Ulasan

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
eńau feat. Ari Lesmana (instagram/ari_lesmana)

Jujur saja, saya awalnya cuma iseng buka lagu baru dari eau ini gara-gara wara-wiri di linimasa media sosial. Nama Ari Lesmana yang jadi kolaborator ikut menarik rasa penasaran saya, sebab dua musisi ini biasanya identik dengan lirik yang jenaka dan penuh sindiran sosial khas anak muda urban.

Makanya saya menduga "Sesi Potret" bakal jadi lagu yang santai, mungkin sedikit satir seperti karya-karya eau sebelumnya. Tapi begitu intro mengalun pelan dan bait pertama masuk, saya langsung sadar dugaan saya meleset jauh. Kesan pertama yang saya tangkap justru berat dan menyentuh, jauh dari ekspektasi awal saya yang membayangkan sesuatu yang ringan.

Kalau bicara konteks, "Sesi Potret" masuk ke ranah musik indie dengan nuansa reflektif yang cukup kental sejak menit pertama. Tema utamanya berputar pada kehilangan dan penyesalan, khususnya kisah anak rantau yang menunda pulang demi mengejar kesuksesan finansial.

Buat saya, tema ini terasa sangat relevan dengan kondisi banyak orang sekarang, terutama di tengah budaya "hustle" yang seolah mewajibkan kita membuktikan pencapaian dulu sebelum berani pulang menemui keluarga. Rasanya seperti cermin yang dipasang tepat di depan wajah para perantau, termasuk saya sendiri yang kadang menunda kabar baik demi momen yang "lebih pas", padahal belum tentu momen itu akan selalu ada.

Garis besar cerita dalam lagu ini terkait seseorang yang selama bertahun-tahun berjanji akan pulang, namun selalu tertunda oleh keterbatasan ekonomi. Ketika akhirnya keadaan membaik dan kepulangan itu benar-benar terjadi, ada kenyataan pahit yang menunggu di rumah, jauh dari bayangan penyambutan hangat yang selama ini diharapkan. Dari sinilah konflik emosionalnya bergulir pelan-pelan, membawa pendengar masuk ke fase kehilangan yang begitu personal dan sulit diterima begitu saja.

Nah, di bagian inilah saya merasa lagu ini benar-benar bekerja dengan baik secara emosional. Gaya bahasanya sederhana, tanpa istilah rumit atau metafora yang berbelit, tapi justru kesederhanaan itu yang membuat setiap larik terasa dekat dan jujur.

Simbol-simbol kecil seperti momen foto keluarga dan kebiasaan sehari-hari yang dulu dianggap merepotkan, diolah menjadi metafora kehilangan yang menohok tanpa terkesan dipaksakan. Saya pribadi merasa dada agak sesak setiap kali mendengarkan bagian reff-nya, sebab ada semacam pengakuan jujur tentang gengsi yang sering menghalangi kita mengungkapkan sayang tepat waktu.

Secara musikal, aransemennya juga mendukung suasana melankolis tanpa terasa berlebihan atau dramatis, sehingga emosi yang dibangun terasa organik dan mengalir wajar dari awal sampai akhir.

Soal kelebihan, saya rasa kekuatan utama lagu ini ada pada kejujuran naratifnya yang tidak berusaha mempermanis kenyataan. Kolaborasi vokal eau dan Ari Lesmana pun saling melengkapi, dengan karakter suara yang berbeda tapi tetap menyatu secara emosional sepanjang lagu.

Namun, kalau boleh sedikit kritis, di beberapa bagian repetisi liriknya terasa agak berlebihan, sehingga penekanan emosinya jadi sedikit berkurang menjelang akhir lagu. Ini mungkin jadi pertimbangan bagi pendengar yang lebih menyukai variasi lirik yang lebih dinamis dan tidak terlalu berulang.

Saya rasa "Sesi Potret" sangat cocok didengarkan oleh siapa saja yang sedang jauh dari keluarga, terutama mereka yang menunda kepulangan karena alasan pekerjaan atau ekonomi.

Lagu ini juga pas untuk kalian yang butuh pengingat halus namun menyentuh, bahwa waktu bersama orang tersayang tidak pernah bisa ditunda tanpa risiko. Setelah selesai mendengarkan, saya pribadi merasa ada dorongan kuat untuk segera menelepon keluarga di rumah, sesuatu yang jarang terjadi setelah mendengar lagu biasa pada umumnya.

Identitas Karya

Judul: Sesi Potret
Penyanyi: eau feat. Ari Lesmana
Tahun rilis: 2026
Genre: Indie/Reflektif
Durasi: sekitar 3-4 menit

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda