Setelah mendapatkan para pemain yang berposisi di sektor pertahanan, tengah, dan penyerangan, induk sepak bola Indonesia kini mulai merambah daftar pemain naturalisasi yang berposisi sebagai penjaga gawang. Hingga saat ini, setidaknya tiga nama telah mencuat dan menjadi calon pemain naturalisasi bagi skuat Garuda.
Menyadur unggahan akun TikTok @bolasepakw pada Senin (01/01/2024), Emil Audero Mulyadi, Maarten Paes dan Cyrus Margono, menjadi tiga nama yang disebut-sebut tengah didekati oleh federasi untuk memperkuat barisan penjaga gawang Timnas Indonesia. Namun, dari ketiga nama tersebut, Maarten Paes merupakan sosok yang paling logis untuk dikejar dan dijadikan penjaga gawang di tubuh skuat Merah putih.
Ada beberapa faktor yang membuat mengapa PSSI untuk saat ini harus memfokuskan pada proses naturalisasi pemain yang memperkuat FC Dallas di pentas Major League Soccer Amerika Serikat tersebut.
Pertama, tentu saja faktor keengganan dari seorang Emil Audero. Meskipun telah berkali-kali dibujuk untuk membela Timnas Indonesia, Emil Audero masih menunjukkan sikap ogah-ogahan untuk bisa memperkuat Pasukan Merah Putih.
Alasannya jelas, pemain yang kini menjadi bagian dari klub Inter Milan itu masih menunggu panggilan untuk memperkuat Timnas Italia yang dia idam-idamkan sedari dulu, pun demikian halnya dengan Cyrus Margono.
Meskipun pemain Panathinaikos B tersebut saat ini telah berusia 22 tahun, namun dari sisi pengalaman bertanding, pemain yang satu ini masih terbilang mentah. Pasalnya, hingga saat ini laman transfermarkt.com pada Senin (01/01/2024) mencatat bahwa pemain kelahiran 9 November 2001 itu baru merasakan empat laga di Super League 2 dan bermain sebanyak 360 menit.
Tentu catatan tersebut relatif buruk bagi seorang penjaga gawang, mengingat di kompetisi reserve saja dirinya hanya berkesempatan untuk tampil sebanyak 4 kali saja. Catatan tersebut bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan Ernando Ari, Muhammad Riyandi dan Syahrul Trisna yang kini bergabung di skuat Piala Asia.
Satu hal lagi mengapa Maarten Paes adalah pemain yang paling tepat untuk segera dinaturalisasi adalah, karena sang pemain saat ini berada di usia matang, menjadi pilihan utama klubnya, serta bermain cukup baik di berbagai kompetisi liga yang pernah dia lakoni.
Terbaru, laman transfermarkt mencatat, Paes bermain sebanyak 62 kali di MLS, dan sukses mencatatkan 16 celansheet.
Jadi, bukankah lebih worth it untuk fokus di Maarten Paes dulu saja untuk kiper saat ini?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Peringatan untuk Timnas Indonesia, Jepang Bantai Thailand 5-0 Pakai Pemain Pelapis!
-
Thom Haye Segera Gabung, Timnas Indonesia Bakal Jadi Tempat Reuni Jawara Piala Eropa
-
Pacar Onnyta Apriliani Putri Sekarang, Mantan Pacar Pratama Arhan saat Kecil yang Kini Glow Up Parah
-
Menilai Performa Timnas Indonesia Sepanjang 2023, Impresif atau Menurun?
-
Tak Bareng Pratama Arhan saat Liburan di Inggris, Azizah Salsha Justru Lengket dengan Devano Danendra
Hobi
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
Terkini
-
Review Jujur dari Buku Kisah Kota Kita: Merawat Kota, Merawat Rasa
-
Usul Pindah Gerbong: Mengapa Pernyataan Menteri PPPA Memicu Amarah Publik?
-
Menyembuhkan Rasa, Kerentanan dan Mimpi dalam Buku Puisi Pelesir Mimpi
-
Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa: Jangan-jangan Ini Jawabannya
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!