Ulasan
Ulasan My Bias, My Boss: Romcom yang Bikin Baper Tanpa Terasa Berlebihan
My Bias, My Boss ini kayaknya bakal jadi drama rom-com terbaik yang pernah saya tonton. Karena meskipun mengusung genre romance, kisah cinta bukan satu-satunya yang ditonjolkan di drama ini. Justru lebih banyak menggambarkan kehidupan Nam Da-reum sebagai fangirl sekaligus pekerja corporate dan kehidupan Kang Ha-gi sebagai CEO yang beneran kerja.
Jadi, My Bias, My Boss bercerita tentang Nam Da-reum (Kim Hye-jun), seorang fangirl dari Lee Chan (Cha Woo-min), anggota boygroup DNX. Ingin bisa melihat idolanya dari dekat, Da-reum berusaha agar bisa bekerja di Apello, perusahaan startup yang dirintis oleh Lee Chan dan sahabatnya, Kang Ha-gi (Kang Hoon).
Namun, alih-alih bisa langsung bekerja dengan sang idola, di Apello Da-reum justru bertemu dan banyak berinteraksi dengan Kang Ha-gi yang menjabat sebagai CEO di perusahaan itu. Berawal dari berbagai kesalahpahaman yang terjadi, perlahan muncul perasaan nyaman hingga keduanya saling jatuh cinta.
Ulasan Drama My Bias, My Boss
Jika di drama My Royal Nemesis Cha Se-gye dan Shin Seo-ri jatuh cinta dalam keadaan bengis, di drama My Bias, My Boss ini Kang Ha-gi dan Nam Da-reum mungkin bisa dikatakan jatuh cinta dalam keadaan plenger, tapi tetap sopan.
Di awal mereka mengalami berbagai kesalahpahaman dan adegan-adegan plenger yang bikin penonton ngakak sebelum akhirnya saling jatuh cinta. Udah gitu, sampai dramanya tamat, penonton nggak dikasih lihat adegan mereka menggunakan panggilan sayang. Keduanya tetap berinteraksi dengan sopan layaknya CEO dan pegawai. Tapi justru inilah yang bikin banyak penonton merasa gemas.
Kemudian hal lain yang banyak disukai oleh penonton dari drama ini adalah penulisan ceritanya yang terasa sangat memperhatikan detail-detail kecil. Bahkan setiap presentasi yang disusun Kang Ha-gi dan karyawannya juga nggak asal-asalan. Penulis tampaknya benar-benar melakukan riset mendalam soal pekerjaan dari karakter yang dia tulis. Dan saya rasa, ini juga yang menjadi salah satu kelebihan dari banyak tontonan Korea.
Karakter Kang Ha-gi pun dibuat terasa dekat dengan kehidupan nyata. Sebagai CEO perintis, dia nggak cuma memberikan perintah dan tanda tangan berkas aja.
Dia bahkan terlihat sangat sibuk menangani berbagai hal, mulai dari rapat dengan investor, rela melakukan banyak hal demi meyakinkan calon partner usaha, menenangkan investor saat perusahaannya ada masalah, membereskan skandal karyawan, hingga turun langsung ke lapangan di tengah hujan badai demi memeriksa kerusakan yang terjadi di pameran yang akan dia gelar.
Interaksi dia dengan karyawan juga tidak digambarkan sebagai bos yang serius dan menyeramkan, bahkan lebih terasa serius, tapi tetap santai di saat yang bersamaan.
Dalam hal romansa, mungkin memang nggak begitu menonjol. Namun, justru itu yang membuatnya terasa lebih natural dan realistis. Melalui drama ini, kita diperlihatkan kehidupan Ha-gi dan Da-reum yang bukan hanya fokus ke kisah cinta mereka saja.
Bahkan di satu momen, ketika Da-reum terlihat skandal dengan Lee Chan, Kang Ha-gi memilih tetap berpikir logis dan mengutamakan kepentingan perusahaan daripada melakukan pembelaan membabi-buta hanya karena perasaannya.
Saya juga menyukai karakter Nam Da-reum yang digambarkan sebagai perempuan ceria, hangat, dan nggak menye-menye. Dia mungkin memang dekat dengan idolanya, tapi ketika menyadari dirinya merasa tidak nyaman menjadi pasangan dengan Lee Chan, dia segera menarik diri dan memilih tetap menjadi fans, tanpa memaksakan diri.
Lalu bagi Lee Chan sendiri, meskipun awalnya sempat tidak terima Da-reum lebih memilih Ha-gi dibanding dirinya, tapi dari sana ia akhirnya belajar untuk berdamai dan melakukan sesuatu sesuai kata hatinya.
Selain Lee Chan, perkembangan karakter Ha-gi juga terasa cukup signifikan di akhir. Dia yang di awal digambarkan sebagai sosok yang menutup diri karena takut kehilangan seseorang, kini menjadi lebih terbuka dan lebih menghargai orang-orang yang berada di sisinya.
Di sisi lain, Nam Da-reum tetapi menjadi sosok yang ceria dan penuh semangat, hanya saja kini ia lebih berani mengungkapkan perasaannya dengan jujur.
Melalui My Bias, My Boss kita tidak hanya diperlihatkan kisah cinta yang terasa manis dan menyenangkan. Melalui drama ini, kita juga melihat bagaimana kehidupan CEO startup yang berjuang melakukan berbagai hal demi mempertahankan perusahaannya dan kehidupan fangirl yang terasa realistis.
Jadi, kalau Sobat Yoursay suka dengan drama romcom yang nggak berlebihan, menurut saya My Bias, My Boss sayang banget buat dilewatkan. Melalui drama ini, kita tidak hanya dibikin baper dengan adegan romansanya, tapi juga diajak melihat kehidupan nyata pengusaha perintis, pegawai korporat, fangirl, hingga kehidupan idol setelah grupnya bubar hingga kembali tampil di panggung lagi.