Ikan patin, siapa sih yang tak kenal dengan hewan air yang satu ini. Ikan patin sering juga disebut dengan nama ikan dori, bahkan ikan ini menjadi favorit makanan masyarakat kita. Karena harganya terjangkau, dan rasa ikannya juga lezat.
Nah, dibalik itu semua tahukah kamu manfaat ikan patin bagi kesehatan? Ya, kali ini kita akan membahasnya.
Kandungan gizi pada ikan patin
Berdasarkan data Panganku dari Kemenkes RI, dalam 100 gram ikan patin segar mengandung zat gizi sebagai berikut.
- Energi 132 kkal
- Protein 17,0 gram
- Lemak 6,6 gram
- Karbohidrat 1,1 gram
- Kalsium 31 miligram
- Fosfor 173 miligram
- Zat besi 1,6 miligram
- Natrium 77 miligram
- Kalium 346,0 miligram
- Tembaga 0,7 miligram
- Zink 0,8 gram
- Beta karoten 7 mcg
- Thiamin 0,2 mg
- Riboflavin 0,03 mg
- Niasin 1,7 mg
Manfaat ikan patin untuk kesehatan
Ya, zat gizi yang terkandung dalam ikan ini saja sudah banyak. Apalagi dengan manfaatnya untuk kesehatan. Berikut ini adalah sejumlah manfaat ikan patin untuk kesehatan yang dilansir dari laman hellosehat.com.
1. Mendukung perbaikan sel yang rusak
Ikan merupakan salah satu makanan yang menjadi sumber makanan yang kaya akan protein. Nah, ikan patin sendiri mengandung protein yang bermanfaat dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
Perlu diketahui, sel-sel yang ada di dalam tubuh manusia akan mengalami kerusakan. Nah, sela yang rusak tersebut pun akan diganti dengan sel baru dan terjaga fungsinya.
2. Menjaga tekanan darah tetap stabil
Ikan patin mengandung kalium yang cukup tinggi. Nah, mineral tersebut bermanfaat bagi tubuh untuk menjaga tekanan darah.
Perlu diketahui, bahwa kalium yang terkandung dalam ikan patin dapat mengurangi efek natrium yang masuk ke tubuh. Oleh sebab itu, semakin banyak kalium yang kamu konsumsi maka akan semakin banyak pula natrium yang akan hilang dalam urin.
Nah, natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh sebab itu, hadirlah kalium yang berguna menyeimbangkan kadar natrium.
3. Menyehatkan tulang
Ikan patin ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan tulang. Ikan patin sendiri mengandung fosfor dan kalsium.
Fosfor sendiri menjadi komponen penting penyusun tulang dan gigi. Dan kalsium berguna dalam mendukung kekuatan dan pertumbuhan tulang.
4. Menurunkan kadar kolesterol
Ikan patin mengandung niasin yang cukup tinggi dibandingkan jenis vitamin B lainnya pada ikan ini. Nah, vitamin ini digunakan oleh tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi.
Selain itu, vitamin B juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem saraf, sistem pencernaan, dan juga kulit.
Nah, itulah tadi sejumlah manfaat dari ikan patin untuk kesehatan. Tapi ingat, untuk mendapatkan manfaatnya secara efektif, perlu juga dengan pengolahan yang sehat ya.
Semoga bermanfaat.
Video yang mungkin Anda suka
Baca Juga
-
Real Madrid Tertarik Datangkan Kai Havertz dari Chelsea! Akankah Terjadi?
-
6 Manfaat Buah Delima bagi Kesehatan, Salah Satunya Kesehatan Otak!
-
6 Manfaat Oatmeal, Menu Sarapan yang Lagi Tren!
-
4 Manfaat Kopi Luwak untuk Kesehatan, Lebih Sehat dari Kopi Biasa?
-
4 Ciri-Ciri Orang Jujur yang Mudah Dikenali!
Artikel Terkait
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Gus Ipul Salat Ied di Sentra Kemensos, Beri Semangat untuk Penerima Manfaat
Health
-
5 Tips Atasi Lelah setelah Mudik, Biar Energi Balik Secepatnya!
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?