Pemain belakang andalan Timnas Indonesia, Jordi Amat saat ini dikabarkan tengah menjadi buruan klub kasta tertinggi Liga India, Mohun Bagan. Melalui akun X Mohun Bagan Fan, klub yang kini mentas di Indian Super League tersebut menyatakan keinginannya untuk bisa mendapatkan jasa pemain berdarah Indonesia-Spanyol itu di musim mendatang.
Bahkan, dalam sebuah pernyataannya, klub yang berbasis di kota Kolkata tersebut menyatakan Jordi Amat akan menjadi bagian dari pembangunan tim salah satu klub tertua di Asia itu untuk musim 2024/2025.
"Manajemen sudah mengidentifikasi bek internasional Indonesia, Jordi Amat sebagai opsi meski belum terjalin komunikasi," tulis akun X Mohun Bagan Fan.
Ganjalan Mohun Bagan Datangkan Jordi Amat
Namun demikian, mendatangkan seorang Jordi Amat ke Liga India dan bermain bersama Mohun Bagan tentu bukanlah sebuah hal yang mudah. Pasalnya, pihak klub harus mengeluarkan uang yang ekstra besar untuk bisa mendapatkan jasa pemain berusia 31 tahun tersebut.
Berdasarkan lansiran akun X Transfer Indian Super League, Jordi Amat sendiri saat ini memiliki gaji mencapai 1 juta Euro atau sekira 17 miliar rupiah per tahun. Jumlah tersebut tergolong sangat besar, bahkan disinyalir akan memberatkan klub Mohun Bagan.
Hal itu juga tak lepas dari beban yang ditanggung oleh Mohun Bagan dalam beberapa musim belakangan ini, di mana mereka juga harus "menghidupi" para pemain yang memiliki pangsa pasar cukup tinggi untuk level kompetisi domestik.
Menyadur laman transfermarkt.com (27/12/2023), di tubuh Mohun Bagan saat ini bercokol setidaknya empat pemain yang memiliki nilai pasar di atas 500 ribu Euro. Mereka adalah Jason Cummings yang memiliki nilai 1,10juta Euro, kemudian Dimistri Petratos yang memiliki value market 900ribu Euro, Hugo Boumous dengan 750ribu Euro dan Armando Sadiku yang memiliki nilai pasar 650ribu Euro.
Jika ditambah dengan Jordi Amat, beban Mohun Bagan tentu akan lebih berat lagi bukan untuk membayar gaji pemainnya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Media Irak Remehkan Timnas Indonesia di Piala Asia, Yakin Menang Mudah?
-
Sebelum Insiden Mi Instan, Witan Sulaeman Pernah Viral karena Porsi Makan Jumbo
-
Stamina Pemain Timnas Indonesia U-20 Terus Bertambah, hingga Latihan Pencegahan Cedera di TC Qatar
-
Hari Ini Jay Idzes Diambil Sumpah Jadi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta
-
Segera Jadi WNI, Jay Idzes: Saya Sangat Senang dan Antusias Sambut Hari Esok
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?
-
Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?