Mendekati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di kawasan Yogyakarta dan Surakarta mulai mengadakan perayaan Sekaten. Di perayaan tersebut, ada berbagai macam pertunjukan serta jajanan, salah satunya daun sirih atau yang biasa disebut kinang. Mengunyah sirih atau menginang merupakan jajanan tradisional dengan berbagai komponen, seperti daun sirih, kapur sirih, tembakau kering, gambir, dan pinang. Uniknya, 5 elemen utama ini menjadi perlambangan 5 rukun Islam.
Selain sarat akan makna, tradisi menginang ini juga punya segudang manfaat untuk kesehatan mulut. Di sisi lain, masyarakat percaya menginang saat perayaan Sekaten akan membuat awet muda dan panjang umur. Bukan mitos, zat antiseptik pada daun sirih, nyatanya membantu mengurangi bakteri dalam mulut untuk kesehatan oral yang lebih terjaga. Penasaran dengan manfaat lainnya? Simak penjelasannya di bawah!
1. Mengurangi Bau Mulut
Sejak dulu, daun sirih kerap dijadikan bahan alami untuk mengurangi bau, salah satunya bau mulut. Kandungan minyak atsiri dan zat antiseptik menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Meski begitu, hal ini tidak berarti menginang otomatis dapat menghilangkan bau mulut secara permanen, apalagi menggantikan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Jadi, bukan berarti tidak gosok gigi lagi kalau sudah menginang, ya.
2. Menjaga Kesehatan Gusi
Daun sirih mengandung sejumlah senyawa aktif yang memiliki sifat antimikroba. Tak hanya untuk gigi, zat ini juga bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya bakteri di area gusi. Selain itu, jika terdapat luka atau sariawan pada gusi, daun sirih bisa membantu pemulihan luka lebih cepat.
3. Merangsang Produksi Air Liur
Saat mengunyah sirih dan biji pinang, secara alami rongga mulut akan memproduksi air liur lebih banyak. Ternyata ini ada manfaatnya untuk kesehatan. Produksi air liur yang cukup membantu proses menelan lebih baik dan membantu menghilangkan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Selain itu, air liur juga membuat proses mengunyah makanan lebih cepat lembut sehingga lebih aman saat mencapai lambung.
4. Membantu Mengurangi Karies Gigi
Daun sirih memiliki senyawa antimikroba yang berpotensi menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri di rongga mulut. Hal ini membuat sirih secara tradisional dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan gigi, termasuk mengurangi risiko munculnya karies yang berkaitan dengan aktivitas bakteri dan penumpukan plak.
5. Membantu Penyembuhan Luka atau Sariawan dalam Mulut
Daun sirih juga sejak lama digunakan secara tradisional untuk membantu merawat luka atau sariawan di dalam mulut. Sifat antimikroba dan antiinflamasi berpotensi membantu menjaga area luka sekaligus mendukung proses pemulihan jaringan. Zat-zat tersebut juga membantu menangkal bakteri jahat yang berpotensi menghambat penyembuhan luka.
Tradisi yang erat dengan kebiasaan 'nenek-nenek' ini ternyata punya manfaat untuk kesehatan mulut. Tak heran, masih banyak orang-orang tua memiliki gigi yang masih kuat meskipun usia tak muda lagi. Kalau mencoba menginang, kamu tak hanya melestarikan tradisi, tapi juga menjaga kesehatan mulutmu. Mau coba menginang?
Baca Juga
-
Awas Keracunan, Perhatikan 5 Ciri Penting Ini Sebelum Menjadikan Tanaman Liar Sebagai Makanan
-
Tren Joki Baca Buku: Melorotnya Literasi atau Jadi Ladang Cuan Kutu Buku?
-
5 Rekomendasi Drakor Komedi dengan Humor Absurd, Dijamin Bikin Ngakak!
-
5 Bahan Makanan Tradisional yang Kini Mendunia, Ada Matcha hingga Ube!
-
Rasisme di Like a Winding Sheet: Siapa yang Salah, Siapa yang Kena Marah?
Artikel Terkait
-
Pesta Petasan Bikin Anak Trauma! Warga Pondok Pinang Tempuh Jalur Hukum
-
Belajar dari Insiden Petasan Pondok Pinang: Tradisi Jangan Korbankan Ketenangan Tetangga
-
Update Viral Petasan Maulid Nabi Pondok Pinang, Polisi Bergerak
-
Bukan Sekadar Irigasi, Bagaiaman Tradisi Subak Bali Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam
-
Shubh Diwali Selection: Menghadirkan Cita Rasa India untuk Momen Berbagi di Jakarta
Health
-
Titik Koma di Ibu Kota: Tempat Semesta Menyelamatkan Kita dari Ketergesaan
-
Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?
-
Sering Mengasihani Diri Sendiri? Jangan-Jangan Kamu Lupa Mengambil Jeda
-
Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi
-
Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin
Terkini
-
Di Luar Ada Zombie, di Dalam Ada Pembunuh! Review Novel Murder at Shijinso
-
Ragamu Bukan Mesin: Seni Melambat di Dunia yang Terlalu Cepat
-
Novel Ascendance of a Bookworm Bagian 4 Diadaptasi Jadi Anime TV
-
Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu
-
Kalau Syaratnya Tak Terpenuhi, Mengapa Bisa Lolos Sejak Awal?