Ulasan

Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound

Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
Cover Novel Demi Kehormatan (Honor Bound) (Dok. Ipusnas)

Sebagai penggemar novel-novel karya Sandra Brown yang bergenre thriller dan misteri, cukup mengejutkan ketika di aplikasi Ipusnas saya menemukan novel beliau yang masuk dalam lini Harlequin/Silhouette.

Setelah saya mencari tahu, ternyata novel Demi Kehormatan (Honor Bound) awalnya diterbitkan dengan nama samaran Erin St. Claire untuk lini Harlequin. Di Indonesia, novel ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 1999.

Demi Kehormatan (Honor Bound) diawali ketika Lucas Greywolf, seorang aktivis yang melarikan diri dari penjara, menyelinap ke kediaman Aislinn Andrews di Scottsdale. Tujuan awal Lucas hanya sekadar beristirahat dan mengganjal perutnya yang lapar. Nahas, Aislinn memergoki Lucas yang kemudian menculik gadis itu dan memaksanya ikut serta dalam pelarian menuju kawasan reservasi Indian, tempat kakek Lucas yang sekarat tengah menunggu.

Dalam perjalanan timbul letupan di antara mereka. Lucas terang-terangan menunjukkan kebenciannya pada kaum kulit putih seperti Aislinn. Tapi, Lucas juga tak menepikan jika Aislinn tak seperti kebanyakan orang kulit putih yang ia kenal. Di perjalanan itu pula, melalui Lucas, Aislinn mengenal lebih jauh tentang kaum Indian yang selama ini hanya diketahuinya lewat pemberitaan di media.

Kebencian dan amarah yang semula membakar keduanya perlahan berubah arah. Aislinn yang awalnya melihat Lucas sebagai ancaman perlahan mengenal sisi lain dirinya. Lucas pun tidak lagi sekadar ‘penculik’.

Mungkinkah seorang perempuan yang diculik justru kemudian jatuh cinta kepada penculiknya?

Apa sebenarnya yang ia harapkan? Pernyataan cinta? Ucapan terima kasih sebesar-besarnya? Canda yang bisa menghilangkan ketegangan? Tapi Greywolf hanya memberikan tatapan sekilas dengan mata kosong dan tanpa emosi, sebelum menuruni jalan setapak berbatu ke dasar tebing. (Hal. 134)

Sebagai novel romance yang lahir dari lini Harlequin/Silhouette, Demi Kehormatan (Honor Bound) tentu membawa kadar sensualitas yang cukup kuat. Namun, daya tarik novel ini tidak semata-mata terletak pada romantisme kedua tokoh utamanya, melainkan pada isu sosial dan konflik budaya yang digarap dengan apik.

Ada persoalan identitas Lucas dan latar belakangnya yang berdarah separuh Indian, prasangka masyarakat umumnya pada kaum Indian murni maupun yang berdarah campuran, serta ketimpangan dan ketidakadilan dalam berbagai sektor yang harus dicecap masyarakat Indian sebagai minoritas.

Aislinn yang berasal dari dunia berbeda perlahan melihat Lucas di luar stereotip yang selama ini melekat padanya. Lucas yang ternyata mantan pengacara, mengenyam bangku kuliah dengan beasiswa meski selalu dipandang sebelah mata karena seorang Indian.

Sandra Brown mempertemukan dua orang dari latar belakang yang bertentangan tersebut dan membuat ketertarikan di antara mereka tumbuh meski dalam ketidakpastian—dengan status Lucas yang seorang napi dan Aislinn yang dibesarkan di keluarga terhormat.

Sebagai pembaca, saya menikmati tempo cerita yang terus meningkat dengan adegan demi adegan pelarian Lucas dan Aislinn. Ketegangan yang terus membayangi mereka mencapai klimaks ketika aksi Lucas mencapai tujuan.

Namun, sayangnya, cerita menjadi kurang menarik ketika hubungan antara Lucas dan Aislinn menjadi ‘resmi’. Karena bagi saya, romance yang paling menarik justru ketika tokohnya belum mendapatkan satu sama lain. Ketika konflik utama sudah selesai dan mereka menikah, tensinya seperti turun drastis.

Tapi, mau bagaimana lagi. Sandra Brown memang penuh kejutan. Sepertinya konflik yang ada baginya belum cukup, hingga ia menambahkan konflik baru yang masih beririsan dengan konflik utama.

Saya tidak mengatakan alur cerita menjadi jelek. Bagaimanapun saya suka perjalanan Lucas dan Aislinn walau saya tidak sepenuhnya suka tujuan akhirnya. Secara emosional ada kemungkinan pembaca lainnya, seperti saya, merasa penyelesaian konflik jadi terlalu dipaksakan untuk mencapai happy ending.

Sebagai penutup saya harus mengingatkan bahwa novel ini tidak ditujukan untuk kalian yang masih di bawah umur. Jadi, tetaplah bijak dalam memilih bacaan kalian, para Sobat Yoursay.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda