Selama masa pandemi Covid-19 ditambah kebijakan PPKM Level 2-4 yang diterapkan di Jawa dan Bali, masyarakat dihimbau untuk tinggal di rumah saja. Baik masyarakat yang sehat maupun yang memiliki penyakit ringan diupayakan untuk tetap tinggal di rumah dan mengurangi kegiatan di luar, apalagi yang sifatnya berkerumun. Namun, kebutuhan masyarakat untuk periksa kesehatan di rumah sakit tetap naik, mengingat penyakit bisa kambuh kapan saja.
Kendati demikian, masyarakat yang ingin memeriksa kesehatannya di rumah sakit menjadi parno, begitu melihat angka penularan masih tinggi. Sehingga mereka lebih memilih untuk dirawat di rumah saja dengan berbekal pengetahuan seadanya yang terkadang bisa membuat sakitnya semakin parah.
Yang harus diketahui, bahwa pihak rumah sakit dan seluruh pegawainya sudah menjalankan prosedur kesehatan (prokes) secara ketat dari memakai masker, hand sanitizer, face shield sampai dengan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Di samping itu, para pasien di rumah sakit sudah ditangani dengan baik, begitupun bila ada yang terpapar virus korona. Sehingga tidak akan menganggu jalannya perawatan bagi pasien bukan covid-19 yang periksa dan berobat. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir.
Kekhatwatiran masyarakat akan penyebaran virus covid-19 di rumah sakit adalah hal wajar. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan yang penting dalam rangka menjaga diri.
Mengutip bola.com, berikut ini adalah lima tips bagi orang yang ingin berkunjung ke rumah sakit. Baik yang ingin periksa dan berobat atau hanya sekadar konsultasi, di antaranya:
1. Buat jadwal pertemuan
Membuat jadwal pertemuan dengan dokter ketika akan periksa ke rumah sakit adalah langkah awal untuk mencegah penularan. Untuk konsultasi bisa mengatur jadwal temu secara virtual dahulu. Bila penyakit yang diderita butuh pengobatan, bisa membuat jadwal ulang khusus untuk pengobatan yang harus dilakukan di rumah sakit.
2. Mengikuti petunjuk petugas rumah sakit
Selama masa pandemi covid-19, lalu lalang pasien dan pengunjung, alur antrian, ruang tunggu dan komponen lainnya di rumah sakit sudah diatur sedemikian rupa, sehingga tetap menjaga prokes secara ketat.
Oleh sebab itu, kepada para pengunjung rumah sakit diupayakan mengikuti petunjuk dan arahan dari para petugas di rumah sakit. Agar prokes dapat berjalan dengan aman, baik dan lancar.
3. Wajib menggunakan masker
Para pengunjung rumah sakit diwajibkan untuk menggunakan masker medis. Supaya lebih amannya, gunakan juga masker kain untuk menggandakan pemakaian masker. Cara itu dapat melindungi dari penyebaran virus hingga 80 persen.
4. Tetap menjaga jarak di rumah sakit
Patuhi protokol kesehatan di manapun berada. Apalagi di rumah sakit. Meskipun rumah sakit adalah tempat ramai, usahakan untuk tetap menjaga jarak mininal satu meter. Selain itu, kurangi mengobrol dengan pasien lain atau bahkan dengan pegawai jika tidak ada hal yang penting untuk disampaikan.
5. Tetap mencuci tangan memakai sabun di rumah sakit
Saat berkunjung ke rumah sakit, kamu pasti tidak bisa menghindari dari menyentuh benda-benda yang ada. Maka, jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun, baik saat menunggu pengobatan diberikan atau setelah pemeriksaan dan pengobatan dari dokter di rumah sakit selesai dijalani.
Demikian lima tips yang bisa kamu praktikkan saat akan berkunjung ke rumah sakit. Tidak perlu ragu dan khawatir lagi untuk berobat ke rumah sakit selama prokes tetap dijalankan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Sering Dianggap Buruk, Ini 5 Kelebihan Menjadi Orang Pemalu
-
Diperpanjang Lagi sampai 4 Oktober, PPKM Level 2-3 Berlaku di Jawa dan Bali
-
Jalan Keluar Suatu Masalah Jadi Pemantik Masalah Selanjutnya
-
Gelisah jelang Hari Senin, Ini 5 Cara Jitu Menanggulangi Lunaediesophobia
-
5 Minuman Berkhasiat yang Bisa Membakar Lemak di Tubuh Kamu
Artikel Terkait
-
WSKT Terus Kumpulkan Pundi-pundi Proyek Baru, Kini Senilai Rp146 Miliar
-
Era Digital, Keamanan Siber Jadi Pilar Penting Pelayanan Kesehatan Modern di Rumah Sakit
-
Penyiksaan Mengerikan Direktur RS Gaza di Penjara Israel: Kesaksian Pengacara Mengungkap Fakta Brutal
-
Pentingnya Layanan Pre-Hospital dalam Penanganan Stroke: Setiap Detik Menentukan Nyawa
-
Dukung Kesehatan Masyarakat, Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit Mulai RSCM, Fatmawati, Sampai Tana Tidung
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop