Setelah melalui perjuangan yang sangat keras, Timnas Indonesia senior akhirnya bisa kembali berpartisipasi di putaran final gelaran Piala Asia. Ini adalah kali pertama Timnas Indonesia kembali menapaki putaran final, setelah sebelumnya harus absen di tiga edisi penyelenggaraan.
Menyadur laman the-afc.com, putaran final Piala Asia 2023 adalah kali kelima Pasukan Merah Putih memanaskan kontestasi. Sebelumnya, mereka tercatat telah bermain di empat putaran final gelaran, yakni pada edisi 1996, 2000, 2004 dan terakhir 2007. Setelahnya, Indonesia selalu gagal lolos dan baru comeback di edisi kali ini.
Dalam empat penyelenggaraan sebelumnya, Timnas Indonesia ternyata memiliki statistik yang dapat dikatakan cukup buruk. Sebagaimana menyadur unggahan akun TikTok @mangkulangittt pada Selasa (26/12/2023), dalam empat kali penyelenggaraan tersebut, Indonesia telah memainkan 12 pertandingan.
Dari 12 pertandingan tersebut, Indonesia mencatatkan kemenangan sebanyak 2 kali, kemudian bermain imbang 2 kali, dan kalah sebanyak 8 kali. Untuk rekor gol pun masih minus banyak.
Dari 12 laga itu, Indonesia memasukkan 10 gol, serta kebobolan sebanyak 28 kali. Sebuah rekor yang tentunya cukup miris, dan tak menumbuhkan rasa penasaran jika pada akhirnya selalu tersisih di fase grup.
Meskipun berbekal statistik yang tak memihak dalam turnamen, namun Pasukan Garuda memiliki kans besar untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah tim kacangan pada gelaran kali ini. Hal tersebut tak lepas dari progress positif yang telah ditunjukkan oleh anak asuh Shin Tae Yong tersebut dalam beragam pertandingan yang telah dijalani.
Terlepas dari hasil buruk di dua laga terakhir melawan Irak dan Filipina, permainan Timnas Indonesia sangat berkembang semenjak ditangai oleh coach STY. Selain tampil cukup bagus di Piala AFF 2020, Indonesia juga tampil menawan di babak kualifikasi Piala Asia 2023.
Dalam merebut satu tiket ke putaran final, mereka bahkan sukses menekuk Kuwait dengan skor 1-2, dan perlu digarisbawahi, hal itu mereka lakukan di kandang sang lawan.
Tak hanya itu, kans Indonesia untuk membuktikan diri juga ditopang dengan komposisi pemain yang ada. Dalam rilisan terbarunya di laman pssi.org pada 19 Desember 2023 lalu, STY memanggil para pemain half blood yang bermain di Eropa, dan memadukannya dengan talenta-talenta lokal terbaik yang berkompetisi di liga domestik.
Jadi, kita tunggu saja, Piala Asia 2023 ini semoga menjadi arena pembuktian bagi Timnas Indonesia bahwa mereka kini tak lagi tim kacangan di persepakbolaan pentas benua.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
Asnawi Mangkualam Pusing Dipameri Cincin Nikah Oleh Egy Maulana Vikri, Pratama Arhan, dan Witan Sulaeman
-
Alasan PSSI Pasang Target Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia 2023
-
Kembali Bermain di Piala Asia, Waktunya Timnas Indonesia Keluar dari Zona Nyaman
-
Wonderkid 18 Tahun Siap Ngegas di Piala Asia! Bidik Tempat di Lini Tengah Timnas Indonesia
-
Arkhan Fikri Akui Timnas Indonesia Semakin Kuat dengan Hadirnya Pemain Keturunan
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat
-
Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi
-
Jokowi Beberkan Ijazah Asli di Sidang, Roy Suryo Malah Tertawa: Bisa Dipidana Jika Tudingan Meleset?
-
Fenomena Blind Box: Antara Sensasi Kejutan hingga Risiko Perilaku Konsumtif
-
Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem