Jelang laga perdana grup D antara Jepang vs Vietnam pada Minggu (14/1/2024) esok, timnas Vietnam tengah dilanda kondisi yang cukup krisis.
Semifinalis Piala Asia 2019 tersebut sedang dilanda badai cedera yang menghampiri sebagian besar pemain andalan tim berjuluk “The Goldern Star Warriors” tersebut.
Terbaru, melansir dari media asal Vietnam, Soha.vn, pemain tengah andalan Vietnam, yakni Nguyen Hoang Duc menderita cedera yang membuatnya diprediksi akan absen saat menghadapi Jepang di laga pembuka grup D.
Akan tetapi, kendati tengah dilanda krisis pemain, pelatih timnas Vietnam, Phillippe Troussier tetap yakin anak asuhnya akan mampu bersaing di grup D yang dihuni Irak, Jepang, dan Indonesia.
“Keputusan untuk berangkat ke Qatar diambil dengan pertimbangan matang. Saya meyakini bahwa pemain yang berada di sini saat ini adalah yang paling sesuai. Mereka bukanlah kelas kedua, melainkan pemain kelas satu yang harus mempercayai potensi mereka sendiri,” ujar Phillppe Troussier dikutip dari laman Soha.vn pada Kamis (11/1/2024) kemarin.
Selain nama Nguyen Hoang Duc, beberapa pemain andalan timnas Vietnam juga dipastikan tengah mengalami cedera jelang Piala Asia 2023.
Bahkan, beberapa nama harus absen di gelaran sepak bola terbesar di benua Asia tersebut. Sebut saja nama Dang Van Lam, Bui Tien Dung, Doan Van Hau, Que Ngoc Hai, Nguyen Thanh Chung, Nguyen Duc Chien, dan Nguyen Tien Linh harus menepi akibat cedera.
Banyak Pilar Vietnam yang Absen akan Dimanfaatkan oleh Timnas Indonesia?
Banyaknya pemain timnas Vietnam yang dilanda cedera tentunya bisa dimanfaatkan oleh timnas Indonesia untuk meraih kemenangan atas rival sesama tim asia tenggara tersebut.
Shin Tae-yong tentunya harus pandai memanfaatkan situasi dan meraih kemenangan saat menghadapi Vietnam pada 18 Januari 2024 mendatang. Hal ini dikarenakan meraih 3 poin kontra Vietnam merupakan target yang paling realistis daripada ketika menghadapi Irak atau Jepang di grup D.
Hal ini senada dengan apa yang diucapkan oleh Shin Tae-yong tempo hari melalui media asal Korea Selatan, Sports Seoul. Pria berusia 53 tahun tersebut menargetkan anak asuhnya meraih 1 kemenangan, 1 hasil imbang dan 1 kekalahan di fase grup D Piala Asia 2023.
“Saya memikirkan 1 kemenangan, 1 seri, dan 1 kekalahan di babak penyisihan grup. Vietnam harus dikalahkan, dan Irak setidaknya harus meraih hasil imbang,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari laman media, Sports Seoul.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Harga Gaun Putih Azizah Salsha, Tampil Cantik Bak Model di Red Carpet Met Gala Replay 2023
-
Timnas Indonesia U-20 Lawan Radja Nainggolan, Indra Sjafri: Biasa Saja, Nggak Perlu Jadi Topik Berlebihan
-
3 Pemain Abroad Indonesia yang Tak Dipakai Shin Tae-yong untuk Piala Asia 2023
-
5 Negara dengan Ranking FIFA Terendah di Piala Asia 2023, Timnas Indonesia Termasuk
-
Radja Nainggolan Ikut Atur Strategi, Bhayangkara FC Bungkam Timnas Indonesia U-20
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah