Suara gemericik air? Kalau nggak orang mandi, ya cuci tangan dan kaki, ya kan? Tapi gimana kalau suara gemericik air itu datang dari sebuah toko kosong?
“Fris, kamu nggak pernah dengar apa-apa dari toko sebelah?” tanya Cik Zhao Fei suatu hari.
“Suara orang ngedesah, Cik,” jawabku jujur, meski terdengar absurd.
“Hush, mulutmu!”
Aku lalu mencoba mengingat-ingat. “Oh, sama suara orang mandi?” kataku ragu.
Bangunan toko sebelah tadinya adalah tempat Bulik Lin dan suaminya berjualan nasi padang. Hingga masa sewa bangunan habis, mereka kemudian pindah. Dan hingga sekarang, bangunan toko itu masih kosong, belum ada penyewa baru.
Yang menjadi pertanyaan adalah, selalu ada suara gemericik air pada jam-jam tertentu. Dan seringnya waktu maghrib atau jam sepuluh malam.
“Seingatku, sewaktu Lin pindah, token listrik sebelah pas habis. Nggak mungkin ada suara air,” ucap Cik Zhao Fei.
“Atap bocor juga nggak mungkin, Cik. Ini bukan musim hujan,” imbuhku.
Cik Zhao Fei lalu menyodorkan seporsi es campur. “Yang penting nggak ganggulah, Fris.”
Aku mengangguk setuju.
Suara gemericik air itu hampir selalu terdengar setiap maghrib, atau antara jam sembilan dan sepuluh malam. Memang suaranya agak lirih, tapi saat kutempelkan telingaku ke dinding, suara itu cukup jelas.
Token listrik bangunan sebelah pun telah habis, sehingga alirannya padam total. Sedangkan si pemilik bangunan yang asli, hampir nggak pernah setor muka untuk mengurusi propertinya. Aku pun heran.
Yang cukup mengherankan lagi, pernah suatu sore aku mendengar suara desahan perempuan. Ayolah, aku berusaha berpikir positif. Siapa tahu itu cuma suara angin yang lewat kisi-kisi ventilasi kan?
Pernah juga selepas azan maghrib, terdengar benda jatuh dari bangunan kosong tersebut. Disusul dengan suara mirip kaca pecah. Suara-suara tadi terdengar lagi keesokan harinya, pada waktu yang sama. Padahal bangunan dalam keadaan terkunci dan kosong, serta aliran listrik padam karena tokennya sudah habis.
“Bukannya waktu Bulik Lin pindah dulu, semua perabotannya dibawa ya? Jadi apaan itu yang pecah?”
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Friska, Lift Aneh, dan Lelaki Berbaju Hitam Pencari Gula Pasir
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Polisi Berdarah di Perlintasan Rel Kereta Api Tanpa Palang Pintu
-
Pocong Berkain Putih Bersih di Rumpun Bambu Belakang Rumah Paklek Randi
-
Nostalgia Aroma Dapur Ibu: Kisah Hangat Memasak dengan Tungku Kayu Bakar
Artikel Terkait
Cerita-misteri
Terkini
-
Cewek Paling Badung di Sekolah: Anak Bandel yang Menjadi Pribadi Tangguh
-
Harapan Sederhana Oscar Piastri di F1 GP Jepang 2026: Hanya Ingin Memulai
-
Keheningan Utara dan Harapan dari Selatan
-
Resmi Pacaran, Lee Hi dan Dok2 Rilis Lagu Duet dan Dirikan Label Bersama
-
Buku 9 dari Nadira: Bagaimana Menemukan Makna Hidup Lewat Kehilangan