Timnas Indonesia dan Palestina berbagi hasil imbang dalam laga uji coba FIFA match day bulan Juni 2023. Bermain di Gelora Bung Tomo Stadium, skuat Garuda yang bertindak sebagai tuan rumah, hanya bermain tanpa gol melawan "Sang Saudara Jauh" dari kawasan Timur Tengah tersebut.
Sejatinya, Timnas Indonesia memiliki kans besar untuk memenangi laga tersebut. Namun sayangnya, terdapat beberapa alasan yang membuat skuat Garuda harus rela berbagi angka dengan Palestina. Kali ini, kita coba uraikan 3 penyebab utama mengapa Indonesia pada akhirnya gagal memenangi laga yang disaksikan sekitar 40 ribu pasang mata tersebut.
1. Membuang-buang Peluang Emas
Alasan pertama tentu saja berkaitan dengan tersia-sianya peluang emas yang dimiliki oleh Anak-anak Garuda. Sejatinya, pada laga melawan Palestina, Indonesia tidaklah kering peluang. Sepanjang 90 menit permainan, anak asuh coach Shin Tae Yong tersebut berhasil menciptakan beragam peluang melalui Marselino Ferdinan, Ricky Kambuaya, Rizky Ridho, Dimas Drajad dan beberapa pemain lainnya. Namun sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang presisi membuat gawang tim tamu masih terjaga hingga usainya laga.
2. Para Pemain Masih Belum Temukan Chemistry Maksimal
Jika menilik permainan yang ditunjukkan oleh para penggawa Garuda, terdapat peningkatan permainan yang sangat signifikan. Namun sayangnya, dalam beberapa kesempatan terlihat chemistry yang masih kurang maksimal dari para pemain yang berlaga. Hal ini mungkin terjadi karena adanya sisipan pemain baru dalam skuat.
BACA JUGA: Jadi Anak Emas, Kylian Mbappe Dianggap Khianati PSG, Real Madrid Jadi Kambing Hitam
Seperti contoh, Rafael Struick memang tampil baik di pertandingan perdananya, namun sayangnya koneksi kurang maksimal dengan beberapa pemain lain, membuat Rafael agak canggung saat memainkan laga debutnya tersebut.
3. Masih Menunjukkan Permainan Egois
Alasan yang ketiga merupakan sebuah alasan yang klasik untuk timnas Indonesia. Dalam 90 menit permainan, Timnas Indonesia beberapa kali mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol. Yakob Sayuri, Ricky Kambuaya dan beberapa pemain lain, mampu menerobos pertahanan Palestina dengan kecepatan dan visi bermain mereka.
Namun sayangnya, rasa egois yang ada dalam diri mereka membuat para pemain Timnas lebih memilih untuk melakukan finishing sendiri meski posisi tak menguntungkan. Padahal jika kita melihat, ada beberapa pemain lain yang memiliki posisi jauh lebih menguntungkan.
Itulah dia 3 alasan mengapa Timnas Indonesia hanya bisa bermain imbang ketika berlaga kontra Palestina. Kalau menurut teman-teman pencinta bola, bagaimana nih pertandingan semalam?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
Terkini
-
Ghost in The Cell Menang Best Picture di Fantastic Fest 2026, Siap Tayang di Bioskop Amerika Serikat
-
Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak
-
Nyore di Kyfein.id: Spot Hidden Gem yang Nyaman buat Nongkrong dan WFC
-
The Castle: Menyusuri Jalan Ketidakpastian Tiada Akhir Menuju Keterasingan
-
Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren