Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang kerap kali diderita oleh masyarakat di Indonesia. Penyakit ini umumnya bisa timbul dari gaya hidup masyarakat yang tidak sehat meskipun pula dalam beberapa kasus dapat ditemui penderita hipertensi dipengaruhi oleh faktor genetik. Penderita darah tinggi umumnya dianjurkan menghindari mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis.
Salah satu makanan yang diindikasikan dapat memicu tekanan darah tinggi adalah daun singkong. Dalam dunia kuliner Indonesia, daun singkong merupakan salah satu bahan makanan yang cukup lumrah ditemui dalam berbagai makanan lokal. Namun, bagi penderita hipertensi mengkonsumsi daun singkong merupakan pantangan tersendiri. Berikut tiga alasan mengapa penderita hipertensi tidak dianjurkan mengonsumsi daun singkong.
1. Memiliki Kandungan Kalium Yang Rendah
Melansir dari situs USDA Food Data Central, daun singkong memiliki kandungan kalium yang cukup rendah. Hal inilah yang membuat daun singkong tidak terlalu disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Kalium merupakan senyawa mineral yang memiliki fungsi untuk mengontrol stabilitas tekanan darah dalam tubuh.
Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan rendah kalium seperti daun singkong dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan meningkatkan tekanan darah.
2. Tinggi Kandungan Natrium
Salah satu alasan utama daun singkong tidak disarankan untuk dikonsumsi penderita hipertensi adalah daun ini memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi. Melansir dari situs Halodoc, meskipun rendah kalium daun singkong merupakan salah satu bahan makanan yang cukup tinggi natrium atau kandungan garam.
BACA JUGA: 8 Jenis Tanaman Indah di Dalam Ruangan yang Mudah Dirawat, Tertarik Mencoba?
Natrium sendiri merupakan senyawa mineral yang dapat memacu tekanan darah dalam tubuh seseorang. Belum lagi dalam beberapa kasus, penderita hipertensi tidak bisa mentoleransi jumlah natrium berlebih yang masuk ke dalam tubuhnya, sehingga rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya.
3. Dikhawatirkan Dapat Mengurangi Efek Penggunaan Obat Tertentu
Mungkin hal ini pula yang membuat penderita hipertensi tidak dianjurkan atau bahkan bisa dilarang mengkonsumsi daun singkong. Melansir dari situs Halodoc, kandungan senyawa natrium dalam daun singkong dikhawatirkan dapat memberikan reaksi terhadap penggunaan obat tertentu untuk pengobatan hipertensi. Interaksi ini dapat menyebabkan berkurangnya efek dari pengobatan tersebut terhadap penderita hipertensi.
Nah, itulah beberapa alasan mengapa mengkonsumsi daun singkong cukup dilarang untuk pengguna hipertensi. Sejatinya mengkonsumsi daun singkong masih diperbolehkan asalkan jumlah yang dikonsumsi sangat sedikit. Meskipun diperbolehkan, tentunya menghindari makanan tersebut lebih baik untuk proses pengobatan penderita hipertensi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
Health
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
Terkini
-
Hati-hati! 4 Zodiak Ini Punya 'Titik Lemah' yang Bikin Uang Mereka Cepat Ludes
-
Noah Kahan: Out of Body, Bukan Soal Tenar, tapi Tentang Bertahan Setelahnya
-
5 Pilihan Toner Badan untuk Eksfoliasi Supaya Kulit Makin Cerah dan Sehat
-
Buat Kaget! Barbara Palvin dan Dylan Sprouse Pamer 'Baby Bump' di Cannes
-
Mental Inlander dan Luka Panjang Kolonialisme dalam Buku Max Havelaar