Ulasan
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
Setelah sekitar empat tahun tidak merilis single baru, Tulus kembali lewat Teh Hijau pada 30 Juni 2026. Lagu ini dirilis sebagai single terbaru Tulus setelah album Manusia pada 2022. Lirik dan melodinya ditulis oleh Tulus, sedangkan Yoseph Sitompul menangani produksi dan aransemen.
Teh Hijau membawa cerita tentang seseorang yang sedang kehilangan rasa senang dan belum bisa membuka hati. Bukan karena tidak ingin merasakan cinta lagi, tetapi ada masa ketika perasaan memang sedang tidak mudah diajak bekerja sama.
Di awal lagu, Tulus menggambarkan seseorang yang mulai bosan dengan hari-hari yang terus berulang.
“Hari-hari berulang, misteri lenyap senang. Ada saran kudengar, lebih sering keluar ke alam. Saran lain kudengar, cari hal asing yang menantang. Keluar dari benteng, dari tempatmu yang sekarang.”
Rasa bosan membuatnya mencoba berbagai cara untuk mencari kembali rasa senang. Ia mendengar saran untuk lebih sering keluar rumah dan mencoba hal-hal baru. Namun, setelah dicoba pun belum ada yang benar-benar menyelesaikan masalahnya.
“Ada yang hilang dariku belakangan, sedang tak mudah bertemu rasa senang. Sedang kucari yang jadi pencetusnya, mungkin hilangnya atau siklus hidupku.”
Ia sadar ada sesuatu yang berubah dalam dirinya, tetapi tidak tahu pasti apa penyebabnya. Rasa senang yang dulu mudah ditemukan sekarang sulit muncul. Ia bahkan mulai bertanya apakah memang ada sesuatu yang hilang atau dirinya hanya sedang melewati fase tertentu.
“Mungkin aku sedang tak bisa, tak bisa jatuh cinta. Membuka hati 'tuk apapun, siapapun.”
Memasuki reff, persoalannya semakin jelas. Bukan cuma soal tidak bisa jatuh cinta, tetapi juga sulit membuka diri terhadap apa pun dan siapa pun. Ada saat ketika seseorang memang sedang tidak siap menerima sesuatu yang baru, meskipun sebenarnya ingin.
“Tambah gerak tubuhmu, baca buku yang baru. Ragam saran brilian, yang belum kunjung jadi penawar.”
Berbagai cara sudah dicoba. Ia bergerak lebih banyak, membaca buku baru, dan mengikuti saran orang lain. Namun, semua itu belum juga mengubah keadaan. Dari sini terlihat bahwa mencari kesibukan tidak selalu cukup untuk membuat seseorang langsung merasa lebih baik.
“S'moga segera kutemukan jawaban, tapi kini kurayakan hampa ini, oh.”
Setelah terus mencari penyebabnya, ia mulai menerima rasa hampa yang sedang dialami. Tidak lagi memaksakan diri untuk segera menemukan jawaban. Untuk sementara, keadaan itu dijalani saja.
“Kulihat mana di kendaliku, teh hijau ini yang di tanganku. Di tengah seram sedih yang menghantamku, uh.”
Bagian bridge membawa hal yang sederhana, yaitu secangkir teh hijau yang ada di tangannya. Di tengah keadaan yang tidak bisa ia kendalikan, setidaknya ada hal kecil yang masih bisa ia nikmati.
“Lepaskan, lepas kemurunganku. Hijau kembali jiwa gersangku.”
Setelah menerima keadaan, muncul keinginan untuk perlahan keluar dari rasa murung tersebut. Kata “hijau” di sini menggambarkan harapan agar dirinya bisa kembali punya semangat dan rasa senang.
“Ambillah sayang sebanyak waktu yang kau perlu.”
Lirik ini yang paling aku suka karena rasanya dekat dengan keadaan ketika seseorang memang butuh waktu untuk kembali seperti biasa. Tidak perlu memaksakan diri untuk langsung baik-baik saja atau mencari jawaban secepatnya.
“Mungkin ini siklusnya, sudah garis jalannya. Esok, esok akan lebih elok.”
Menjelang akhir, muncul penerimaan bahwa fase seperti ini bisa saja memang menjadi bagian dari hidup. Hari ini belum tentu sama dengan hari berikutnya. Masih ada harapan bahwa keadaan akan berubah menjadi lebih baik.
Dari keseluruhan lagu, Teh Hijau bukan cuma bercerita tentang seseorang yang sedang tidak bisa jatuh cinta. Tulus juga menggambarkan masa ketika rasa senang sulit ditemukan, hati sedang sulit terbuka, dan seseorang belum tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya.
Yang menurutku paling menyentuh dari lagu ini ada pada sikap menerima keadaan. Tidak semua masalah harus langsung punya jawaban. Kadang seseorang memang perlu melewati satu fase dulu sebelum akhirnya menemukan kembali apa yang membuatnya merasa baik.