Timnas Indonesia senior kini tengah bersiap untuk melakoni leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Putaran pertama. Berbeda dengan leg pertama, pada laga kedua ini Indonesia akan bertindak sebagai tim tamu.
Oleh sebab itu, sangat besar kemungkinan pelatih Shin Tae Yong akan menurunkan formasi yang berbeda. Namun, mengingat leg kedua ini akan bermain di kandang sang lawan, meskipun mengindikasikan akan tetap tampil menyerang, akan sangat mungkin pelatih asal Korea Selatan tersebut akan mereduksi jumlah penyerang yang turun di saat bersamaan.
Sekadar mengingatkan, jika kita berkaca pada kanal YouTube RCTI Entertainment, pada leg pertama lalu Indonesia menurunkan empat penyerang sekaligus, yakni Dendy Sulistyawan, Hokky Caraka, Muhammad Ramadhan Sananta dan Dimas Drajad.
Lantas, siapakah yang layak untuk kembali ditampilkan pada leg kedua nanti? Mari kita lihat statistik keempat penyerang skuat Garuda ini!
1. Hokky Caraka
Di luar prediksi banyak kalangan, Hokky Caraka yang masih berusia 19 tahun dimainkan oleh coach Shin Tae Yong sebagai starter di leg pertama lalu. Bermain selama 57 menit, pemain PSS Sleman tersebut tak menyumbangkan gol di laga debutnya.
Selama permainan, akun Twitter @lapangbolastats mencatat pemain yang satu ini melepaskan 3 tembakan, dan tak mampu menyelesaikan dua kesempatan emas yang didapatkannya dengan baik. Namun, kelebihan pemain satu ini adalah dirinya bukan tipikal pemain yang malas bergerak, dan bisa menjadi pemantul yang baik bagi rekannya.
2. Dendy Sulistyawan
Sama halnya dengan Hokky Caraka, Dendy Sulistyawan juga tak mampu menyumbangkan gol di laga pertama lalu. Namun jangan salah, diantara keempat penyerang yang diturunkan oleh coach STY, Dendy merupakan penyerang paling sukses dalam melepaskan umpan.
Akun X @lapangbolastats mencatat pemain satu ini sukses melepaskan 18 umpan, dan menyumbangkan masing-masing satu tekel serta satu intersep.
3. Dimas Drajad
Tentu jika berkaca dari jumlah gol yang dicetak, pemain satu ini akan menjadi nama yang terdepan untuk kembali diturunkan. Selain menyumbangkan 3 gol, Dimas Drajad juga mentumbangkan 3 tembakan ke gawang, menciptakan sebuah peluang dan dua kali sukses melakukan dribble.
4. Muhammad Ramadhan Sananta
Dari keempat penyerang yang diturunkan, Muhammad Ramadhan Sananta menjadi satu-satunya penyerang yang paling komplet permainannya. Selain menyumbangkan 2 gol, Sananta juga sukses melepaskan 8 umpan, 3 tembakan ke gawang dan 5 kali mengancam gawang Brunei Darussalam.
Dari statistik di atas, menurut teman-teman pembaca kira-kira siapa nih yang layak untuk kembali diturunkan di leg kedua kontra Brunei Darussalam nanti?
Tag
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Beri Ultimatum, Legenda Chelsea Siap Turun Tangan Jika Hokky Caraka Berulah
-
Ilham Jaya Kesuma, Pemain Indonesia Terakhir yang Cetak Hattrick di Kualifikasi Piala Dunia sebelum Dimas Drajad
-
Tap Tap! 2 "Langkah" Timnas Indonesia Bakal Jebol Pertahanan Brunei Darussalam di Leg Kedua
-
Turut Dibawa Ke Brunei Darussalam, Rafael Struick Diprediksi Akan Tampil Pada Laga Leg Ke-2
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka