Salah satu kontestan BRI Liga 1 musim ini, yakni PSS Sleman mulai kembali menjalani sesi latihan usai libur beberapa hari setelah melakoni laga di pekan ke-24 kemarin.
Melansir dari laman resmi klub PSS Sleman, Hokky Caraka dkk terlihat mulai kembali berlatih sejak Jumat (09/02/2024) kemarin di Lapangan Pakembinangun, Sleman.
Tim berjuluk “Super Elja” ini memang mengakhiri pekan ke-24 dengan hasil yang kurang memuaskan, yakni harus bermain imbang 2-2 saat menjamu Persikabo 1973 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.
Pelatih PSS Sleman, Risto Vidakovic mengaku kekurangan terbesar dari skuad yang dipegangnya saat ini adalah perihal chemistry dan kekompakan pemain. Hal inilah yang membuat PSS Sleman tidak memiliki performa yang stabil di musim ini.
“Menurut saya, hal yang harus kami tingkatkan adalah harus lebih kompak sebagai sebuah tim. Baik itu kompak ketika menyerang maupun bertahan. Ada banyak hal yang harus segera kami benahi. Terutama kami memberikan banyak ruang di pertandingan terakhir kepada lawan. Hal itulah yang pada akhirnya membuat kami kecolongan di menit akhir,” kata Risto Vidakovic, dikutip dari laman resmi klub PSS Sleman pada Senin (12/02/2024).
Lebih lanjut lagi, pelatih asal Montenegro berpaspor Spanyol tersebut akan berusaha memperbaiki kondisi timnya dan memaksimalkan 10 laga tersisa di musim ini agar terhindar dari terperosok di jurang degradasi. Hingga pekan ke-24 kemarin, PSS Sleman berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan raihan 27 poin.
Risto Vidakovic Harap Segera Bisa Bermain di Stadion dengan Dukungan Suporter
Risto Vidakovic juga menyoroti kondisi pertandingan tanpa penonton yang diterima timnya pada pekan ke-24 kemarin.
Melansir dari laman resmi PSSI, PSS Sleman dihukum 1 laga kandang tanpa penonton imbas kericuhan suporter beberapa waktu lalu. Hal ini dianggap menjadi salah satu penyebabk PSS Sleman kurang bersemangat saat hadapi Persikabo 1973 kemarin.
Risto Vidakovic tentunya segera berharap dapat bermain di Stadion yang cukup menunjang permainan timnya dan tentunya mampu menghadirkan suporter guna menjadi suntikan semangat untuk PSS Sleman dalam meraih kemenangan.
“Kami hanya membutuhkan lapangan yang bagus dan stadion yang bagus di mana kami bisa mendapat dukungan yang baik dari suporter PSS. Para pemain butuh motivasi ekstra dan itu dapat diberikan fans kepada kami," tutur Risto Vidakovic.
"Harapannya dengan adanya penonton, membuat para pemain terlecut bermain baik. Mereka jadi memiliki mental pemenang di setiap pertandingan dan semoga hal tersebut dapat terwujud di pertandingan akhir bulan ini,” lanjutnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Artikel Terkait
-
Sempat Digoda Klub Lain, Alfeandra Dewangga Resmi Bersama PSIS Hingga 2027
-
BRI Liga 1 Kembali Libur, Bek Veteran Persib Bandung Angkat Bicara
-
Jeda BRI Liga 1, Persija Jakarta Siap Maksimalkan 10 Laga Sisa Musim Ini
-
Stefano Lilipaly Jadi Sandungan Alexis Messidoro untuk Cetak Rekor Gila di BRI Liga 1
-
2 Hal yang Bikin Dalberto Belo Menggila Bersama Madura United
Hobi
-
MotoGP Catalunya 2026 Kacau! Jorge Martin Emosi, Aprilia Tegur Trackhouse
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
MotoGP Catalunya 2026: Diggia Menang Usai Drama Dua Kali Red Flag
Terkini
-
Kenangan-Kenanganku di Malaya: Refleksi Cinta Hamka untuk Dunia Melayu
-
Easy to Copy! 4 Ide OOTD ala James CORTIS dari Basic sampai Sporty Casual
-
Buat Kaget! Film Hello Kitty Mulai Digarap Sutradara Ultraman: Rising
-
Perempuan dan Pentingnya Budaya Literasi: Bekal Melek di Era Digital!
-
Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life