Ulasan

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
Di Tanah Lada (Gramedia)

Di Tanah Lada merupakan salah satu novel Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang menghadirkan kisah dari sudut pandang anak-anak dengan cara yang tidak sederhana. Tokoh utamanya adalah Salva, yang lebih sering dipanggil Ava, seorang anak berusia enam tahun yang harus tumbuh di tengah keluarga yang jauh dari kata aman. Sejak kecil, ia terbiasa menerima perkataan kasar dan perlakuan menyakitkan dari ayahnya.

Setelah Kakek Kia meninggal, keadaan Ava semakin sulit. Rumah peninggalan sang kakek dijual oleh ayahnya dan uangnya digunakan untuk berjudi. Ava bersama ibunya kemudian meninggalkan rumah lama dan tinggal di Rusun Nero. Perpindahan tersebut justru menjadi awal pertemuan Ava dengan P, anak laki-laki berusia sepuluh tahun yang ternyata mempunyai pengalaman hidup yang hampir serupa.

Ava digambarkan sebagai anak yang memiliki kemampuan berbahasa cukup mengesankan untuk usianya. Kecintaannya terhadap kata-kata tumbuh dari sebuah kamus yang diberikan Kakek Kia. Sementara itu, P mempunyai bakat bermain gitar, tetapi kehidupannya berada dalam lingkungan yang penuh tekanan. Kedua anak ini sama-sama memiliki figur ayah yang kasar sehingga bagi mereka, sosok ayah justru identik dengan ancaman dan ketakutan. Di sisi lain, Mama Ava menjadi gambaran seorang ibu yang tetap berusaha memberikan perlindungan kepada anaknya meskipun dirinya sendiri berada dalam situasi rumah tangga yang berat.

Persahabatan Ava dan P menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita. Mereka menemukan kesamaan dalam luka masing-masing dan kemudian memandang dunia orang dewasa dengan kecurigaan. Dengan pemahaman khas anak-anak, keduanya bahkan sampai pada kesimpulan bahwa para ayah di dunia adalah sosok yang buruk. Dari sinilah muncul keinginan untuk melarikan diri dan menemukan sebuah tempat yang mereka bayangkan sebagai Tanah Lada, tempat yang jauh dari ketakutan dan penderitaan.

Petualangan tersebut terasa unik karena kepolosan Ava dan P berpadu dengan persoalan hidup yang sebenarnya sangat berat. Kamus milik Ava pun menjadi bagian dari cara mereka memahami dunia dan merancang perjalanan. Namun, perjalanan menuju Tanah Lada tidak berakhir seperti petualangan anak-anak pada umumnya. Kisahnya bergerak menuju penutup yang tragis, getir, sekaligus mengejutkan sehingga meninggalkan kesan kuat setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Sebagai pembaca, saya selalu dibuat penasaran dengan cara Ziggy membangun imajinasi dan konflik dalam setiap karyanya. Di Tanah Lada, dengan ketebalan 252 halaman, kembali memberikan pengalaman membaca yang tidak mudah dilupakan. Beberapa bagian bahkan berpotensi menjadi pemicu emosi bagi pembaca karena menggambarkan kekerasan dan penderitaan anak secara cukup kuat.

Bagi saya, novel ini bukan sekadar cerita tentang dua anak yang ingin mencari tempat baru. Ceritanya membuat saya menyadari betapa anak-anak dapat menjadi pihak yang paling terdampak ketika orang dewasa tidak mampu mengendalikan diri atau belum siap menjalankan peran sebagai orang tua. Kekerasan verbal maupun fisik dapat meninggalkan luka yang terus terbawa dan merampas masa kanak-kanak mereka.

Di Tanah Lada juga mengingatkan bahwa memiliki anak membutuhkan kesiapan mental, emosional, dan finansial. Anak bukan sasaran untuk melampiaskan kemarahan. Mereka membutuhkan orang dewasa yang mau mendengarkan, memahami perasaan, dan memberikan rasa aman. Rumah semestinya menjadi tempat untuk berlindung, bukan ruang yang membuat anak merasa terancam.

Di tengah kisah yang kelam, persahabatan Ava dan P menunjukkan bahwa rasa saling memahami dapat menjadi sumber kekuatan. Dukungan tidak selalu datang dari orang dewasa; terkadang, seorang anak justru menemukan keberanian melalui teman yang mengalami luka serupa. Karena itu, Di Tanah Lada menjadi bacaan yang tidak hanya menyajikan cerita tragis, tetapi juga mengajak pembaca melihat kembali arti keluarga, rumah, kasih sayang, empati, dan tanggung jawab orang dewasa terhadap anak-anak.

Identitas Buku

Judul: Di Tanah Lada
Penulis: Ziggy Zeszyazeoviennazabrizkie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020318967

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda