Ulasan
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka
Mendengar kata penagih pajak, yang terbayang mungkin surat tagihan, utang, denda, atau petugas pajak yang datang menagih. Kesan yang muncul pun sering kali serius dan kaku. Di buku Berbagi Kisah & Harapan: Untaian Kisah Perjuangan Penagihan Pajak mencoba menunjukkan sisi yang berbeda. Di balik angka-angka pajak, ada manusia, konflik, dilema, bahkan cerita-cerita yang kadang lucu dan menyentuh.
Buku yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 2009 ini berisi 43 kisah inspiratif dari para pegawai yang berada di garis depan penagihan pajak. Mereka adalah orang-orang yang berhadapan langsung dengan wajib pajak, menghadapi berbagai karakter, situasi, dan persoalan ketika menjalankan tugas negara.
Buku ini memiliki judul lengkap Berbagi Kisah & Harapan: Untaian Kisah Perjuangan Penagihan Pajak. Penyusunannya melibatkan tim redaksi DJP dengan sejumlah nama seperti Adi Yahya Sumantoro, Arfarina Nur Sitinikri, Dian Suci Lestari, Iskandar Zulkarnain, Kahlil Lazarus, Marsono, Nany Nur Aini, Ninoy Estimaria, Riza Almanfaluthi, Rustiyono, Yacob Yahya, dan Yuliono. Pengarah buku ini adalah A. Fuad Rahmany dan Bambang Tri Muljanto.
Isi Buku
Dari daftar isinya saja, pembaca sudah bisa melihat bahwa buku ini tidak ingin tampil seperti dokumen birokrasi biasa. Judul-judul ceritanya justru terasa personal dan mengundang rasa penasaran: “Kau Buatku Jatuh Cinta”, “Bule dan Anjingnya”, “Kisah Kasih Jurusita Pajak”, “Tim Super”, “Jaket Kulit dan Kacamata Hitam”, “Surat Paksa yang Terlipat”, hingga “Sarapan di Hotel, Bermalam di Hotel Prodeo”.
Ada pula judul yang langsung menunjukkan beratnya pekerjaan di lapangan, seperti “Menagih Pajak di Ranah Bergejolak”, “Antara Kasihan, Empati dan Tugas Negara”, “Menagih Wajib Pajak yang Ingin Cuci Tangan”, serta “Tekad Kami, Menagih Sampai Lunas”.
Keragaman judul tersebut mencerminkan keragaman persoalan yang dihadapi para petugas pajak. Mereka tidak berhadapan dengan angka di layar komputer, tetapi dengan manusia yang memiliki karakter, latar belakang, kepentingan, dan reaksi berbeda-beda.
Salah satu kisah yang menarik adalah pengalaman seorang petugas bernama Tambunan yang harus berhadapan dengan seorang pengusaha terpandang di Sulawesi Selatan. Wajib pajak tersebut merupakan mantan jenderal dengan reputasi kuat dan membawahi sekitar dua puluh perusahaan. Ia juga memiliki tunggakan pajak dalam jumlah besar.
Tambunan mengaku sempat merasa gentar. Namun, tugas tetap harus dijalankan. Ia kemudian mempersiapkan diri dengan mengumpulkan informasi mengenai wajib pajak tersebut sekaligus mempersiapkan mental sebelum melakukan pendekatan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kisah semacam ini memperlihatkan bahwa pekerjaan penagihan pajak membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. Petugas harus memahami karakter orang yang dihadapinya, mengetahui persoalan secara detail, serta mampu menentukan cara berkomunikasi yang tepat.
Menariknya, buku ini juga memperlihatkan dilema manusiawi di balik tugas tersebut. Ada petugas yang merasa kasihan kepada wajib pajak, ada yang harus menghadapi penolakan, ada yang menghadapi situasi tidak terduga, dan ada pula yang akhirnya mendapatkan apresiasi dari orang yang sebelumnya mereka tagih.
Di sinilah buku tersebut menjadi menarik. Penagihan pajak tidak selalu digambarkan sebagai hubungan sederhana antara “petugas yang menagih” dan “orang yang ditagih”. Ada proses negosiasi, pendekatan, ketegangan, empati, dan usaha untuk tetap menjalankan kewajiban tanpa kehilangan sisi kemanusiaan.
Salah satu gagasan yang muncul dalam buku ini adalah pentingnya belajar mencintai pekerjaan. Ada kisah tentang seorang petugas yang pada awalnya harus berusaha memahami dunia penagihan pajak, belajar dari buku, serta berguru kepada rekan yang lebih berpengalaman. Perlahan, ia menemukan sisi menarik dari pekerjaan yang sebelumnya mungkin terasa berat.
Pesan tersebut relevan untuk banyak pekerjaan lain. Tidak semua pekerjaan yang kita jalani langsung terasa menyenangkan. Kadang seseorang perlu memahami pekerjaannya lebih dalam sebelum menemukan makna di baliknya.
Rekomendasi Pembaca
Di balik surat tagihan, tunggakan, dan aturan negara, ternyata ada orang-orang yang harus berhadapan dengan rasa takut, kasihan, marah, dilema, hingga kepuasan ketika tugas berhasil diselesaikan.
Buku ini mengingatkan bahwa pekerjaan yang terlihat administratif dari luar bisa menyimpan cerita yang sangat manusiawi. Karena pada akhirnya, menagih pajak bukan hanya soal menghitung angka, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalankan tanggung jawab negara sambil tetap berhadapan dengan manusia.
Identitas Buku
- Judul: Berbagi Kisah & Harapan: Untaian Kisah Perjuangan Penagihan Pajak
- Penulis: Tim Redaksi Direktorat Jenderal Pajak
- Penerbit: Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
- Tahun terbit: 2009
- ISBN: 978-979-98041-2-9
- Jumlah kisah: 43 kisah inspiratif