Ulasan

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram
Asmara Di Atas Haram (Dok.Pribadi/Oktavia)

Novel Asmara di Atas Haram karya Zulkifli L. Muchdi merupakan novel yang diterbitkan oleh Erlangga pada 2012 dengan tebal 465 halaman, novel ini menceritakan tentang Yaser Al Banjary, seorang wartawan freelance sekaligus qari berprestasi asal Kalimantan Selatan, sebagai tokoh utama. Detail mengenai pelaksanaan haji membuat novel ini memiliki warna tersendiri. Tanah Suci bukan sekadar latar romantis, melainkan ruang tempat para tokohnya belajar mengenai kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan kepada Allah.

Sinopsis Novel

Konflik cerita bermula ketika ibu Yaser jatuh sakit dan membutuhkan biaya operasi sekitar Rp60 juta. Ironisnya, Yaser hanya memiliki tabungan sekitar Rp2 juta. Dalam keadaan terdesak, ia justru menemukan sesuatu yang mengejutkan ketika memeriksa rekeningnya. Terdapat dana sekitar Rp5 miliar yang masuk tanpa pernah ia setorkan.

Bagi sebagian orang, uang sebanyak itu mungkin dianggap sebagai keberuntungan. Namun Yaser justru mencurigainya sebagai uang haram. Ia tidak ingin memanfaatkan sesuatu yang bukan haknya. Bahkan ketika membutuhkan biaya pengobatan ibunya, Yaser hanya mengambil uang tabungannya sendiri. Ketika uang tersebut kemudian dijambret, masalah hidupnya semakin berat.

Sikap Yaser akhirnya diketahui publik dan membuatnya mendapat julukan “lelaki berjilbab”. Julukan tersebut bukan semata-mata karena penampilan, melainkan simbol bahwa Yaser berusaha “menjilbabi” atau melindungi pikirannya dari godaan melakukan tindakan yang tidak benar. Kejujurannya membuat gubernur Kalimantan Selatan dan pimpinan Banjarmasin Post terkesan hingga memberikan bantuan untuk pengobatan ibunya. Sayangnya, sang ibu tetap tidak dapat diselamatkan.

Di tengah kehilangan tersebut, Yaser justru harus menjalankan perjalanan yang telah lama dinantikannya. Sebagai pemenang MTQ tingkat nasional, ia memperoleh hadiah perjalanan haji ke Tanah Suci. Keberangkatannya berlangsung tidak lama setelah kematian ibunya. Dalam suasana duka, Yaser membawa doa untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal.

Bagian perjalanan haji menjadi salah satu daya tarik utama novel ini. Pembaca tidak hanya diajak mengikuti kisah cinta Yaser, tetapi juga diperkenalkan pada rangkaian ibadah dan suasana spiritual di Makkah. Perjalanan tersebut membuat cerita terasa seperti perpaduan antara novel dan catatan perjalanan religius.

Yaser menjalani ibadah dengan kekhusyukan. Tanah Suci menjadi ruang bagi dirinya untuk berhadapan dengan kehilangan, keimanan, sekaligus masa depan. Berbagai tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji hadir dalam cerita, termasuk Safa dan Marwah, Mina, serta kawasan sekitar Ka'bah. Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman spiritual para tokohnya.

Di tengah suasana ibadah itu pula kisah asmara mulai berkembang. Yaser telah lama menaruh hati kepada Istiqomah, seorang qariah asal Banten yang juga menjadi pemenang MTQ tingkat nasional dan mendapatkan hadiah perjalanan haji. Keduanya telah saling mengenal sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Istiqomah digambarkan sebagai perempuan cantik, religius, dan memiliki komitmen kuat terhadap ibadah. Namun kecantikannya membuat ia tidak hanya menarik perhatian Yaser. Ferry, pemuda kaya yang merupakan anak Menteri Agama, juga tertarik kepadanya. Ferry bahkan memiliki niat untuk menikahi Istiqomah.

Kelebihan dan Kekurangan

Menariknya, perasaan cinta dalam novel ini tidak ditempatkan sebagai tujuan utama perjalanan ke Tanah Suci. Yaser dan Istiqomah berusaha menempatkan ibadah di atas urusan asmara. Mereka bertemu dalam suasana yang seharusnya membawa manusia semakin dekat kepada Tuhan, bukan sekadar mengejar hubungan romantis.

Selain Istiqomah, kehidupan Yaser juga diwarnai kehadiran beberapa perempuan lain, seperti Sofia, murid ngajinya yang berasal dari keluarga kaya, serta Eva, perempuan Ukraina yang tertarik kepadanya setelah sebuah peristiwa di Bukit Safa. Kehadiran mereka membuat perjalanan cinta Yaser semakin kompleks.

Konflik semakin menarik ketika Yaser akhirnya berani mengungkapkan perasaannya kepada Istiqomah. Hanya berselang dua menit, Ferry ternyata juga menyatakan niat untuk melamarnya. Situasi tersebut menjadi salah satu momen yang menegangkan karena Yaser hampir kehilangan perempuan yang selama ini dicintainya.

Puncak perjalanan cinta itu terjadi di Mina ketika Yaser memberanikan diri melamar Istiqomah. Dengan bahagia, Istiqomah menerima lamarannya. Ferry pun memilih menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada. Sementara itu, perjalanan cinta Ferry kemudian mengarah kepada dokter Eliza, perempuan yang memiliki keyakinan yang sama dengannya.

Novel ini mempertemukan tiga tema besar: kejujuran, ibadah, dan cinta. Yaser terlebih dahulu diuji melalui godaan uang, kemudian diuji melalui kehilangan ibunya, dan akhirnya diuji melalui persoalan cinta.

Di bawah lindungan Ka'bah dan dalam suasana ibadah, cinta bukan lagi sekadar perkara perasaan antara laki-laki dan perempuan. Cinta dalam novel ini ditempatkan sebagai sesuatu yang harus berjalan berdampingan dengan iman, kesabaran, dan keikhlasan.

Identitas Buku

  • Judul: Asmara di Atas Haram
  • Penulis: Zulkifli L. Muchdi
  • Editor: Hijrah Putra
  • Penerbit: Penerbit Erlangga 
  • Tahun Terbit: 2012
  • Tebal: 465 halaman
  • ISBN: 978-979-099-835-3
  • Kategori: Fiksi, Novel

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda