Ulasan
Untukmu yang Akan Menikah: Pernikahan Ternyata Bukan Cuma Soal Jatuh Cinta
Ada buku yang bisa dibaca sambil rebahan, lalu selesai dalam beberapa jam. Ada juga buku yang ketika dibuka rasanya seperti sedang membuka kitab. Tebal, pembahasannya panjang, dan topiknya ke mana-mana. Untukmu yang Akan Menikah & Telah Menikah karya Syaikh Fuad Shalih termasuk kategori kedua.
Buku setebal 426 halaman ini membahas banyak hal tentang pernikahan, mulai dari memilih pasangan, kehidupan suami-istri, karakter laki-laki dan perempuan, harta, tanggung jawab, sampai persoalan yang muncul setelah pernikahan. Edisi Indonesia diterjemahkan oleh Ahmad Fadhil dan diterbitkan Pustaka Al-Kautsar pada 2005.
Isi Buku
Salah satu bagian yang paling menarik justru kisah tentang Khadijah radhiyallahu ‘anha dalam memilih calon suami. Kisah ini menarik karena pembahasan tentang rumah tangga Nabi Muhammad SAW sering kali lebih banyak berfokus pada kehidupan beliau setelah menikah. Padahal, proses menuju pernikahan juga menyimpan pelajaran penting.
Dalam buku ini, pemilihan pasangan digambarkan bukan sebagai keputusan spontan karena terpikat wajah atau perasaan sesaat. Ada proses mengenal, mempertimbangkan karakter, reputasi, dan kualitas seseorang. Ini terasa relevan dengan kondisi sekarang ketika keputusan menikah terkadang dibuat terlalu cepat hanya karena merasa “cocok” setelah beberapa kali bertemu.
Buku ini juga cukup menarik ketika membahas kriteria laki-laki yang disukai perempuan. Ketampanan memang dibicarakan, tetapi bukan sebagai satu-satunya ukuran. Ada kekuatan fisik, kemurahan hati, pengetahuan, kemuliaan, kemampuan menjaga keluarga, hingga tanggung jawab.
Salah satu contoh yang digunakan adalah kisah Nabi Musa dan putri Nabi Syuaib. Al-Qur'an menyebutkan bahwa salah seorang putri Nabi Syuaib menyarankan ayahnya mempekerjakan Musa karena ia adalah orang yang kuat dan dapat dipercaya. Dari sini, buku menggarisbawahi bahwa kualitas seorang laki-laki tidak berhenti pada penampilan.
Menariknya, buku juga memasukkan pandangan klasik mengenai karakter fisik laki-laki yang dianggap menarik, seperti tubuh tinggi dan berpundak lebar. Namun, jika dibaca dalam konteks kehidupan modern, bagian ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran preferensi dalam literatur lama, bukan semacam daftar standar universal yang wajib dimiliki setiap calon suami.
Justru bagian yang lebih penting adalah pembahasan mengenai akhlak dan kemurahan hati. Harta juga mendapat porsi pembahasan yang cukup besar. Buku mengakui bahwa kondisi ekonomi memiliki pengaruh terhadap kehidupan rumah tangga. Uang dapat membantu memenuhi kebutuhan, memberikan rasa aman, dan membuat banyak persoalan menjadi lebih mudah diselesaikan.
Tetapi buku juga mengingatkan bahwa harta tidak seharusnya menjadi alasan utama seseorang menikah. Ini poin yang menarik karena kehidupan rumah tangga memang membutuhkan realitas ekonomi. Cinta saja tidak otomatis membayar kontrakan, makanan, biaya pendidikan anak, atau kebutuhan sehari-hari. Namun, menjadikan kekayaan sebagai satu-satunya ukuran juga berbahaya. Agama, akhlak, tanggung jawab, wawasan, dan kemampuan mengelola kehidupan bersama tetap harus dipertimbangkan.
Kelebihan dan Kekurangan
Bagian lain yang cukup panjang membicarakan kehidupan perempuan, termasuk persoalan bekerja dan keluarga. Buku mengangkat pandangan bahwa perempuan dapat mengalami tekanan ketika harus menjalankan banyak peran sekaligus: pekerja, istri, ibu, sekaligus anggota masyarakat.
Bagian ini menarik untuk dibaca sekaligus didiskusikan secara kritis. Sebab, konteks kehidupan perempuan sekarang jauh lebih beragam. Tidak semua perempuan memiliki pilihan yang sama mengenai pekerjaan, keluarga, maupun pembagian peran domestik. Karena itu, gagasan dalam buku sebaiknya tidak ditelan mentah-mentah, melainkan dibaca sebagai perspektif keagamaan dan sosial dari konteks pemikiran penulis.
Pada akhirnya, Untukmu yang Akan Menikah & Telah Menikah bukan buku yang hanya berkata, “Menikahlah karena cinta.”
Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca melihat pernikahan sebagai keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan panjang. Ada pasangan yang harus dipilih dengan hati-hati, ada karakter yang harus dipahami, ada ekonomi yang perlu dipikirkan, dan ada tanggung jawab yang tidak selesai ketika akad diucapkan.
Mungkin itulah alasan buku setebal ini terasa seperti “kitab” tentang pernikahan. Karena menikah memang mudah diucapkan dalam satu kalimat. Tetapi menjalani pernikahan membutuhkan ratusan keputusan kecil, setiap hari, selama bertahun-tahun.
Identitas Buku
- Judul: Untukmu yang Akan Menikah & Telah Menikah
- Penulis: Syaikh Fuad Shalih
- Penerjemah: Ahmad Fadhil
- Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
- Tahun Terbit: 2005
- Tebal: 426 halaman
- ISBN: 978-979-592-298-8