Tuan rumah Indonesia berhasil mengamankan satu poin di laga perdana grup A gelaran Piala Dunia U-17. Melawan Ekuador yang merupakan raksasa persepakbolaan dunia, anak asuh Bima Sakti tersebut berhasil menghentak dan memaksakan hasil akhir 1-1.
Menyadur laman suara.com (10/11/2023), Arkhan Kaka membuat kubu tuan rumah bergemuruh setelah berhasil menjebol gawang lawan di menit ke 22. Namun sayangnya, enam menit berselang Ekuador berhasil menyamakan kedudukan melalui Allen Aldair Obando.
BACA JUGA: Rumor Masuk Radar Naturalisasi Striker, Nama Ilias Alhaft Menjadi Kandidat Kuat
Raihan satu poin yang didapatkan oleh Indonesia tak lepas dari permainan liat yang ditunjukkan oleh seluruh pemain di lapangan. Namun, jika kita mau objektif, salah satu kunci sukses amannya satu poin bagi Pasukan Merah Putih tentu tak lepas dari penampilan impresif seorang Ikram Al Giffari.
Tanpa bermaksud menafikan performa pemain yang lain, penjaga gawang yang kini memperkuat Semen Padang tersebut memang tampil sangat luar biasa. Memiliki tinggi badan 185cm, Al Giffari sukses menyemaikan rasa aman bagi lini pertahanan Timnas Indonesia dengan penampilan-penampilan memikat dan berkelas.
Maka tak mengherankan jika laman lapangbola.com memberikan rating tertinggi kepada pemain kelahiran 6 Januari 2006 tersebut. Laman yang concern terhadap statistik pertandingan dan pemain sepak bola itu memberikan nilai rating mencapai 7,26. Sebuah nilai tertinggi pada pertandingan tersebut.
BACA JUGA: Piala Dunia U-17: Satu Poin Timnas Indonesia Cukup untuk Membungkam Suara Miring
Berkaca dari penampilan yang ditunjukkan, pemberian nilai di atas angka 7 oleh lapangbola.com tersebut memang sangatlah layak. Statistik mencatat setidaknya Al Giffari membuat lima penyelamatan krusial pada pertandingan tersebut.
Bahkan dalam beberapa momen, dirinya sukses menghalau peluang-peluang para pemain Ekuador yang kerap kali sukses menembus pertahanan Timnas Indonesia dan menciptakan momen berbahaya di depan gawangnya.
Selain sukses menciptakan lima save, Al Giffari juga menjadi pemain paling sibuk pada pertandingan tersebut. Bagaimana tidak, meskipun di awal-awal pertandingan Timnas Indonesia U-17 berusaha untuk tampil menekan, namun hal tersebut hanya berlangsung tak lebih dari 15 menit pertama saja. Selebihnya, mereka lebih sering berada dalam kurungan pemain Ekuador.
Bagaimana tidak sibuk, statistik yang ditunjukkan oleh laman lapangbola juga menunjukkan betapa inferiornya Anak-anak Garuda di laga melawan Ekuador. Mereka bahkan hanya mendapatkan 32 persen possesion dibandingkan 68 persen milik sang lawan. Lebih lagi, sepanjang laga Al Giffari juga dibombardir dengan 16 kali percobaan tembakan yang dilepaskan oleh para pemain lawan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Pernah Timba Ilmu di Manchester United, Karol Borys Tak Gentar Hadapi Juara Asia
-
Piala Dunia U-17 2023: Media Malaysia Takjub Timnas Indonesia U-17 Bisa Tahan Imbang Ekuador
-
Aksi Sosial Timnas Inggris U-17 di Indonesia, Berlatih dengan SSB Lokal bagi Anak Kurang Mampu
-
Absen saat Lawan Ekuador, Amar Brkic Ternyata Sakit Diare
-
Empat Pemain Dipulangkan Gara-gara Mabuk, Marcin Wlodarski Pastikan Polandia Siap Hadapi Jepang
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Review Serial From Season 4: Malam yang Penuh Teror di Kota yang Terkutuk!
-
Spin-off Record of Lodoss War Jadi Proyek Perdana Studio White
-
Eksplorasi Budaya dan Misteri dalam Tingka Buku 1
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar