Ulasan
Ulasan Film Ritual Gaib: Nyai Randasura, Teror Mencekam Tumbal Pesugihan!
Ritual Gaib: Nyai Randasura resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 17 September 2026. Film horor kolaborasi Indonesia-Australia ini diputar di jaringan CGV dan sejumlah bioskop independen terpilih. Durasi sekitar 88 menit dengan rating 17+.
Disutradarai Stuart Simpson bersama Intan Kieflie, film ini dibintangi Dinda Hauw sebagai Laras dan Rey Mbayang sebagai Radit. Mereka didukung Masayu Anastasia sebagai Nyai Randasura, Egy Fedly sebagai Abah/Syamsul, Selvi Kitty, Ria Ricis, dan Ricky Lucky One. Film ini menjadi debut horor bagi pasangan Dinda-Rey sekaligus pembuka Ritual Gaib Universe yang sudah didistribusikan ke puluhan negara.
Sebuah Kepulangan yang Membawa Petaka

Cerita berpusat pada Laras yang baru hamil. Kebahagiaan rumah tangga diguncang ketika ia mengetahui suami menyembunyikan fakta bahwa ayahnya, Abah, masih hidup dan sedang sakit parah. Meski Radit enggan, Laras memaksa mereka berkunjung. Di rumah itu, masa lalu kelam terbuka: perjanjian darah turun-temurun yang melibatkan cincin ruby dan sosok seduktif jahat bernama Nyai Randasura. Ritual pesugihan brutal dari tradisi Banten menjadi sumber teror yang mengancam nyawa Laras, jiwa Radit, dan janin yang dikandungnya.
Sinopsis singkat ini sudah cukup membuat film terasa personal. Horornya tidak hanya mengandalkan jump-scare murahan. Ada lapisan drama keluarga, kebohongan dalam pernikahan, dan konsekuensi ambisi yang dibayar mahal. Stuart Simpson berhasil memadukan nuansa lokal dengan pendekatan sinematik yang lebih global. Suasana rumah tua, hutan, dan gua terasa sesak. Pencahayaan gelap dan sound design yang menekan membantu membangun ketegangan perlahan.
Ulasan Film Ritual Gaib: Nyai Randasura

Akting Dinda Hauw menjadi salah satu kekuatan. Sebagai debutan horor, ia harus banyak berteriak dan menumpahkan emosi. Ekspresi ketakutan, kemarahan, sekaligus keputusasaan seorang ibu hamil terasa meyakinkan. Rey Mbayang mendukung dengan baik sebagai suami yang penuh rasa bersalah. Chemistry mereka yang sudah ada di dunia nyata ikut membantu. Masayu Anastasia sebagai entitas jahat memberi aura mengancam tanpa harus selalu muncul secara berlebihan.
Adegan paling menegangkan terjadi di sekitar lokasi gua dan ritual. Ketika Laras mulai menyadari keberadaan Nyai Randasura dan ancaman terhadap kandungannya, kamera sering kali menahan napas penonton. Suara bisikan, bayangan yang bergerak di tepi frame, dan momen ketika sosok itu seolah menyentuh tubuh Laras menciptakan rasa tidak nyaman yang lama.
Suasana tertutup, minim cahaya, serta pengetahuan bahwa tokoh utama sedang hamil membuat setiap detik terasa berbahaya. Adegan ini berhasil memanfaatkan kelemahan fisik dan emosional karakter tanpa terlalu bergantung pada efek visual yang berlebihan.
Adegan paling dramatis justru berada di ranah hubungan suami-istri. Konflik antara Laras dan Radit saat rahasia keluarga terungkap terasa berat. Kemarahan Laras karena dibohongi, rasa takut Radit terhadap warisan kelam ayahnya, dan keputusan mereka harus melindungi anak yang belum lahir menciptakan momen emosional yang kuat. Dialog-dialog di situ tidak sekadar mengisi waktu. Ada rasa sakit, penyesalan, dan tekad yang membuat horornya terasa lebih dalam. Bukan hanya makhluk gaib yang menakutkan, melainkan juga konsekuensi dari pilihan manusia di masa lalu.
Jadi bisa kusimpulkan, Ritual Gaib: Nyai Randasura menawarkan horor yang lebih dari sekadar menakut-nakuti. Ia mengangkat tema pesugihan, tumbal, dan warisan dosa keluarga dengan cara yang cukup serius. Kolaborasi lintas negara terasa dalam teknik pengambilan gambar dan editing, sementara akar ceritanya tetap berpijak pada kepercayaan lokal. Kekurangan yang mungkin kurasakan adalah beberapa bagian yang bisa lebih dipercepat agar ritme tidak sempat longgar, serta penjelasan mitologi yang masih menyisakan ruang interpretasi.
Buat kamu yang mencari horor dengan lapisan drama keluarga dan elemen spiritual, film ini layak ditonton di bioskop. Suasana gelap dan suara yang dirancang untuk layar lebar akan lebih terasa di sana. Setelah keluar dari bioskop, yang tertinggal bukan hanya rasa merinding, melainkan juga pertanyaan tentang seberapa jauh seseorang bersedia pergi demi cinta dan keluarga.
Dengan durasi yang tidak terlalu panjang, film ini cukup padat. Ia berhasil menempatkan Dinda Hauw dan Rey Mbayang di jalur baru yang menantang, sekaligus membuka ruang bagi universe Ritual Gaib di masa depan. Kalau kamu menyukai horor yang memadukan ketegangan gaib dengan konflik manusia yang nyata, Ritual Gaib: Nyai Randasura bisa menjadi pilihan menarik di akhir pekan ini. Rating pribadi: 8/10.