Ulasan

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
Ilustrasi mesin tik (unsplash/Markus Winkler)

Zaman sekarang masih ada patriarki? Ya, masih! Sampai saat ini kesetaraan gender masih menjadi isu yang lantang disuarakan oleh para perempuan di dunia. Feminisme yang sejak dulu diperjuangkan, nyatanya hingga saat ini masih belum merata. Masih banyak perempuan yang memperjuangkan haknya di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, politik, hingga kesehatan agar memiliki kesempatan dan perlakuan yang setara dengan laki-laki.

Praktik ini sejak dulu sudah mendapat mendapat kritik, salah satunya melalui karya sastra. Sejumlah novel populer menghadirkan tokoh perempuan yang berani mempertanyakan aturan sosial, melawan ketidakadilan, hingga menentukan jalan hidupnya sendiri. Menariknya, setiap novel menyuarakan perjuangan tersebut dengan cara yang berbeda. Seperti apa penggambarannya? Simak 5 novel populer tentang kritik feminisme berikut!

1. Kim Jiyeong Born in 1982 (Cho Nam-joo)

Cover Buku Kim Jiyeong Born in 1982 (Goodreads)
Cover Buku Kim Jiyeong Born in 1982 (Goodreads)

Melalui Kim Jiyeong Born in 1982, kita diajak untuk menilik peran perempuan dan ketimpangannya di Korea Selatan. Lewat kacamata sang tokoh utama, Kim Jiyeong, dengan jelas memperlihatkan kehidupan perempuan di Korea yang penuh dengan penindasan dan ketidakadilan. Dari peran dalam keluarga misalnya, sejak kecil, Jiyeong sudah mendapat perlakuan yang berbeda dari adik laki-lakinya.

Ketimpangan ini terus Jiyeong alami hingga ia duduk di bangku sekolah, bekerja, hingga menjadi seorang ibu. Ini menjadikannya tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia selalu hidup dalam bayang-bayang ekspektasi bagaimana seorang wanita harus berkata dan bersikap di kehidupan sosial. Setelah menjadi ibu, ia mengalami depresi pasca melahirkan karena tekanan dan ingatan masa kecilnya. 

Novel ini cukup populer di Korea hingga dibuat menjadi versi film pada 2019. Dibintangi oleh aktor terkemuka Gong Yoo dan Jung Yu-mi, film ini sukses menyentuh hati para penonton dan membuat mereka berderai air mata.

2. Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan)

Cover Buku Cantik Itu Luka (Goodreads)
Cover Buku Cantik Itu Luka (Goodreads)

Eka Kurniawan menyelipkan kritik feminisme dengan sedikit kelam nan ekstrem. Novel ini berkisah tentang Dewi Ayu dan anak-anaknya yang hidup pada masa kolonial Belanda di Indonesia yang penuh pergolakan. Di tengah itu ia mengutuk kecantikan tubuhnya yang normalnya sangat diidam-idamkan kaum hawa lain. 

Bukan tanpa sebab, sebagai perempuan yang memiliki paras cantik, tubuhnya kerap dipandang sebagai sesuatu yang bisa dimiliki dan dimanfaatkan oleh laki-laki. Pembaca akan menemukan berbagai kisah tentang perempuan, mulai dari kecantikan, cinta, kekerasan, hingga eksploitasi terhadap tubuh perempuan.

Lewat kisah Dewi Ayu dan keturunannya, Eka mengkritik norma sosial yang sering mengobjektifikasi tubuh perempuan. Dengan penuh tragedi, Cantik Itu Luka menunjukkan bahwa kecantikan justru bisa membawa derita pada perempuan. 

3. Little Women (Louisa May Alcott)

Ilustrasi Buku Little Women (unsplash/micheile henderson)
Ilustrasi Buku Little Women (unsplash/micheile henderson)

Little Women karya Louisa May Alcott menceritakan kehidupan empat saudara perempuan, yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy March, yang memiliki kepribadian serta cita-cita berbeda. Di antara keempatnya, Jo March menjadi salah satu karakter yang paling menonjol karena sifatnya yang mandiri dan tidak mudah mengikuti standar perempuan ideal pada zamannya.

Tak ingin terkekang, Jo ingin mengejar mimpinya yang fokus menulis, berkarir, dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Hal ini tidak umum dilakukan oleh perempuan di masanya. Little Women menjadi salah satu karya klasik yang menunjukkan bahwa perjuangan kesetaraan gender tidak selalu harus hadir dalam bentuk perlawanan besar, tetapi juga melalui keberanian perempuan untuk memilih kehidupan yang benar-benar mereka inginkan.

4. Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari)

Cover Buku Ronggeng Dukuh Paruk (Gramedia)
Cover Buku Ronggeng Dukuh Paruk (Gramedia)

Berlatar kehidupan masyarakat Dukuh Paruk, novel ini mengikuti kisah Srintil, seorang perempuan yang dianggap memiliki bakat menjadi ronggeng dan kemudian menjalani kehidupan yang ditentukan oleh tradisi di lingkungan tempat tinggalnya. Menjadi ronggeng membuat Srintil memiliki posisi khusus di masyarakat. Namun, di balik status tersebut, ia justru harus berhadapan dengan berbagai aturan yang membuat tubuh dan kehidupannya seolah menjadi milik bersama. Pilihan mengenai bagaimana ia menjalani perannya sebagai ronggeng tidak sepenuhnya berada di tangannya. Bahkan, kehidupan percintaan dan keinginannya sendiri kerap berbenturan dengan tuntutan masyarakat.

5. Pride and Prejudice (Jane Austen)

Ilustrasi Buku Pride and Prejudice (unsplash/rawkkim)
Ilustrasi Buku Pride and Prejudice (unsplash/rawkkim)

Jane Austen menggambarkan keinginan perempuan untuk mandiri atas pilihan hidupnya di Pride and Prejudice. Karya klasik kondang ini mengisahkan Elizabeth Bennet atau yang akrab disapa Lizzie, yang hidup pada masyarakat ketika pernikahan menjadi salah satu jalan utama bagi perempuan untuk mendapatkan keamanan dan status sosial. Namun, Lizzie tak mau menikah hanya demi mengamankan status ekonomi dan sosialnya, ia ingin menikah karena cinta dan keinginannya sendiri. Hal tersebut terlihat ketika ia menolak lamaran Mr. Collins, meskipun pernikahan ini dianggap sebagai pilihan yang cukup aman.

Pada zaman itu, pewarisan harta tidak bisa diturunkan ke anak perempuan. Ini membuat keluarga Bennet yang terdiri dari 5 anak perempuan terobsesi pada pernikahan. Berbanding terbalik, Lizzie memandang pernikahan sebagai hubungan emosional dua orang, bukan standar sosial.

Pada akhirnya, kelima novel tersebut menunjukkan bahwa perjuangan perempuan melawan ketidaksetaraan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Meski ditulis pada zaman dan latar yang berbeda, isu yang diangkat kelima novel tersebut masih relevan hingga sekarang. Tertarik baca yang mana, girls?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda