Ulasan

Mawar Merah Matahari: Aksi Seru si Gadis Pembunuh Bayaran Mencegah Perang

Mawar Merah Matahari: Aksi Seru si Gadis Pembunuh Bayaran Mencegah Perang
Mawar Merah: Matahari (Dok. Pribadi/Oktavia)

Cerita remaja tidak selalu harus berkutat pada cinta atau drama sekolah. Mawar Merah: Matahari karya Luna Torashyngu menceritakan pembunuh bayaran, organisasi kriminal, pencak silat, teknologi canggih, hingga ancaman perang yang dapat mengguncang Jepang.

Wah, kok berat? Tenang. Semua itu justru dikemas dalam cerita yang penuh aksi dan misteri sehingga tetap terasa menghibur untuk pembaca remaja.

Mawar Merah: Matahari merupakan buku ketiga sekaligus penutup trilogi Mawar Merah. Novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada Juni 2011. Dengan ketebalan 384 halaman, novel bergenre fiksi remaja dan thriller ini membawa pembaca kembali mengikuti Rachel, tokoh utama yang juga dikenal sebagai Mawar Merah atau Double M.

Sinopsis Novel

Setelah memulihkan ingatannya, Rachel memiliki satu tujuan utama: menemukan Riva, sahabatnya yang menghilang. Pencarian tersebut tidak mudah karena Riva terus berpindah tempat untuk menghindari para pembunuh yang memburunya. Rachel bahkan harus menunda keinginannya bertemu dengan sang mama yang baru saja terbangun setelah mengalami tidur panjang.

Masalahnya semakin rumit ketika pencarian Riva ternyata berkaitan dengan konflik antara dua kelompok kriminal besar di Jepang, yaitu Oni dan Yakuza.

Oni tidak hanya memburu Riva, tetapi juga mulai menyerang dan membunuh para pimpinan Yakuza. Jika Yakuza membalas serangan tersebut, konflik dapat berkembang menjadi perang terbuka. Dampaknya tentu tidak hanya dirasakan oleh para pelaku kriminal. Kekacauan tersebut berpotensi memengaruhi keamanan, politik, bahkan kondisi ekonomi Jepang.

Rachel pun berada dalam perlombaan dengan waktu. Ia harus menemukan Riva sekaligus mengungkap siapa dalang sebenarnya di balik kekacauan tersebut sebelum semuanya terlambat.

Namun, cerita tidak hanya berpusat pada Rachel dan Riva. Luna Torashyngu memperkenalkan tokoh baru bernama Matahari. Sosok ini menjadi salah satu misteri terbesar dalam novel.

Matahari ternyata adalah Azuka, seorang siswi SMA yang mengalami teror dan kemudian mendapatkan luka-luka yang menjadi bagian penting dari identitasnya. Di sisi lain, Shunji (pengasuh sekaligus guru Rachel sejak kecil) juga menghadapi masalah ketika diteror oleh muridnya sendiri, Kenji, yang ternyata masih memiliki hubungan darah dengannya.

Ada pula bagian menarik ketika Rachel diuji oleh seorang kakek yang mengajarinya ilmu bela diri dari tanah kelahiran ibunya: pencak silat dari Indonesia. Unsur ini memberikan warna tersendiri karena cerita yang sebagian besar berlatar Jepang ternyata memiliki keterkaitan dengan budaya Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kekuatan novel ini adalah cara Luna menggabungkan sejarah, dunia kriminal, dan teknologi modern. Pembaca tidak hanya disuguhi adegan pertarungan, tetapi juga berbagai perangkat dan teknologi futuristis yang membuat cerita terasa semakin spektakuler.

Misterinya pun tidak berhenti pada pertanyaan di mana Riva berada. Pembaca diajak menghubungkan berbagai potongan informasi dari buku-buku sebelumnya. Hubungan antara Matahari dan Riva, misalnya, ternyata memiliki kaitan penting dengan organisasi pembunuh bayaran tertua di Jepang.

Hal-hal yang sebelumnya tampak seperti detail kecil kemudian memperoleh makna baru.

Inilah salah satu kesenangan membaca novel berseri. Setelah mengikuti tokoh-tokohnya dari buku pertama dan kedua, pembaca sudah memiliki ikatan emosional dengan mereka. Ketika rahasia masa lalu perlahan dibuka, rasanya seperti menemukan kepingan puzzle yang selama ini tercecer.

Tentu, sebagai karya fiksi, beberapa bagian cerita mungkin terasa tidak realistis. Tetapi justru itulah ruang yang diberikan fiksi kepada pembacanya. Tidak semua cerita harus sepenuhnya masuk akal untuk menjadi menarik. Selama dunia yang dibangun konsisten dan pembaca bersedia mengikuti logikanya, imajinasi dapat membawa kita ke mana saja.

Rekomendasi Pembaca

Luna juga menggunakan bahasa yang relatif sederhana untuk menggambarkan adegan-adegan aksi. Pertarungan, pengejaran, teknologi, hingga konflik antarorganisasi kriminal dibuat cukup mudah divisualisasikan sehingga pembaca dapat mengikuti cerita tanpa merasa terlalu berat.

Tidak ada drama percintaan yang menjadi pusat cerita. Sebaliknya, pembaca diajak mengikuti perjalanan Rachel dalam menghadapi masa lalu, mencari sahabatnya, membongkar konspirasi, dan mencegah konflik besar.

Novel ini cocok untuk pembaca yang menyukai teenlit dengan aksi, misteri, thriller, teknologi, dan tokoh perempuan yang tangguh.

Karena dalam dunia Rachel, menjadi remaja ternyata bisa jauh lebih rumit daripada sekadar memikirkan siapa yang akan mengajak pergi malam minggu.

Identitas Buku

  • Judul: Mawar Merah: Matahari 
  • Penulis: Luna Torashyngu
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: Juni 2011 
  • Tebal: 384 halaman
  • ISBN: 978-602-03-1075-6
  • Genre: Fiksi, Cerita Remaja, Thriller

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda