Bagi banyak orang, menentukan waktu terbaik untuk berolahraga sama sulitnya dengan menentukan jenis olahraga apa yang paling cocok. Apakah Anda tipe yang memulai hari dengan gerakan penuh energi? Atau justru merasa tubuh lebih kuat ketika matahari hampir tenggelam?
Faktanya, tidak ada satu waktu sempurna yang berlaku untuk semua orang. Namun, olahraga di pagi, siang, maupun malam hari memiliki manfaat unik yang dapat Anda sesuaikan dengan ritme tubuh dan gaya hidup.
Olahraga Pagi: Energi Segar dan Pola Hidup Teratur
Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga pagi dapat meningkatkan stabilitas ritme biologis dan membantu menjaga pola hidup lebih konsisten. Ketika berolahraga di pagi hari, tubuh melepaskan hormon endorfin dan meningkatkan fokus sehingga Anda lebih siap menjalani aktivitas. Berolahraga sebelum sarapan juga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak, terutama bagi yang sedang ingin menjaga berat badan.
Selain itu, pagi adalah waktu ketika gangguan eksternal lebih sedikit. Anda bisa terhindar dari meeting mendadak, kemacetan, atau rasa lelah setelah seharian bekerja. Inilah alasan olahraga pagi sangat ideal bagi Anda yang ingin membangun kebiasaan jangka panjang.
Olahraga Siang: Performa Fisik di Puncaknya
Jika pagi terasa terlalu terburu-buru, waktu siang memberikan alternatif yang tak kalah baik. Suhu tubuh biasanya meningkat menjelang siang hingga sore, membuat otot menjadi lebih hangat dan fleksibel. Hal ini berarti risiko cedera lebih rendah dan performa fisik bisa maksimal.
Banyak orang juga merasa kekuatan tubuh dan stamina berada pada titik terbaik sekitar pukul 12.00 hingga 15.00. Jika Anda bekerja di kantor, olahraga ringan seperti berjalan cepat, stretching, atau latihan 15 menit bisa membantu mengurangi stres dan mengembalikan fokus.
Bagi atlet atau mereka yang ingin meningkatkan performa, latihan siang dapat menjadi pilihan yang sangat efektif.
Olahraga Sore hingga Malam: Lebih Santai dan Performa Optimal
Bagi sebagian besar orang, sore dan malam adalah saat tubuh mencapai suhu dan kapasitas paru yang optimal. Inilah yang membuat olahraga malam memberikan sensasi lebih ringan dan menyenangkan. Latihan intensitas tinggi pun terasa lebih mudah dilakukan pada jam-jam ini.
Bonus lainnya, olahraga malam dapat menjadi cara ampuh melepas stres setelah seharian bekerja. Namun, bagi beberapa orang, olahraga terlalu malam, terutama tepat sebelum tidur, dapat meningkatkan detak jantung dan membuat sulit tidur.
Karena itu, idealnya olahraga dilakukan paling lambat satu hingga dua jam sebelum waktu tidur.
Mana yang Terbaik?
Meskipun masing-masing waktu memiliki keuntungan tertentu, yang paling penting adalah memilih waktu yang paling realistis dan konsisten untuk Anda.
Jika Anda sulit bangun pagi, memaksakan diri berolahraga sebelum matahari terbit hanya akan membuat Anda cepat menyerah. Jika waktu kerja Anda padat, olahraga sore mungkin lebih cocok.
Tubuh manusia memiliki pola energi alami yang unik, dan menemukan waktu yang paling selaras dengan tubuh Anda adalah kunci keberhasilan rutinitas jangka panjang.
(Flovian Aiko)
Baca Juga
-
Stoikisme di Bulan Puasa: Mengatur Hasrat, Menjaga Akal Sehat
-
Gula: Dari Simbol Kebahagiaan Menuju Penanda Kelas Sosial di Era Modern
-
Kawan Lama Ayahmu: Wajah Suram Australia di Era Kolonial
-
Mengelola Euforia Ramadan: Antara Tradisi Bising Petasan dan Keselamatan Anak
-
4 Serum Korea Diperkaya Galactomyces Atasi Kulit Bertekstur dan Kusam
Artikel Terkait
-
7 Rekomendasi Outfit Pilates Hijab yang Nyaman dan Stylish, Harga Terjangkau
-
5 Smartwatch Terbaik untuk Olahraga dan Pantau Detak Jantung, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Deretan Pemain Muda yang Siap Mencuri Panggung di SEA Games 2025
-
Kepala 'Meledak' Gara-gara Stres? Ini 10 'Obat' Simpel yang Bisa Bikin Tenang Lagi
-
Bertemu di Istana, Ini yang Dibas Presiden Prabowo dan Dasco
Health
-
Ngopi saat Sahur, Efektifkah untuk Menjaga Energi Selama Puasa?
-
Hindari Mi Instan, Pilih Telur Dadar Sayur Agar Puasa Tetap Berenergi
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Olahraga Saat Puasa: Mitos, Fakta, dan Panduan dari dr. Tirta
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
Terkini
-
Stoikisme di Bulan Puasa: Mengatur Hasrat, Menjaga Akal Sehat
-
Gula: Dari Simbol Kebahagiaan Menuju Penanda Kelas Sosial di Era Modern
-
Kawan Lama Ayahmu: Wajah Suram Australia di Era Kolonial
-
Mengelola Euforia Ramadan: Antara Tradisi Bising Petasan dan Keselamatan Anak
-
4 Serum Korea Diperkaya Galactomyces Atasi Kulit Bertekstur dan Kusam