Akhirnya Raphinha, pemain Leeds United, telah menemui titik terang tentang saga transfernya. Per tulisan ini dibuat (06:06 WIB), Fabrizio Romano melalui cuitan Twitternya @FabrizioRomano telah menyematkan postingan sejak 3 jam yang lalu, "Here We Go!". Yang artinya, saga transfer Raphinha ke Blaugrana telah benar-benar sah.
Kepindahannya ke skuat besutan Xavi Hernandez sangat menguntungkan dan tentu saja menyenangkan. Betapa tidak, selain membuat pihak klub bahagia, karena sedari awal minatnya memang memang tidak main-main, di lain sisi memang untuk mengkombinasikan peran vital Raphinha bersama Dembele. Tak ada harapan lain tentunya bagi Barcelona kecuali ingin menambah kekuatan dan ketajaman di lini depan, efektivitas gol serta mampu mendulang kemenangan melalui aksi dan kontribusi Raphinha.
Tak hanya bagi Barcelona, eks Brasil yang kini berusia 25 tahun ini sebenarnya juga ingin menjadi bagian Los Cules pada Februari lalu, tapi apa lacur, kebangkrutan alias krisi keuangan yang Barcelona alami, membuat keinginan Raphinha juga harus sabar untuk berlabuh ke Catalunya. Hingga akhirnya, Chelsea sempat diisukan juga untuk merekrut Raphinha. Dan kini, apa yang telah menjadi keinginan Barcelona dan cita-cita Raphinha untuk bermain bersama Pedri dan kolega bukan sekadar mimpi. Melainkan kenyataan yang sebenar-benarnya nyata.
Ia direkrut dengan klausul yang sangat fantastis. Yakni 58 juta euro. Bahkan, dari cuitan Fabrizio Romano melalui Twitternya bisa melambung hingga 67 juta euro. Melihat harga yang terbilang melimpah ruah itu, tentu potensi yang dimiliki oleh Raphinha bukan main-main. Adapun terkait kontraknya, kabarnya, ia akan berseragam Barcelona hingga 2027 mendatang.
Menariknya, minat Barcelona terhadap Lewandowski juga masih terus berhembusan. Jika nantinya Lord Lewa juga berhasil diangkut oleh Barcelona, maka trio Raphinha, Dembele dan Lewandowski akan menjadi trio yang mengerikan. Tak usah-usah jauh-jauh dulu, lihat bagaimana Raphinha bermain untuk Leeds United. Dalam menyusuri sisi sayap kanan, komponen serangan itu menyala.
Ia mampu membuat lini belakang lawan kocar-kacir. Ia tahu betul bagaimana menggiring bola dengan jitu. Maka, apa yang Raphinha perlihatkan untuk Leeds, adalah harapan Barcelona. Dan Raphinha tentu saja tak mau ambil pusing dengan itu, iya yakin bisa pastinya. Dan itu yang menarik.
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
-
Singkirkan Atletico Madrid, Barcelona Tantang Real Madrid di Final Copa del Rey
-
Ucapan Tengil Antony: Real Betis Tak Gentar Lawan Barcelona
-
Hasil Liga Spanyol: Pesta Gol ke Gawang Girona, Barcelona Kembali ke Puncak
-
Vietnam Serius Garap Program Naturalisasi: Jebolan Barcelona Jalani Uji Coba
-
Barcelona Terancam Kena Sanksi, Hansi Flick Tetap Fokus Bidik Kemenangan
Hobi
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?
-
Piala Asia U-17 Matchday 1: Pasukan Garuda Muda Berjaya di Tengah Raihan Minor Wakil ASEAN
-
Ubisoft Tutup Studio di Leamington, Strategi Bertahan atau Tanda Krisis?
Terkini
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan