Ulasan
Review Terbelah Jadi Dua dan Alasan Kita Senang Menyiksa Diri Lewat Lagu
Jujur saja, pertama kali saya tidak sengaja mendengarkan lagu Terbelah Jadi Dua milik Gloria Jessica ini lewat playlist acak di platform musik digital, saya tidak berekspektasi macam-macam. Saya pikir ini hanya akan menjadi lagu pop galau generik yang banyak bertebaran di industri musik lokal.
Namun, ketika alunan instrumennya mulai berjalan pelan dan vokal Gloria yang halus tapi di dalamnya masuk, intensitas saya pelan-pelan runtuh. Ada rasa ganjil yang mengendap di dada, tipe rasa sedih yang tidak membuat kita langsung menangis histeris, melainkan membuat kita merenung lama sambil menatap langit-langit kamar. Pengalaman pertama mendengarkan lagu ini terasa seperti disodori cermin besar yang menampilkan alangkah rapuhnya perasaan manusia ketika harus merelakan sesuatu yang sebenarnya belum ingin dilepaskan.
Secara keseluruhan, karya yang dirilis pada tahun 2020 ini merupakan sebuah trek pop balada yang membalut tema patah hati, keraguan, dan penerimaan pahit. Ade Govinda sebagai pencipta lagu berhasil menangkap isu klasik tentang perpisahan yang menggantung dan menutup perasaan, lalu meraciknya menjadi sebuah narasi yang sangat relevan dengan situasi anak muda zaman sekarang.
Di era sekarang, di mana hubungan asmara sering kali berada di area abu-abu atau berakhir tanpa penjelasan yang benar-benar tuntas, lagu ini hadir sebagai refleksi emosional yang sangat dekat. Ia mengangkat kenyataan bahwa keputusan untuk berpisah sering kali bukan karena hilangnya rasa cinta, melainkan karena keadaan atau ketidakmampuan untuk terus berjalan bersama.
Jika kita membedah bagian awal liriknya, saya sangat tertarik dengan konflik konflik batin yang begitu kuat. Ada potongan baris lirik yang dinyanyikan Gloria dengan sangat tenang namun menghujam:
Ku merasa hati ini terbelah jadi dua.. Satu untukmu, satu lagi untuk dirinya sendiri..
Bagi saya, baris lirik tersebut bukan sekadar metafora manis tentang persimpangan jalan, melainkan representasi dari kerapuhan psikologis seseorang saat dihadapkan pada dilema emosional. Sebagai pendengar, saya merasakan adanya kejujuran yang brutal di sana.
Lagu ini tidak berusaha memperindah keadaan atau berpura-pura menjadi sosok yang paling tegar. Respons pribadi saya saat meresapi kalimat itu adalah kesadaran bahwa rasa sakit yang paling menyiksa dalam sebuah hubungan bukanlah kemarahan, melainkan meyakinkan kita untuk menyatukan kembali potongan perasaan yang sudah terlanjur pecah.
Melihat lebih jauh ke dalam struktur lirik dan aransemen lagunya, kelebihan utama karya ini jelas terletak pada sinergi antara lirik buatan Ade Govinda dan karakter vokal Gloria Jessica. Ade paham betul cara merangkai kata-kata sederhana menjadi kalimat yang punya daya tekan emosional tinggi, sementara Gloria mengeksekusinya dengan artikulasi yang jernih dan kontrol dinamika yang luar biasa.
Vokal Gloria tidak perlu meraung-raung untuk menyampaikan rasa sakit, desah nafas dan getaran lembut di ujung nadanya justru membuat lagu ini terasa sangat intim. Namun, jika harus melihat dari sisi sebaliknya, lagu ini mungkin terasa agak repetitif bagi mereka yang menyukai dinamika musik eksplosif. Formula balada mendayu yang diusung bisa terasa agak terlalu lambat di pertengahan lagu bagi pendengar yang mencari variasi nada yang lebih kompleks atau eksperimental.
Lagu Terbelah Jadi Dua pada akhirnya bukan sekadar sekadar lagu pelipur lara atau sekadar teman meratap di malam hari. Bagi saya pribadi, lagu ini mengajarkan betapa pentingnya mengakui rasa sakit tanpa harus memaksakan diri untuk segera sembuh pada saat itu juga. Ia memberi kita ruang untuk menerima bahwa ada masa-masa di mana hati kita memang tidak utuh, dan itu adalah hal yang wajar sebagai manusia.
Mendengarkan lagu ini membuat saya sadar bahwa terkadang, membiarkan diri kita merasakan pahitnya perpisahan sampai tuntas adalah langkah awal yang paling jujur untuk bisa benar-benar melangkah maju kembali.
Identitas Karya
- Judul: Terbelah Jadi Dua
- Penyanyi / Pencipta : Gloria Jessica / Ade Govinda
- Tahun Rilis: 2020
- Genre: Pop / Balada
- Durasi: -+ 4 menit