Pasca perilisan nama pemain Timnas Indonesia proyeksi lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Putaran Kedua, mungkin sebagian pencinta sepak bola nasional sedikit kecewa.
Pasalnya, dalam daftar rilisan tersebut, kembali tak ada nama seorang Stefano Lilipaly dalam skuat yang dipersiapkan untuk laga melawan Vietnam nanti.
Laman laman resmi PSSI pada Jumat (8/3/2024), telah mempublikasikan 28 nama untuk laga derby Asia Tenggara nanti. Namun, sekali lagi, dari jajaran nama-nama yang terpampang dalam rilisan, tak ada nama Stefano Lilipaly dari Borneo FC.
Pada pemanggilan kali ini, STY lebih memilih untuk memanggil nama-nama langganannya guna mengisi skuat. Nama-nama kesayangan sang pelatih seperti Marselino Ferdinan, Ricky Kambuaya, Ivar Jenner di tengah, atau Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri dan Rafael Struick yang bisa beroperasi di sektor sayap masih menjadi andalan sang pelatih.
Tak hanya itu, STY juga memilih nama-nama baru untuk memenuhi lini tengah permainan timnya. Setidaknya, ada nama Thom Haye dari SC Heerenveen dan Ragnar Oratmangoen dari Fortuna Sittard, mendapatkan debut pemanggilan di komposisi skuat kali ini.
Memang, bagi sebagian kalangan, tak dipanggilnya Stefano Lilipaly ke Timnas Indonesia meninggalkan kekecewaan yang cukup beralasan.
Namun jangan salah, tentu saja sebagai pelatih, Shin Tae-yong telah menyiapkan planning permainan yang siap dia terapkan, dan membutuhkan para pemain yang cocok untuk ditempatkan di pola permainan yang diusungnya.
Meskipun saat ini Lilipaly adalah pemain yang paling bersinar di Liga 1 Indonesia dengan 11 gol dan 16 assist dari 28 pertandingan yang dijalani, namun dirinya masih belum mampu menundukkan kerasnya idealisme STY dalam menyeleksi para pemain untuk Timnas Indonesia.
Mau tak mau, Lilipaly untuk saat ini harus kembali tersisih dari skuat Indonesia. Catatan manisnya di Liga 1 Indonesia, sekali lagi masih belum bisa membuat STY tertarik untuk kembali membawanya dalam skuat dan memperbarui catatan 30 capsnya bersama Timnas Indonesia.
Tentu saja ini bukan berkaitan dengan kualitas seorang Lilipaly, namun bisa dipastikan lebih ke taktik dan strategi yang akan dikembangkan oleh coach Shin di dua laga melawan Vietnam nanti.
Semoga saja, di pemanggilan selanjutnya Lilipaly kembali mendapatkan kesempatan untuk bergabung ke Timnas. Karena bagaimanapun, dirinya masih punya kualitas untuk berseragam Garuda, meskipun usianya kini sudah tak lagi muda.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
Artikel Terkait
-
Tak Ada Nama Saddil Ramdani dalam Daftar Panggil, Karier Sang Pemain Tamat di Timnas Indonesia?
-
Data dan Fakta Pemanggilan Pemain Timnas Indonesia untuk Laga vs Vietnam, Penasaran?
-
Kejar Target Bisa Perkuat Timnas Indonesia Lawan Vietnam, Nathan Tjoe-A-On Diharapkan Sumpah WNI Pekan Depan
-
Kembali Dipanggil oleh STY, Adi Satryo Harus Bersaing Dengan 2 Seniornya
-
STY Tak Panggil Shayne Pattynama, Indikasi Cedera Sang Pemain Cukup Parah?
Hobi
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
Terkini
-
Rakyat Bukan Ayam: Mengatasi Lapar dengan Martabat, Bukan Sekadar Bantuan
-
Saat Fisika Bertemu Bela Diri: Seni Mengalahkan Lawan Tanpa Kekuatan Kasar Lewat Jiu-Jitsu
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!