Shayne Pattynama adalah pemain milik Viking FK yang sudah dinaturalisasi menjadi pemain Timnas Indonesia. Baru-baru ini, pemain yang merumput di Liga Norwegia tersebut mebongkar alasan kenapa Ia mau menjadi bagian dari skuad garuda.
Seperti diketahui, Shayne Pattynama resmi menjadi WNI pada bulan Februari. Akan tetapi Ia baru memulai debut pertamanya bersama Timnas Indonesia saat laga FIFA matchday bulan Juni lalu.
BACA JUGA: Takluk di Babak 16 Besar, Timnas Indonesia Gagal Ciptakan Rekor Baru
Saat itu anak asuh dari Shin Tae-yong tersebut berhadapan dengan Timnas Argentina yang berstatus juara dunia.
Shayne Pattynama sendiri diberikan kesempatan tampil sebagai starter dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut.
Dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, Ia menyebutkan bahwa follower Instagramnya meningkat drastis sejak membela Indonesia.
Jika sebelumnya followernya hanya ada diangka 5000 kini pengikutnya sudah mencapai 340.000. Jika dihitung maka akan diketahui bahwa terjadi peningkatan yang sangat signifikan yakni mencapai puluhan kali lipat.
Namun, Ia menyebutkan bahwa tujuan Ia menjadi bagian dari skuad garuda bukanlah untuk mencari popularitas semata. Melainkan wasiat dari mendiang Ayahnya sendiri.
BACA JUGA: Hadapi Persiraja, Sada Sumut FC Siap Raih Kemenangan Perdana di Liga 2
"Ayahku sudah meninggal dunia sejak 7 tahun yang lalu. Namun beliau sudah menjelaskan semuanya terkait budaya di Indonesia. Betapa pentingnya kelurga dan bersikap ramah" ujar Shayne Pattynama melansir dari suara.com pada Sabtu (30/09/2023).
"Saya sama sekali tidak berfikir tentang pengikut Instagram ataupun saya akan bisa mendapatkan sponsor lain jika bermain bagi Indonesia. Saya hanya bisa berharap Ayah saya ada di sana ketika melawan Argentina. Tapi aku merasa Ia hadir di awan menatap diriku dan tersenyum bahagia, itulah perasan yang terbaik untukku saat itu," ujarnya lagi.
Dalam laga debutnya, Shayne Pattynama dimainkan selama 45 menit oleh Shin Tae-yong. Lalu pada akhirnya Ia digantikan oleh Pratama Arhan di awal babak kedua. Laga tersebut harus berakhir 0-2 untuk kekalahan Timnas Indonesia.
Sedangkan dalam level klub sendiri, catatan dari Shayne Pattynama sangat baik sekali. Dalam hal ini Ia sukses membantu Viking Fk memuncaki klasemen sementara Liga Norwegia.
Itu artinya klub yang Ia bela saat ini berpeluang besar untuk merebut trofi juara Liga Norwegia pada musim ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengenal Zahaby Gholy, Striker Indonesia yang Jadi Pemain Terbaik di Piala AFF U-16
-
Hanya Penghangat Bangku Cadangan, Pratama Arhan akan Susul Asnawi ke Liga Thailand?
-
Siap Bela Timnas Indonesia, Ini Dia Sosok Mauro Zijlstra
-
Ernando Ari Akui Hampir Jadi Korban Malpraktek Dokter Gadungan Timnas
-
Kalahkan Calvin Verdonk, Segini Harga Fantastis Thom Haye Usai Bela Timnas Indonesia!
Artikel Terkait
-
Profil Natanael Siringoringo, Pemain Timnas Indonesia yang Tempuh Jalur Hukum Gara-gara Tak Digaji Klub Malaysia
-
Shayne Pattynama Bongkar Alasan Bela Timnas Indonesia, Bukan Cari Popularitas!
-
Takluk di Babak 16 Besar, Timnas Indonesia Gagal Ciptakan Rekor Baru
-
Timnas Indonesia Ditunggu Agenda Penting pasca Asian Games 2022, Indra Sjafri Lepas Tampuk Pimpinan
-
2 Faktor Krusial Penyebab Timnas Indonesia U-24 Keok dari Uzbekistan di Babak 16 Besar Asian Games
Hobi
-
Panduan Lengkap Bermain Padel untuk Pemula: Peralatan dan Teknik Dasar
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
-
Minim Menit Bermain di Eropa, Marselino Harus Berani Membuat Keputusan Besar Demi Kariernya!
-
Dirumorkan ke Liga Indonesia, Karier Ragnar Oratmangoen Diprediksi Menurun?
Terkini
-
Niat Cari Jajanan Kaki Lima, Turis di Tailan Malah Disuguhi Makanan di Acara Duka
-
Harga Terjun Bebas! 5 Flagship Ini Makin Masuk Akal Dibeli
-
4 Serum Anti-Aging Tanpa Pewangi dan Alkohol yang Gentle untuk Kulit Sensitif
-
Mengenal Legenda Putri Mandalika di Balik Tradisi Bau Nyale 2026 di Lombok Tengah
-
Membaca Lebih Putih Dariku: Perjuangan Identitas di Tengah Rasisme