Perhelatan BWF World Tour Finals 2023 yang akan digelar di Hangzhou, China tinggal beberapa hari lagi. Babak drawing direncanakan di gelar esok malam (11/12) dalam acara gala dinner yang dihadiri semua peserta. PBSI menempatkan 3 wakil dalam ajang bergengsi ini.
Sebagai turnamen penutup tahun 2023, BWF World Tour Finals 2023 jelas mempunyai gengsi tersendiri. Sebab di turnamen ini hanya mereka yang bertengger di 8 besar ranking BWF World Tour yang diundang untuk tampil. Sehingga setiap pebulutangkis yang terlibat akan berusaha tampil sebaik mungkin.
Menilik ketatnya persaingan antar peserta, tampak Riony Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI tampak hati-hati. Dia hanya mengatakan 3 wakil Indonesia bisa menembus final ajang ini.
“Ya, paling kurang dua final lah kita. Dalam kondisi ini juga sama dengan negara lain, bukan kita aja, dari negara lain juga sama, mereka lagi capek juga,” ungkapnya pada awak media di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur (6/12).
“Jadi siapa yang pinter jaga kondisi, recovery, latihannya dalam waktu jangka pendek bisa bagus, caranya bagaimana sebagai atlet itu pasti hasilnya lebih bagus (itu yang juara),” lanjutnya.
Ucapan Riony ini sah-sah saja, karena memang begitu keadaannya. Turnamen akhir musim ini menjadi tantangan tersendiri, maka tidak heran jika beberapa pebulutangkis yang sudah mengamankan poinnya, memilih untuk absen di beberapa turnamen terakhir.
Namun satu hal yang patut diwaspadai adalah obsesi para pebulutangkis yang terjun di ajang ini. Mereka dipastikan memasang target tinggi untuk memenangi turnamen ini dengan segala alasan di belakangnya.
Demikian pula bagi kubu Indonesia. Jebloknya penampilan para pemain selama tahun 2023, dapat saja berubah menjadi sanjungan dan pujian jika mampu menjadi juara dalam turnamen ini. Terutama pada Anthony Ginting dan Fajar/Rian.
Bagi PBSI sendiri, seandainya mereka mampu meraih juara dalam ajang bergengsi ini, bukan tidak mungkin catatan jeblok sepanjang musim 2023 bisa berubah harum. Maka sudah seharusnya persiapan maksimal yang harus dilakukan.
Mengenai ucapan Riony Mainaky menanggapi peluang hanya menyebut lolos final, menunjukkan betapa ketatnya persaingan dalam ajang ini. Riony tampak tidak berani menyebut juara, tapi hanya tembus babak final saja.
Ungkapan ini jadi tanda tanya sebagai ungkapan pesimis atau sadar posisi. Apalagi Riony menyebut nomor tunggal putra dan putri serta ganda putra yang punya peluang. Karena harus diakui bahwa ketiga nomor ini tidak terlalu cerah di tahun 2023 dibandingkan negara lain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tanpa Gustavo Almeida, Persija Jakarta Hadapi Madura United FC di Bangkalan
-
Jamu CAHN FC, PSM Makassar Optimis Mampu Tembus Babak Final ACC 2025
-
Gegara Belum Pulih Cedera, Anthony Ginting Harus Absen Lagi dari Badminton Asia Championships 2025
-
Bahrain Meremehkan, Vietnam Justru Kagum! Erick Thohir Jadi Kunci Sukses Timnas Indonesia?
-
Giliran Timnas Indonesia Putri Terjun di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026
Artikel Terkait
-
Pisah Lagi dari Fadia, Apriyani Rahayu Bakal Duet Bareng Rekan Baru
-
Gegara Belum Pulih Cedera, Anthony Ginting Harus Absen Lagi dari Badminton Asia Championships 2025
-
Anthony Ginting Ditarik Mundur dari BAC 2025 dan Ajukan Protected Ranking
-
Anthony Ginting Mundur dari All England 2025, Persiapan Belum Maksimal
-
100 Hari Masa Kerja PBSI 2024-2028 Disorot: Prestasi Gersang, Kapan Program Komunitas Berjalan?
Hobi
-
Gol Tunggal Bersejarah! Timnas Indonesia U-17 Bungkam Korea Selatan di Piala Asia U-17
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
Terkini
-
Bisnis Musiman Pasca-Lebaran: Peluang yang Masih Bisa Digali
-
Suka Nonton The Life List? Ini 5 Film dengan Vibes Serupa yang Heartwarming
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi