Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah narkoba, narkotika, psikotropika, dan banyak sebutan lain yang tertuju pada jenis obat-obatan terlarang. Apalagi sering tersiar berita seseorang ditangkap polisi baik itu nantinya akan ditahan di penjara sebagai narapidana, atau direhabilitasi sebagai pengobatan bagi mereka yang dikategorikan sebagai pecandu.
Nah, kamu pun tentu sudah dikenalkan pelajaran seputar obat-obatan terlarang ini kan? Gunanya tentu diajarkan bukan untuk kamu gunakan ya. Tapi, agar kita bisa membedakan dan memahami betul bahwa obat-obatan terlarang ini, bukan jenis obat yang secara bebas bisa dikonsumsi. Namanya juga 'terlarang'. Tentu akan ada dampak yang sangat tidak baik jika dikonsumsi secara asal-asalan tanpa rekomendasi dari dokter atau tenaga medis.
Mengutip dari halodoc.com, dijelaskan bahwa narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik itu sintetis maupun semi sintetis. Zat ini memicu beberapa efek seperti penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menyebabkan ketergantungan.
Nah, masih dilansir halodoc.com, narkotika juga dibagi lagi menjadi 3 golongan. Apa aja?
1. Golongan I
Golongan ini adalah narkotika yang sebenarnya masih boleh digunakan, namun dalam jumlah dan kepentingan terbatas,serta hanya bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Itu pun, harus sudah mendapat persetujuan menteri dan atas rekomendasi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan alias BPOM. Contoh narkotika golongan I adalah tanaman koka, tanaman ganja, kokaina, dan lain-lain.
2. Golongan II
Untuk narkotika golongan II, secara umum penggunaannya hanya untuk kepentingan pengobatan. Dokter bisa memberikan narkotika golongan ini dengan berpegang pada indikasi medis dalam jumlah terbatas pada pasien. Contohnya fentanil, morfin, dan sebagainya.
3. Golongan III
Terakhir, narkotika golongan III yaitu jenis yang boleh dipakai sebagai pengobatan medis dan hanya diberikan oleh dokter. Nah, beberapa contoh narkotika golongan ini yaitu kodeina, propiram, dan lain-lain.
Yup, itulah sedikit penyegaran ulang terntang apa itu narkotika, dan terbagi menjadi berapa golongan serta tujuan penggunaannya. Kenapa 'penyegaran'? Ya, karena penulis yakin hampir semua dari kamu-kamu yang mebaca artikel ini pasti sudah pernah tahu atau diajarkan tentang narkotika semasa sekolah, kan?
Its okay, kalau lupa walau sudah pernah belajar tentang apa itu narkotika. Asal, jangan lupa kalau obat-obatan terlarang ini tidak boleh digunakan sembarangan, ya! Selain merusak kamu dari dalam, narkotika juga akan merusak hidupmu dari luar.
Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
Pusar Bumil Menonjol, Bahaya Nggak Sih? Ini Penjelasannya
-
Gemas Sih Boleh, Tapi Jangan Bercanda yang Justru Membahayakan Bayi!
-
Bener Nggak Sih Ibu Hamil Dilarang Minum Air Es? Ini Faktanya!
-
Anak-anak Benci Matematika? Pahami Dulu Yuk, Ini 5 Alasannya
-
Jangan Tahunya Cuma Kondom! Ini 5 Jenis Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan
Artikel Terkait
Health
-
Jangan Sembarangan Menginjak Kecoak! Bakterinya Bisa Menyebar di Lantai
-
Awas, Jantung Bisa Jebol! Ini Bahaya Nyata Begadang Buat Kamu yang Sering Doom Scrolling
-
Bukan Tanda Produktif, Ini Harga Mahal yang Dibayar Tubuh Saat Kurang Tidur
-
Tradisi Menginang saat Maulid Nabi dan 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Mulut
-
Sering Lapar Padahal Baru Sarapan? Waspada Efek Roller Coaster Gula Darah
Terkini
-
Aksi Nyata Kelompok 04 IPB di Malaysia: Blusukan ke Chow Kit Demi Misi Kemanusiaan
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Air Tidak Bisa Dicetak Ulang, Hutan Jangan Dihabiskan demi Uang
-
Kerja Secukupnya, Hidup Sepenuhnya: Saat Gen Z Mulai Ubah Definisi Sukses
-
5 Lip Blurring untuk Samarkan Garis Bibir, Makeup Jadi Makin Flawless!