Nama Jakarta International Stadium atau JIS belakangan ini semakin melambung di kalangan para pencinta sepak bola nasional. Hal ini tak lepas dari polemik menjelang pemilihan stadion yang dilakukan oleh PSSI untuk menjadi venue penyelenggaraan Piala Dunia U-17 akhir tahun 2023 mendatang.
Menghangatnya nama JIS sendiri tak lepas dari beragam temuan dari pemerintah dan tim, saat melakukan inspeksi awal mengenai kelayakan dan standar dari Stadion yang dibangun oleh mantan gubernur Anies Rasyid Baswedan tersebut. Menurut pemerintah, JIS harus melalui beberapa renovasi untuk bisa layak dan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh FIFA.
Namun kali ini, kita akan melihat hasil inspeksi JIS dari pihak profesional, yakni Karya Rama Prima, yang ditunjuk oleh PSSI untuk melakukan inspeksi terhadap stadion tersebut. Kira-kira bagaimana hasilnya? Kita simak bersama!
BACA JUGA: Masih Menjadi Isu Panas, Berikut 7 Fakta Menarik JIS yang Perlu Diketahui
Melalui akun instagramnya, @karyaramaprima, hasil inspeksi terhadap JIS akhirnya dipublikasikan dan mendapatkan beberapa hasil yang cukup objektif antara lain:
- Jenis rumput yang digunakan di JIS berjenis Zoysia Japonica, dengan tinggi pemotongan 22 mm. Media tanam yang digunakan bagus, tidak berbatu dan minim kadar lempung dan lumpur. Ketebalan thathc (lapisan organik) pada rumput mencapai 3 cm, namun sayangnya memiliki akar yang terlalu pendek, yakni hany 2,5 cm dan sulit untuk menembus karpet sintetis.
- Recovery rumput berjalan sangat lambat dikarenakan kurangnya paparan sinar matahari. Bahkan dalam pengamatan tim, bekas pemakaian masih terlihat pada permukaan lapangan, padahal stadion terakhir kali digunakan pada 2 pekan lalu.
- Dalam pengukuran yang dilakukan, rumput natural berada di atas karpet sintetis dengan ketebalan media tanam 3 cm, namun di beberapa area, rumput natural tidak tumpuh sehingga karpet sintetis terlihat dan berpotensi untuk mempercepat timbulnya lumut.
- Pengambilan sample rumput tidak dapat dilakukan karena alat pengambil sample tidak dapat menembus lapisan karpet sintetis. Menurut tim inspeksi, hal ini menandakan bahwa media pasir tidak cukup tebal antara karpet sintetis dan rumput.
- Paparan sinar matahari sangat terbatas, sehingga kualitas rumput yang ada tidak maksimal. Grow Light perlu untuk ditambahkan namun hal tersebut juga tak akan berjalan maksimal, mengingat 1 set grow light yang bekerja dari 05.00-22.00 hanya bisa bekerja pada 1 area yang sama dan rumput yang tumbuh juga tak semaksimal jika terekspose sinar matahari.
- Hasil infiltrasi bagus dan menunjukkan nilai 2700 mm/jam.
- Rumput liar tumbuh tak terkendali, kebanyakan dari jenis rumput Bermuda.
- Lapangan latihan 1 dan 2 JIS memiliki kualitas yang sangat bagus, dan memiliki kepadatan rumput yang lebih baik dibanding stadion utama meskipun di beberapa bagian sudah mengalami kerusakan dan terkontaminasi rumput liar.
Itulah hasil inspeksi awal terhadap JIS. Kalau menurut teman-teman, perlu diadakan renovasi atau tidak, nih?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Perempuan dan Standar Ganda: Apa Pun yang Dipilih Tetap Salah, Harus Gimana?
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember