Pernahkah kalian membaca hasil karya sastrawan asing yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia? Lalu bagaimana tanggapan kalian terhadap karya terjemahan tersebut? Apakah karya tersebut masih sesuai dengan karya aslinya atau sudah sedikit berbeda dengan karya aslinya?
Karya sastra terjemahan merupakan karya sastra yang diterjemahkan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Misalkan ada sebuah karya sastra berbahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka bahasa sumber yang dimaksud ialah bahasa Inggris, sedangkan bahasa sasaran yang dimaksud ialah bahasa Indonesia.
Sebuah karya sastra yang ditulis menggunakan bahasa asing, adalah milik atau kepunyaan bahasa asing. Akan tetapi, ketika karya asing tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa kita (bahasa Indonesia), maka karya tersebut telah menjadi kepunyaan kita (bahasa Indonesia). Begitulah menurut salah satu maestro sastra kita, Sapardi Djoko Damono.
Menerjemahkan karya sastra tidak cukup dengan mengalihbahasakan susunan kata-katanya saja, tetapi juga perlu untuk mendalami unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra. Mengingat karya sastra merupakan karya seni yang menggunakan tulisan dan bahasa sebagai sarananya.
Ada beberapa hal yang perlu kalian lakukan sebelum kalian menerjemahkan karya sastra dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, beberapa hal di antaranya ialah: kalian harus menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran dengan baik; kalian harus paham akan apresiasi sastra; dan kalian harus memiliki pengetahuan tentang pokok pembahasan dalam karya sastra aslinya. Namun andaikata kalian belum menguasai bahasa sumber secara keseluruhan, kalian tidak perlu khawatir, karena di era yang canggih dan serba cepat ini kalian tentu bisa mempelajari bahasa sumber secara praktis dan instan.
Setelah mendalami beberapa hal sebelum penerjemahan, langkah selanjutnya adalah memulai untuk menerjemahkan. Adapun langkah-langkah sistematis menerjemahkan karya sastra ialah sebagai berikut:
1. Analisis Teks
Pada langkah yang pertama ini kalian diharuskan untuk menganalisis teks karya sastra yang masih berupa teks sumber (asli). Adapun yang perlu kalian analisis ialah kaitan antara susunan teks (ketatabahasaan) dengan makna dari teks tersebut. Dengan kata lain, pada tahap pertama ini kalian dituntut untuk memahami isi dari teks asli tersebut.
2. Peralihan Makna
Pada tahap kedua, kalian diharuskan untuk melakukan peralihan hasil analisis yang telah kalian lakukan ke dalam bahasa sasaran. Apabila kalian telah memahami arti makna pada karya asli, maka sekarang saatnya kalian mengalihbahasakan makna tadi ke dalam bahasa sasaran secara baik dan benar. Kalian bisa menggunakan kamus untuk menunjang pengalihbahasaan kalian ke dalam bahasa sasaran.
3. Penataan Ulang
Apabila kalian sudah mengalihbahasakan makna dari teks asli ke dalam teks terjemahan (sasaran) secara baik dan benar, maka langkah selanjutnya ialah kalian harus menata ulang makna yang sudah dialihbahasakan tadi menjadi susunan kalimat agar sesuai dengan padanan bahasa sasaran.
Adapun caranya agar kalian bisa menyesuaikan makna yang telah kalian alihbahasakan agar sesuai dengan padanan bahasa sasaran ialah kalian harus membongkar ulang atau merekonstruksi kembali makna yang telah kalian alihbahasakan. Contohnya seperti ini, ketika teks dalam bahasa sumber mengatakan My Heart is Blue, tentu hasil yang akan kita dapatkan ketika menganalisis teks tersebut ialah Hatiku Biru.
Akan tetapi, apakah Hatiku Biru tersebut telah sesuai dengan padanan bahasa sasaran? Tentu tidak. Agar bisa sesuai dengan padanan bahasa sasaran, seorang penerjemah harus bisa membongkar atau menggali makna yang telah dialihbahasakan agar sesuai dengan bahasa sasaran. Apabila teks Hatiku Biru dibongkar ulang ke dalam bahasa sasaran, maka hasilnya dalam bahasa sasaran ialah Hatiku Pilu.
Itulah ulasan mengenai 3 langkah sistematis menerjemahkan karya sastra asing. Semoga apa yang saya ulas dapat memberikan manfaat bagi kita semua, dan di akhir kalimat ini kata saya ucapkan terima kasih.
Tag
Baca Juga
-
Ulasan Film Never Back Down: Kisah Remaja yang Mendalami Mix Martial Arts
-
Ulasan Film Warrior: Kisah Kakak-beradik yang Kembali Bertemu di Atas Ring
-
Ulasan Film Unbroken: Kisah Atlet Olimpiade yang Menjadi Tawanan Perang
-
Ulasan Film The Fighter: Kisah Seorang Pria Meraih Gelar Juara Tinju Dunia
-
Ulasan Film Rocky: Kisah Petinju Lokal Meraih Kesuksesan di Dunia Tinju
Artikel Terkait
Hobi
-
Misi Erick Thohir Perkuat Citra Sepak Bola Nasional Lewat FIFA Series 2026
-
FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal
-
Elkan Baggott Tiba di Jakarta, Comeback 'Anak Lanang' Bakal Jadi Pembeda?
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
Terkini
-
Ramadan Berlalu, Lebaran Usai: Bagaimana Merawat Makna Fitri di Tengah Kesibukan Sehari-hari
-
Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Mungil yang Bikin HP Gaming Kamu Kena Mental!
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Jeno NCT Mendadak Hapus Selfie: Mata Elang Netizen Temukan Vape?
-
Jebakan 'Aji Mumpung' Lebaran: Saat Harga Ikan Bakar Setara Fine Dining