang menjadi bagian dari isi buku.
Judul-judul tersebut sekilas tampak terpisah, tetapi jika dibaca secara keseluruhan, justru memperlihatkan luasnya persoalan pendidikan yang sedang diperbincangkan pada masa itu.
Isi Buku
Beberapa judul yang ditampilkan antara lain “Mau Diapakan Bahasa Indonesia?”, “Kepala Sekolah, Menjadi Guru yang Selalu Ditunggu”, “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, “Guru Indonesia, Terjajah atau Merdeka”, “Pembelajaran Menyosialisasikan TIK di Kelas”, hingga “Membumikan Motivasi Siswa Belajar Bahasa Inggris”.
Ada pula tulisan yang menyoroti kurikulum, Ujian Nasional, pendidikan tinggi, teknologi informasi, hingga persoalan komersialisasi perguruan tinggi.
Keragaman tema tersebut menunjukkan bahwa problem pendidikan tidak pernah berdiri sendiri. Persoalan sekolah berkaitan dengan kualitas guru, kualitas guru berkaitan dengan sistem pendidikan, sementara sistem pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pemerintah dan perubahan sosial.
Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah jumlah tulisan yang sangat besar. Teropong Pendidikan Kita memuat 843 naskah yang dikelompokkan berdasarkan bidang pembahasan. Sebanyak 199 artikel membahas pendidikan dasar dan menengah, sementara 104 naskah mengangkat persoalan pendidikan tinggi.
Selain itu, terdapat 94 tulisan mengenai peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan serta 445 artikel yang berkaitan dengan pendidikan nonformal dan berbagai isu umum yang masih berhubungan dengan dunia pendidikan.
Besarnya jumlah tulisan tersebut membuat buku ini dapat dilihat sebagai semacam arsip pemikiran pendidikan Indonesia. Ia merekam bagaimana masyarakat, akademisi, praktisi, dan pengamat melihat pendidikan pada periode tersebut.
Tema mengenai kurikulum dan Ujian Nasional, misalnya, memperlihatkan bahwa perdebatan mengenai evaluasi pendidikan bukanlah persoalan baru. Begitu pula isu kualitas guru, manajemen sekolah, penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran, serta tantangan pendidikan tinggi. Banyak persoalan yang muncul dalam tulisan-tulisan tersebut masih terasa relevan ketika pendidikan Indonesia dibicarakan hari ini.
Di sinilah nilai penting buku ini. Antologi ini memungkinkan pembaca melihat pendidikan bukan hanya melalui statistik atau dokumen kebijakan, tetapi melalui suara dan opini yang berkembang di ruang publik. Artikel-artikel tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan pendidikan diterima, dipertanyakan, dikritik, bahkan diharapkan dapat membawa perubahan.
Kelebihan dan Kekurangan
Buku ini juga memperlihatkan bahwa perubahan zaman tidak otomatis menghapus persoalan lama. Teknologi pendidikan mungkin telah berkembang pesat, kurikulum telah mengalami berbagai perubahan, dan sistem pembelajaran terus beradaptasi.
Namun, pertanyaan mendasar seperti bagaimana meningkatkan kualitas guru, bagaimana membuat sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang bermakna, serta bagaimana membangun kebijakan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik tetap menjadi pekerjaan besar.
Teropong Pendidikan Kita merupakan dokumen yang merekam denyut perdebatan pendidikan Indonesia pada suatu periode tertentu. Membacanya kembali hari ini memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang lebih penting: dari begitu banyak kritik, gagasan, dan persoalan yang telah dibicarakan sejak 2006–2007, berapa banyak yang benar-benar telah berubah?
Sebab pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan baru. Pendidikan juga membutuhkan kemampuan untuk belajar dari persoalan yang pernah terjadi.
Dan dalam hal itu, buku ini memperlihatkan wajah pendidikan Indonesia di masa lalu agar kita dapat melihat dengan lebih jernih wajah pendidikan Indonesia hari ini.
Identitas Buku
- Judul: Teropong Pendidikan Kita: Antologi Artikel 2006-2007
- Editor/Penyunting: Bambang Wasito Adi, M.Q. Wisnu Aji, dkk
- Penerbit: Pusat Informasi dan Humas, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
- Kota Terbit: Jakarta
- Tahun Terbit: 2007
- Tebal: ix + 252 halaman
- ISBN: 979-978-156717-2-3