
Kontrasepsi tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga pria. Karena, pria juga memiliki peran yang penting dalam mengendalikan kehamilan. Kontrasepsi pria juga memiliki berbagai dampak yang perlu dibahas agar tidak menjadi polemik tak berkesudahan.
Dalam tulisan ini, akan membahas enam dampak akibat penggunaan kontrasepsi pada pria yang dirangkum dari beragam informasi dan sumber tulisan Hormonal Male Contraception: Getting to Market.
BACA JUGA: Ampuh Mengatasi Kecemasan, Inilah 5 Manfaat Stress Ball bagi Tubuh
1. Mengendalikan Kehamilan
Salah satu dampak utama dari kontrasepsi pada pria adalah kemampuannya untuk mengendalikan kehamilan. Dengan menggunakan metode kontrasepsi yang efektif, pria dapat berpartisipasi aktif dalam merencanakan keluarga, mengatur jarak kehamilan, dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Hal ini memberikan kesempatan pada pasangan memiliki kontrol yang lebih besar atas kehidupan mereka dan memungkinkan wanita untuk fokus pada karier atau pendidikan tanpa terbebani oleh kehamilan yang tidak direncanakan.
2. Mengurangi Risiko IMS
Penggunaan kontrasepsi pada pria, seperti kondom, juga dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit seksual. Kondom adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dalam melindungi terhadap infeksi menular seksual (IMS). Dengan menggunakan kondom secara konsisten, pria dapat melindungi diri mereka sendiri dan pasangan mereka dari penyakit seperti HIV dan AIDS, klamidia, gonore, dan lainnya.
3. Bentuk Dukungan Emosional
Penggunaan kontrasepsi oleh pria juga dapat memberikan dukungan emosional bagi pasangan. Dalam hubungan yang saling menghormati dan setara, pria yang bertanggung jawab dalam menggunakan kontrasepsi bisa dimaknai sedang menunjukkan komitmen terhadap kesehatan reproduksi. Hal ini dapat membangun kepercayaan dan memperkuat ikatan emosional antara pasangan.
4. Berpengaruh terhadap Kesehatan Pria
Penggunaan kontrasepsi pada pria juga dapat memiliki dampak terhadap kesehatan. Beberapa metode kontrasepsi pria, seperti vasektomi, bisa memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kanker testis. Studi juga menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal pada pria dapat mengurangi risiko kanker prostat.
5. Dampak Psikologis
Meskipun kontrasepsi pria memberikan manfaat mengendalikan kehamilan dan melindungi kesehatan, ada juga dampak psikologisnya. Beberapa pria sangat mungkin merasa kehilangan kontrol atas reproduksi mereka atau merasa terbebani dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam merencanakan keluarga. Pemahaman dan komunikasi yang baik antara pasangan sangat diperlukan untuk mengatasi dampak psikologis ini.
6. Kesetaraan Gender
Penggunaan kontrasepsi pada pria juga menjadi bagian untuk mencapai kesetaraan gender. Ketika pria terlibat aktif melakukan pengendalian kehamilan, tentu sama dengan mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan pemahaman tanggung jawab bersama dalam suatu hubungan. Hal ini juga membantu mengurangi stigma terhadap kontrasepsi pria dan memperluas pilihan kontrasepsi bagi semua individu.
Oleh karena itu hendaknya pria agar aktif mengambil tanggung jawab untuk mencegah kehamilan dan menjaga kesehatan sendiri serta pasangan. Dengan memperluas pemahaman dan pilihan kontrasepsi, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sehat, berkelanjutan, penuh keadilan dan kesetaraan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
5000 Langkah dan Satu Liter Bensin, Refleksi Tentang Ketidakadilan
-
Membincang Pertolongan Pertama pada Psikologis
-
Menyambangi Bukit Rhema dan Eksplorasi Perjalanan Spiritual di Gereja Ayam
-
Sudah Tahu Well Being? Ini Cara Mewujudkannya agar Hidupmu Jadi Lebih Baik
Artikel Terkait
-
Seorang Pria Paruh Baya Diciduk Polisi Usai Lalukan Rudapaksa Terhadap Anak SMP
-
Tips Pilih Baju Lebaran Pria Anti Gerah ala Desainer: Palazzo hingga Oversize Jadi Kunci!
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
-
Tips Memadukan Outfit Baju Lebaran Pria Agar Tampil Stylish
-
Dampak Psikologis di Balik Teror Terhadap Tempo: Trauma yang Tak Selalu Langsung Terlihat
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Lea Tinggalkan SECRET NUMBER, Masa Depan Grup Mulai Dipertanyakan
-
Jujutsu Kaisen: Alasan Kenapa Yuta Okkotsu Terpilih Jadi Ketua Klan Gojo
-
Alam Mayang Pekanbaru, Destinasi Liburan Keluarga yang Wajib Dikunjungi!
-
Review 12 Strong: Kisah Heroik Pasukan Khusus AS Pasca Peristiwa 11/09/2001
-
Rilis Poster Baru, Ini Peran Yook Sungjae dan Bona di The Haunted Palace