Tim nasional Indonesia berhasil menang pada laga uji coba melawan Turkmenistan. Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Jumat, pukul 19.00 WIB. Usai pertandingan, Shin Tae-yong mengaku bahwa dirinya melakukan banyak rotasi pada saat laga berlangsung.
Pasca pertandingan, Juru taktik asal Korea Selatan tersebut membeberkan apa saja yang telah dia lakukan selama pertandingan berlangsung. Hal itu disampaikan saat siaran langsung Post-match Press Conference di Channel Youtube PSSI TV.
“Pada pertandingan hari ini, kami menggunakan tiga bek tengah. Kemudian, pada babak kedua kami ingin fokus menyerang. Akhirnya, kami main dengan formasi 4-4-2. Kemudian, pada menit-menit akhir pertandingan, kami main 3-4-3. Namun, pemain mampu mengikuti instruksi pemain dengan baik jadi kita bisa dapat kemenangan,” ucap panjang Shin Tae-yong.
Terlihat cukup jelas dari ungkapan yang dilontarkan oleh Shin Tae-yong bahwa dirinya sempat berkali-kali mengubah formasi untuk mencapai permainan yang cukup maksimal bagi anak asuhnya. Hal ini juga membuktikan bahwa pria berusia 52 tahun tersebut memiliki banyak strategi dan taktik yang ingin ia keluarkan sesuai kondisi dalam permainan.
Hal tersebut juga ia lakukan karena tidak semua pemain andalannya dapat hadir pada pertandingan kali ini. walaupun tidak full skuad, Asnawi dan kawan-kawan berhasil membuktikan bahwa mereka layak untuk disegani oleh lawan-lawan.
Dari semua perubahan formasi yang dilakukan, Indonesia berhasil mengantongi penguasaan bola sebesar 47 persen berbanding 53 persen milik Turkmenistan. Selain itu juga Indonesia hanya mampu melesatkan tendangan langsung lima tembakan dan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Di sisi lain, Turkmenistan berhasil memperoleh 4 peluang cantik dari 19 kali tembakan.
Jika dilihat dari statistik pertandingan tersebut, lini pertahanan Indonesia tampak masih perlu diperkuat lagi agar tidak memberikan lawan kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang. Namun Indonesia berhasil memanfaatkan peluang-peluang yang ada dengan cukup baik.
Secara keseluruhan dari segi permainan sudah baik, mungkin perlu adanya peningkatan lagi. Kita sebagai pecinta sepak bola harus tetap mendukung timnas agar bisa terus maju.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Timnas Indonesia Wajid Pertajam Lini Serang jika Ingin Lolos Piala Dunia 2026!
-
Kenapa Penalti Justin Hubner Diulang? Ternyata Begini Alasannya!
-
Bak Emi Martinez, Ernando Ari Unjuk Tarian Usai Blok Tendangan Penalti
-
Miliki Squad Lebih Mahal, Apakah Timnas Indonesia U-23 Bisa Taklukan Qatar?
-
Menerka Peluang Timnas Indonesia Lawan Qatar di Piala Asia U-23
Artikel Terkait
-
Naik Tiga Tangga Sekaligus, Timnas Indonesia Geser Hong Kong, Liberia, dan Botswana di Ranking FIFA
-
Meski Tumbang 0-2, Apa yang Bikin Pelatih Turkmenistan Tetap Senyum? Sandy Walsh Bikin Heboh
-
Nadeo Argawinata Disanjung Shin Tae-yong Meski Sempat Blunder di Laga Timnas Indonesia vs Turkmenistan
-
Profil Asnawi Mangkualam, Bek Timnas Indonesia yang Dikabarkan Dekat dengan Fuji: Sampai Disamperin ke Surabaya!
-
Cristiano Ronaldo Tendang Wajah Eks Kiper Man United, Absen saat Portugal Lawan Luksemburg
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember