Ulasan

Menyesap Dinginnya Kabut dalam Novel London: Angel Karya Windry Ramadhina

Menyesap Dinginnya Kabut dalam Novel London: Angel Karya Windry Ramadhina
Novel London (Goodreads)

"Semanis apa pun awalnya, cinta hanya meninggalkan luka. Ilusi, itulah cinta. Ilusi yang membutakan mata." (London: Angel, halaman 132).

London: Angel merupakan novel kelima dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) karya Windry Ramadhina. Novel yang memiliki tebal halaman sebanyak 330 halaman ini memiliki suasana sedingin kabut kota London, namun di saat bersamaan terasa hangat. Selain kisah romansa yang manis dan sendu, terdapat unsur magical realism yang terporsi dengan pas, membuat para pembaca tertarik untuk menyingkap misteri di baliknya.

Novel ini juga banyak mengajarkan tentang arti persahabatan, keajaiban takdir, dan pemahaman bahwa terkadang, cinta memang tidak harus memiliki. Alur dan konflik yang dikemas dengan sederhana mampu membawa pembaca memahami isi hati dari tokoh utamanya, Gilang di cerita ini.

Sinopsis Novel London: Angel

Cerita dimulai dengan sudut pandang tokoh utama lelaki, Gilang yang bekerja sebagai editor sekaligus penulis di penerbit. Gilang ini dulunya memiliki seorang sahabat dekat bernama Ning yang sudah bersama dengannya selama belasan tahun.

Seperti persahabatan pria dan wanita pada umumnya, salah satu dari mereka memiliki perasaan lebih, dan orang itu adalah Gilang. Ia juga baru menyadari perasaannya pada Ning saat berada di bangku kuliah, namun memilih untuk tidak mengungkapkannya hingga saat ini. 

Tanpa terasa, waktu telah berjalan 6 tahun sejak Gilang menyadari perasaannya terhadap Ning. Saat ini, Ning sedang bekerja di sebuah galeri seni kontemporer di kota London. Dengan nasihat yang diberikan oleh teman-temannya, akhirnya Gilang memutuskan untuk nekat terbang ke London dan menyatakan perasaannya pada Ning.

Namun, bukannya langsung bertemu dengan Ning di hari pertamanya menginjak London, Gilang malah bertemu dengan seorang perempuan sangat cantik tapi terkesan misterius di saat yang bersamaan. Anehnya, gadis itu selalu muncul setiap hujan membasahi kota London dan akan kembali menghilang setelah hujan reda, menyisakan sebuah payung berwarna merah. 

Akankah Gilang jadi menyatakan perasaannya pada Ning? Apakah perasaannya berbalas? Siapa sebenarnya perempuan cantik misterius yang Gilang namai Goldilocks (gadis berpayung merah) itu?

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Seperti novel seri STPC lainnya, latar tempat kota London dalam novel ini sangat hidup, mulai dari wilayah Fitzrovia, London Eye, hingga Sungai Thames. Para pembaca jadi mudah membayangkan latar tempat dan mampu menembus kabut serta gerimis di kota tersebut.

Selain mengisahkan tentang romansa, unsur magical realism dalam novel ini seperti dongeng indah di kota kabut, dengan konsep malaikat yang turun bersamaan dengan hujan ditampilkan dalam porsi yang pas. 

Selain itu, novel ini memiliki sudut pandang orang pertama, yang banyak menampilkan pendapat dan isi hati dari Gilang, sang tokoh utama prianya. Dengan menampilkan sudut pandang Gilang dalam novel ini, para pembaca jadi mengetahui perasaan, emosi, dan keraguan dalam diri Gilang ketika ia menghadapi konflik friendzone dengan Ning. Lalu, karena Gilang ini menyukai sastra, ada banyak sekali topik dan kutipan tentang sastra yang diangkat dalam novel ini. 

Meskipun demikian, novel ini memiliki plot yang sangat mainstream untuk kategori novel romansa, yakni kisah cinta sederhana dengan teman sendiri. Lalu, di bagian awalnya memiliki alur yang terkesan lambat di bagian pengenalan kota dan konflik batin Gilang, sehingga membuat para pembaca yang terbiasa membaca alur yang lebih cepat akan mudah merasa bosan. Karena novel ini memiliki sudut pandang orang pertama, para pembaca yang terbiasa membaca sudut pandang orang ketiga akan merasakan perbedaannya dan harus beradaptasi dulu untuk membaca novel ini. 

Jika para pembaca ingin membaca novel romansa dengan unsur magical realism, latar tempat yang sangat hidup, dan tidak masalah dengna penggunaan sudut pandang orang pertama, maka novel ini akan sangat direkomendasikan jika ingin membacanya.

Namun, jika para pembaca kurang menyukai novel dengan plot dan konflik utama yang sederhana, alur yang lebih lambat dan penggunaan sudut pandang orang pertama, maka novel ini bisa dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.

Identitas Novel

  • Judul: London: Angel
  • Penulis: Windry Ramadhani
  • Tahun Terbit: Januari 2013
  • Penerbit: Gagas Media
  • Tebal: 330 halaman
  • ISBN: 9789797806538
  • Genre: Romance Fiction

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda