Setelah memberikan pengumuman perihal tinggi badan para pemain seleksi timnas U-17 haruslah yang bertinggi badan minimal 170 cm, pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti kembali membuat pernyataan serupa.
Disadur dari laman Suara.com (18/7/2023), pelatih berusia 48 tahun tersebut menyatakan bahwa tinggi badan minimal untuk penjaga gawang di skuatnya adalah 180 cm. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Bima, demi mencegah lemahnya antisipasi bola-bola atas dari pihak lawan.
Namun ternyata, jika peraturan ini benar-benar diberlakukan, terdapat setidaknya dua penjaga gawang yang harus rela untuk dicoret. Disadur dari laman pssi.org, dalam seleksi tahap pertama yang diikuti oleh 34 pemain, terdapat empat pemain yang dipanggil untuk posisi penjaga gawang.
Mereka adalah Ikram Al Ghiffari dari Semen Padang, Andrika Fathir dari Borneo FC, Danda Rama dari Barito Putera dan Aaron Nathan Ang dan FC Nottingen.
Sayangnya, dari keempat penjaga gawang tersebut, dua di antaranya memiliki tinggi badan kurang dari 180 cm, yakni Aaron Nathan Ang yang bertinggi 179 cm dan Andrika Fathir yang memiliki tinggi badan 178 cm.
Jika coach Bima dan tim pelatih benar-benar menerapkan batasan tinggi badan untuk posisi penjaga gawang, maka dua kiper potensial tersebut akan tercoret.
Hal ini tentu cukup menyakitkan mengingat dua nama yang berpotensi untuk dicoret merupakan kiper yang memiliki nama besar di persepakbolaan kelompok umur di Indonesia.
Aaron Nathan Ang, saat ini cukup sukses dengan menembus skuat muda FC Nottingen di Jerman, dan Andrika Fathir juga tercatat menjadi bagian dari kesuksesan Timnas Indonesia U-16 yang menjuarai perhelatan Piala AFF U-16 di tahun 2022 lalu.
Khusus untuk Andrika Fathir, pemain yang satu ini merupakan andalan coach Bima di bawah mistar gawang selama perhelatan Piala AFF U-16 dan kualifikasi Piala Asia U-17.
Penampilan pemain kelahiran 17 Februari 2006 tersebut cukup baik kala mengawal gawang Pasukan Garuda, dan membuahkan satu gelar juara di kelompok umur 16 tahun pada 2022 lalu.
Jika benar apa yang dikatakan oleh coach Bima mengenai batasan tinggi badan penjaga tersebut, maka untuk beberapa waktu ke depan, Timnas U-17 harus kehilangan kiper yang pernah berjaya membawa gelar juara bagi Indonesia di tahun lalu itu.
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Jelang Piala Dunia U-17, Bima Sakti Cari Kiper Timnas Indonesia dengan Kriteria Ini
-
Bakat Emas Givary Lotra Sebagai Punggawa Garuda Muda Diakui Oleh Asisten Pelatih Timnas Indonesia U17, Denny Holmes: Membawa Energi Bagus untuk Tim
-
Tak Pakai Jasa STY, Media Vietnam Taksir Timnas Indonesia U-17 akan Kalah
-
Ejek Timnas Indonesia U-17 Dilatih Bima Sakti, Media Vietnam: Padahal Ada Shin Tae-yong
-
Asisten Garuda Select Beberkan Kehebatan Givary Lotra yang Bakal Berdampak Positif di Timnas Indonesia U-17
Hobi
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
Terkini
-
Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?