Seorang pria umumnya sudah memiliki pemikiran yang matang ketika berusia di atas 25 tahun. Hal ini umumnya ditandai dengan kemandirian pria tersebut dalam menentukan langkahnya sendiri dan sikap dalam mengambil keputusan. Namun, dalam beberapa kasus ada beberapa pria yang terkadang belum mampu bersikap mandiri atau terlepas dari ketergantungan terhadap orang lain, umumnya ketergantungan tersebut kepada orang tua secara berlebihan. Kasus ini dikenal dengan nama Peterpan Complex atau Peterpan Syndrome.
Dilansir dari situs halodoc.com, kondisi mental ini juga dikenal dengan nama king baby atau little prince syndrome. Meskipun juga bisa menyerang kaum wanita, akan tetapi lazimnya kondisi tersebut lebih dekat dengan kaum pria. Berikut ini ada beberapa ciri yang dapat menjadi penanda bahwa seseorang menderita Peterpan Complex atau Peterpan Syndrome.
1. Mudah Tersulut Emosi dan Tidak Bisa Mengendalikannya
Salah satu ciri seorang pria terkena Peterpan Complex adalah dia mudah sekali tersulut emosi, khususnya apabila keinginan atau kemauannya tidak dapat terpenuhi. Sikap ini diikuti dengan tingkah laku yang cenderung manja dan suka membantah seseorang yang sedang menasehatinya. Hal ini dipengaruhi ketika dia kecil seluruh keinginannya selalu dipenuhi oleh orang-orang terdekatnya, khususnya orang tua. Kondisi tersebut berdampak di masa dewasanya yang membuat semua orang harus menuruti segala permintaanya.
2. Kurang atau Tidak Bertanggung Jawab Atas Tingkah Lakunya
Umumnya dia akan sering sembrono dalam mengambil suatu sikap atau tindakan. Bahkan, yang lebih buruk dia tidak akan mau disalahkan jika tindakannya itu merugikan orang lain atau dirinya sendiri. Salah satu contohnya dia seringkali melakukan suatu hal tanpa pemikiran yang cukup panjang dan matang. Kemungkinan hal ini dipengaruhi ketika dia masih kecil tidak mendapatkan perhatian atau kasih sayang dari orang tuanya. Bisa pula dia kurang mendapatkan edukasi mengenai rasa tanggung jawab atas segala perbuatan yang dia lakukan.
BACA JUGA: Wulan Guritno Semakin di Depan, Potret Seksi Bangun Tidur Meresahkan Netizen Budiman
3. Cenderung Tidak Bisa Mandiri
Salah satu ciri yang seringkali melekat dalam penderita Peterpan Complex adalah dia cenderung tidak bisa mandiri. Umumnya dia tidak bisa membuat atau mengambil keputusannya sendiri dan cenderung selalu bergantung terhadap oramg lain. Hal ini meliputi banyak hal mulai dari beragam aktivitas sehari-hari yang dia lakukan hingga dalam perihal pekerjaan atau mata pencaharian. Kemungkinan hal ini disebabkan ketika penderita di masa kecil seringkali dibantu secara berlebihan oleh orang tuanya tanpa dikenalkan tentang sikap-sikap kemandirian. Hampir seluruh keinginannya mendapatkan bantuan atau pengaruh dari orang tuanya sehingga membuatnya kurang bisa mandiri di masa dewasa.
4. Tidak Terima Bila Dikritik
Orang yang menderita Peterpan Complex juga cendurung memiliki sikap anti-kritik atau tidak bisa menerima kritikan dengan baik. Dia cenderung akan marah atau membenci seseorang yang memberi dirinya kritikan, bahkan jikapun itu adalah kritik yang membangun. Pada beberapa kasus, dia juga bisa cenderung sakit hati apabila menerima kritikan hingga membuat dirinya merasa rendah atau drop. Hal ini diyakini karena sewaktu kecil dia mendapatkan didikan yang terlalu keras dari orang tuanya atau menjadi pihak yang selalu disalahkan.
Nah, itulah beberapa ciri yang bisa menjadi acuan seseorang mengidap Peterpan Complex. Kondisi ini sebenarnya bisa disembuhkan dengan beberapa cara, seperti belajar untuk menerima tanggung jawab, berdamai dengan masa lalu hingga belajar untuk mengendalikan emosi dan menumbuhkan rasa kemandirian dalam dirinya sendiri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Artikel Terkait
-
4 Fakta Psikologi Pria yang Jatuh Cinta Menurut Ahli, Tak Mudah Sakit Hati?
-
Menghemat Energi! Ini 3 Cara Menguasai Bahasa Asing dengan Teknik Feynman
-
Sudah Berkali-kali Coba Bunuh Diri Namun Gagal, Pria di Banyuwangi Nekat Potong Kelamin Sendiri
-
Kehamilan dan Kualitas Sperma: Sperma Kental Lebih Baik daripada Sperma Encer
-
Menjadi Ayah dengan Sperma yang Kuat dan Sehat: Saran dari Dokter Boyke
Health
-
Saat 'Diterima Teman' Lebih Penting dari Kesehatan: Membedah Psikologi Remaja Pengguna Vape
-
Radiasi di Balik TWS: Seberapa Aman Dipakai Setiap Hari?
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
Terkini
-
5 Serum Berbahan Green Tea untuk Menenangkan Kulit Berjerawat dan Kemerahan
-
Sinopsis You Are My Fateful Love, Drama Baru Miles Wei tentang First Love
-
Menelusuri Jejak Perkembangan Ilmu Psikologi Melalui Pemikiran Baldwin
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
Renjun NCT Ungkap Hubungan yang Matang dan Dewasa di Lagu Echoes Between Us