Dunia fotografi adalah hal yang sangat menarik untuk dipelajari bagi mereka yang memiliki minat dan bakat dalam membidik suatu objek. Bagi seorang fotografer, gambar yang ditangkap oleh kamera mereka menyimpan pesan istimewa untuk mereka.
Hasil jepretan dari seorang fotografer juga menunjukkan ciri khas yang pastinya tidak dimiliki oleh fotografer lainnya. Seorang fotografer umumnya mengambil gambar berdasarkan sudut pandang yang berbeda tergantung dari objek yang ingin mereka abadikan.
Sudut pandang yang digunakan seorang fotografer dalam memotret adalah hal yang sangat penting. Karena perbedaan angle dalam suatu objek bisa berpengaruh besar terhadap hasil foto yang dihasilkan. Bahkan mungkin saja bisa merubah makna yang terkandung dalam foto tersebut.
Jika kalian masih tergolong baru dalam dunia memotret dan merupakan fotografer newbie, ada tiga macam angle atau sudut pandang yang digunakan dalam memotret suatu objek. Yuk simak informasi lengkapnya dalam ulasan berikut ini.
Low View Angle
Low view angle merupakan cara seorang fotografer membidik objeknya dari sudut pandang bawah. Biasanya foto yang dihasilkan akan menunjukkan kesan yang mewah dan megah. Foto yang diambil dari sudut pandang low view juga terkesan sangat kuat.
BACA JUGA: Blak-blakan Soal Nafkah, Mawar AFI Sindir Menohok Steno Ricardo: Kami Ngontrak Aja Patungan
Untuk mendapatkan hasil foto dengan sudut pandang ini, pastikan posisi kamera berada di bawah objek yang akan dibidik untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
High View Angle
Kebalikan dari low angle tentu saja high angle, dimana posisi kamera saat mengambil gambar berada di atas objek yang menjadi target bidikan. Sudut pandang satu ini menghasilkan gambar atau foto yang cenderung terpusat dan tidak melebar ke arah lain.
High angle sangat cocok untuk digunakan saat memfoto hidangan atau makanan yang berada di atas meja lengkap dengan dekorasi yang cocok agar foto yang dihasilkan bisa menerangkan dengan jelas dari makna yang terkandung di dalamnya.
Eye View Angle
Sudut pandang eye view ternyata paling sering digunakan oleh para fotografer untuk menghasilkan gambar yang baik. Angle tersebut tidak memerlukan teknik yang cukup sulit seperti dua angle sebelumnya, namun letak objek yang dibidik harus sesuai posisi agar terlihat seimbang. Eye view biasanya digunakan oleh fotografer untuk mengabadikan suatu momen.
Itulah 3 jenis angle dalam memotret yang sering digunakan oleh seorang fotografer. Nah, dari ketiga jenis sudut pandang tersebut, angle mana yang paling sering kalian gunakan saat sedang mengambil gambar?
Video yang mungkin kamu lewatkan.
Baca Juga
-
Kartika Coffee, Suguhkan Kedamaian di Tengah Hiruk Pikuk Kota Jombang
-
Punya Pesona Unik, 5 Grup Band Asal Korea Selatan yang Lagi Naik Daun
-
Menikmati Lezatnya Rawon Rosobo di Jombang, Bangkitkan Kenangan Masa Lalu
-
5 Lagu Xdinary Heroes yang Cocok untuk Baby Villains, Yuk Dengerin!
-
5 Idol Kpop yang Dikenal Piawai Bermain Gitar, Sering Bikin Cover Lagu Lho!
Artikel Terkait
-
FIFA Ubah Aturan Fotografer Piala Dunia 2026 karena Thomas Tuchel Protes
-
Tips Kamera Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G: Rahasia Foto Tajam dan Video Stabil
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dua Sisi: Belajar Menerima Kehidupan dari Berbagai Sudut Pandang
-
Fotografer Timnas Irak Dideportasi dari AS Usai Ditahan 13 Jam Jelang Piala Dunia 2026
Hobi
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Prediksi Lini Prancis vs Irak, Les Bleus Bidik Tiket Lolos Grup Piala Dunia
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Terkini
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis, Tablet Hiburan Premium dengan 9 Speaker JBL
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
-
Karakter Lotso dan Romantisme terhadap Sosok Pemimpin Otoriter